Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
UMKM Makin Adaptif, Teknologi Jadi Bekal Hadapi Persaingan
ilustrasi pengusaha umkm (freepik.com/our-team)
  • Grab dan OVO Finansial menggelar Teras Perwira 2026 di 10 kota, menjangkau 1.400 Mitra GrabMerchant untuk memperkuat adaptasi UMKM terhadap perubahan pasar dan teknologi.
  • Workshop membekali merchant dengan pemasaran digital GrabAds, penghitungan HPP melalui BisaMatika, serta Asisten AI untuk menganalisis performa toko, menu, dan promosi.
  • Program juga menguatkan literasi keuangan serta akses permodalan; GrabModal by OVO Finansial telah menyalurkan lebih dari Rp6 triliun kepada lebih dari 445.000 mitra UMKM dan pengemudi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu semakin adaptif dalam menjalankan bisnis. Kemampuan memasarkan produk, membaca kebutuhan konsumen, hingga mengelola keuangan menjadi bagian penting agar usaha dapat bertahan di tengah persaingan.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam rangkaian Teras Perwira (Temu Ramah Sapa dan Sharing Perkumpulan Wirausaha) Spesial Ulang Tahun 2026 yang digelar Grab dan OVO Finansial di 10 kota di Indonesia. Kegiatan berlangsung sepanjang Agustus hingga awal September 2026 dengan menjangkau 1.400 Mitra GrabMerchant.

Program yang memasuki tahun kelima penyelenggaraannya tersebut mengusung tema “Cerdas Jualannya, Tangguh Usahanya”. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan momentum Hari UMKM Nasional pada 12 Agustus dan Bulan Literasi Keuangan 2026 yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rangkaian Teras Perwira 2026 dibuka di Makassar pada 19 Agustus dan ditutup di Palembang serta Semarang pada 7 September. Para peserta dikurasi berdasarkan semangat untuk belajar, berkembang, dan berbagi pengalaman dalam menghadapi perubahan pasar serta perkembangan teknologi.

1. Pelaku usaha dibekali strategi membaca pasar

UMKM Makin Adaptif, Teknologi Jadi Bekal Hadapi Persaingan (Dok. Grab)

Melalui workshop bisnis, Mitra GrabMerchant mendapatkan pembekalan mengenai sejumlah kebutuhan dasar dalam menjalankan usaha. Materinya antara lain mencakup strategi pemasaran digital melalui GrabAds, penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) menggunakan BisaMatika, serta pemanfaatan Asisten AI GrabMerchant untuk berdiskusi mengenai performa toko, inspirasi menu, dan strategi promosi.

Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, mengatakan pelaku usaha perlu memahami perilaku konsumen sekaligus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing. “Di tengah semakin beragamnya pilihan konsumen, tantangan bagi merchant bukan hanya menghadirkan produk yang relevan, tetapi juga memastikan produk tersebut mudah ditemukan dan menjangkau konsumen yang tepat,” ujarnya.

Menurut Roy, pemanfaatan data dan teknologi juga dapat membantu merchant mengambil keputusan secara lebih terukur. “Melalui Teras Perwira tahun ini, kami telah membekali Mitra GrabMerchant dengan wawasan praktis untuk membantu mereka menjalankan dan mengembangkan bisnis secara lebih cerdas, adaptif, dan berkelanjutan,” katanya, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Kamis (10/9/2026).

2. Pengalaman merchant menunjukkan dampak promosi digital

Ilustrasi pelaku UMKM sektor kuliner. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Pemanfaatan teknologi pemasaran turut dirasakan Geprek Yuksss di Makassar. Pemiliknya, Adli Abu Abdillah, mengatakan materi yang diperoleh melalui Teras Perwira dapat diterapkan dalam aktivitas bisnis sehari-hari, termasuk dalam mengembangkan strategi promosi.

“Di tengah persaingan bisnis kuliner yang makin ketat, kami harus terus berinovasi agar tetap menjadi pilihan utama konsumen. Awalnya kami memang mencari cara yang efektif agar bisa mendapatkan lebih banyak pembeli. Setelah mencoba GrabAds, ternyata jumlah pelanggan semakin bertambah,” tutur Adli.

Ia mengatakan strategi tersebut kemudian dikombinasikan dengan inovasi menu, kolaborasi produk, promosi Diskon Puas, dan pemanfaatan data. “Setelah strategi ini dijalankan bersama strategi lainnya, seperti promosi Diskon Puas dan pemaksimalan data, kami berhasil menumbuhkan pendapatan hingga lebih dari 120 persen,” katanya.

3. Literasi keuangan ikut diperkuat untuk pengembangan usaha

Ilustrasi Instagram UMKM (pexels.com/Lisa Fotios)

Selain pemasaran, Teras Perwira turut memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan pilihan permodalan. Salah satunya melalui GrabModal Mantul by OVO Finansial serta fitur Jeda Bayar yang memberikan kelonggaran waktu pembayaran dalam kondisi tertentu, seperti sakit, kepentingan keluarga, atau berduka.

Hingga kini, GrabModal by OVO Finansial telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp6 triliun kepada lebih dari 445.000 Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi di ekosistem Grab. Lindawati, pemilik Nasi Goreng Capcay Kedai Mimo di Surabaya, menilai pemahaman mengenai keuangan membantu pelaku usaha menentukan langkah pengembangan bisnis.

“Menjalankan usaha bukan cuma soal bagaimana jualan makin ramai, tapi juga bagaimana kita bisa mengatur keuangan dan mengambil keputusan yang tepat untuk usaha. Setelah mengikuti Teras Perwiral, saya jadi punya gambaran yang lebih jelas tentang cara mengelola kebutuhan usaha dan memilih pendanaan yang sesuai untuk mengembangkan bisnis,” ujar Lindawati.

Melalui rangkaian tersebut, Grab dan OVO Finansial mendorong Mitra GrabMerchant memadukan kemampuan bisnis dengan pemanfaatan teknologi dan pemahaman finansial. Pembekalan ini diharapkan membantu merchant mengambil keputusan secara lebih tepat, menghadapi perubahan perilaku konsumen, serta membangun usaha yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article