Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tertutup Pohon Rindang, Pelaku Lempar 'Bakso Sabu' Masih Misterius
Lapas Kelas IIB Sukabumi (IDN Times/Siti Fatimah)
  • Seorang pelaku misterius di Sukabumi mencoba selundupkan sabu ke Lapas Kelas IIB dengan menyembunyikannya dalam bakso dan melemparkannya dari jalan raya saat subuh.
  • Pelaku memanfaatkan kegelapan dan pohon rindang untuk menghindari sorotan CCTV, serta memilih waktu pukul 04.23 WIB agar aksinya tidak terdeteksi warga sekitar.
  • Aksi penyelundupan berhasil digagalkan petugas lapas, namun identitas pelaku masih belum diketahui dan pihak berwenang terus menyelidiki kemungkinan keterlibatan orang dalam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sukabumi, IDN Times - Pelaku kejahatan narkoba memang selalu punya seribu akal untuk mengelabui petugas. Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, seorang pelaku misterius nekat menyelundupkan sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sukabumi dengan cara memasukkan ke dalam bakso dan dilempar dari jalan raya pada Senin (22/6/2026) subuh.

Tidak sembarangan melempar, pelaku tampaknya sudah mempelajari situasi lapangan dengan sangat matang. Ia sengaja memanfaatkan kegelapan subuh dan rimbunnya pohon besar di sekitar lapas untuk bersembunyi dari sorotan kamera pengawas (CCTV).

1. Memanfaatkan 'bantuan' pohon rindang untuk sembunyi

Kalapas saat menunjukkan foto bakso berisi sabu (IDN Times/Siti Fatimah)

Pelaku tampaknya tahu betul letak kamera pengawas milik lapas. Untuk menghindari pelacakan, ia memilih mengeksekusi aksinya di area sayap kanan lapas yang terdapat sebuah pohon besar berdaun rimbun.

Pohon inilah yang diduga kuat menjadi penyelamat pelaku dari sorotan kamera karena menciptakan titik buta (blind spot).

"Ada kemungkinan CCTV kami tidak menembus pohon itu, padahal CCTV kami sudah cukup untuk melihat sisi manapun," ungkap Kalapas Kelas IIB Sukabumi, Budi Hardiono, Selasa (23/6/2026).

2. Beraksi di jam rawan saat situasi gelap gulita

Potret bakso berisi sabu (IDN Times/Siti Fatimah)

Selain memanfaatkan rimbunnya pohon, pelaku juga memilih waktu yang sangat krusial, yaitu pukul 04.23 WIB subuh. Di jam-jam rawan tersebut, kondisi di sekitar luar lapas yang merupakan jalan umum masih sangat gelap dan sepi.

Pelaku yang diduga melempar paket dari jarak jauh di pinggir jalan raya pun bisa dengan mudah berbaur atau langsung kabur tanpa memicu kecurigaan warga sekitar yang mulai seliweran.

"Feeling kami pelemparan jarak jauh dari jalan raya, karena di sekitar pagar tidak ada orang," beber Budi.

Celah blind spot sukses dimanfaatkan, lalu bagaimana cara barang masuk? Pelaku mengemas narkoba sejenis sabu seberat 1 gram tersebut ke dalam plastik klip kecil.

Plastik klip itu kemudian disusupkan ke dalam makanan bakso. Agar tidak hancur saat dilempar melewati tingginya tembok lapas, bakso tersebut dibungkus lagi menggunakan plastik hitam dan dilapisi lakban rapat hingga membentuk sebuah bola. Paket inilah yang terlihat menggelinding jatuh di CCTV area dalam lapas.

3. Berhasil digagalkan, tapi identitas pelaku masih misterius

Bakso berisi sabu digagalkan masuk ke Lapas Sukabumi (dok Lapas Sukabumi)

Walau skenario pelaku di luar tembok terbilang cerdik, namun berhasil digagalkan petugas lapas. Di saat seluruh warga binaan masih dikurung di kamar masing-masing dan belum ada aktivitas, petugas piket malam rupanya sedang gencar melakukan kontrol keliling.

Hanya berselang 12-15 menit sejak bola misterius itu mendarat di area steril, petugas patroli langsung menemukan bungkusan mencurigakan tersebut pada pukul 04.38 WIB.

Hingga saat ini, sosok pelempar 'bakso sabu' tersebut masih menjadi teka-teki besar karena mukanya gagal terekam oleh CCTV luar akibat terhalang pohon rindang tersebut. Pihak Lapas Sukabumi bersama Satnarkoba Polres Sukabumi Kota yang langsung turun ke TKP subuh itu masih terus melakukan penyelidikan.

Pihak lapas berjanji akan menyisir area dalam untuk melihat apakah ada keterlibatan warga binaan yang memesan paket fajar tersebut. Jika terbukti ada orang dalam yang bermain, sanksi berat dipastikan sudah menanti.

Editorial Team

Related Article