Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Teguran KDM kepada Bupati Purwakarta soal Kontroversi Lagu Ciptaannya
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegur Bupati Purwakarta Saiful Bahri Binzein atas lagu ciptaannya yang dinilai merendahkan perempuan dan telah dihapus dari seluruh platform digital.
  • Dedi menekankan pentingnya kehati-hatian pejabat publik dalam menyampaikan pengalaman pribadi karena setiap ucapan dapat berdampak sosial dan memengaruhi kepercayaan masyarakat.
  • Om Zein meminta maaf kepada publik, menghapus lagu tersebut, dan berkomitmen menjalankan sanksi moral dengan merenovasi rumah janda serta membantu pendidikan anak-anak mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
6 Juli 2026

Om Zein menjelaskan bahwa lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' merupakan refleksi pengalaman pribadinya sebelum menjadi bupati. Ia menyampaikan hal ini saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

kini

Lagu ciptaan Om Zein telah dihapus dari seluruh platform digital. Ia meminta maaf kepada masyarakat dan berkomitmen menjalankan sanksi moral dengan merenovasi rumah janda serta membantu pendidikan anak-anak mereka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegur Bupati Purwakarta Saiful Bahri Binzein atau Om Zein terkait lagu ciptaannya berjudul “Lalaki Langit, Lalanang Bejat” yang dianggap merendahkan perempuan dan menimbulkan kontroversi publik.
  • Who?
    Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat dan Saiful Bahri Binzein atau Om Zein sebagai Bupati Purwakarta menjadi pihak utama dalam pertemuan serta klarifikasi mengenai lagu tersebut.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Bandung dengan kehadiran sejumlah kepala OPD Pemprov Jawa Barat, sementara dampak kasus ini dirasakan di wilayah Purwakarta.
  • When?
    Klarifikasi dan permintaan maaf disampaikan pada Senin, 6 Juli 2026, setelah lagu tersebut ramai diperbincangkan dan dihapus dari platform digital.
  • Why?
    Teguran diberikan karena isi lagu dinilai tidak pantas bagi seorang pejabat publik serta berpotensi menyinggung martabat perempuan di tengah masyarakat.
  • How?
    Dedi Mulyadi memberikan nasihat langsung kepada Om Zein agar berhati-hati menyampaikan pengalaman pribadi. Sebagai tanggapan, Om Zein meminta maaf, menghapus lagu itu, dan berkomitmen merenovasi rumah janda sebagai sanksi sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada lagu yang dibuat oleh Pak Bupati Purwakarta namanya Om Zein. Lagunya bikin orang marah karena katanya tidak baik untuk perempuan. Pak Gubernur Dedi menegur dan bilang supaya Om Zein hati-hati kalau bicara di depan orang banyak. Sekarang lagunya sudah dihapus, dan Om Zein minta maaf serta mau bantu perbaiki rumah janda dan anak-anaknya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kontroversi lagu ciptaan Bupati Purwakarta berujung pada proses pembelajaran yang konstruktif antara pemimpin daerah dan masyarakat. Melalui teguran Gubernur Dedi Mulyadi, muncul dialog terbuka tentang tanggung jawab moral pejabat publik dan sensitivitas sosial terhadap perempuan. Respons cepat Om Zein—dengan permintaan maaf, penghapusan lagu, serta komitmen membantu janda dan anak-anak mereka—menunjukkan kesediaan untuk memperbaiki diri dan memulihkan kepercayaan publik secara konkret.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Lagu kontroversi 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' ciptaan Bupati Purwakarta, Saiful Bahri Binzein atau Om Zein berbuntut teguran oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi alias KDM. Lagu tersebut pun kini sudah dihapus seluruhnya dari platform digital.

KDM juga menasihati Om Zein agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pengalaman pribadi kepada publik, karena setiap ucapan dan tindakan seorang kepala daerah tidak lagi dipandang sebagai urusan pribadi, melainkan akan dinilai dan dipertanggungjawabkan di hadapan masyarakat.

Didampingi sejumlah kepala OPD Pemprov Jabar, Dedi pun bertemu langsung Om Zein dan menanyakan mengenai apa maksud lagi tersebut dan mengapa menciptakan lagu yang dinilai merendahkan perempuan ini.

Om Zein mengakui lagu tersebut merupakan refleksi pengalaman pribadinya sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan.

"Jadi cerita tentang diri saya, waktu mudanya nakal sebelum jadi bupati itu nakal," ujar Om Zein, Senin (6/7/2026).

1. Pejabat publik tidak bisa seenaknya menceritakan kehidupan pribadi

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Menurut Om Zein, lagu tersebut dibuat untuk menceritakan fase kehidupannya di masa lalu. Ia mengaku pernah menjalani kehidupan yang jauh berbeda dibandingkan sekarang ketika mengemban amanah sebagai kepala daerah.

Mendengar pengakuan itu, KDM kemudian mengajak Om Zein melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih luas. Menurut Dedi, perilaku yang sama akan memiliki konsekuensi sosial yang berbeda apabila dialami perempuan.

Dedi menilai masyarakat sering kali memberikan penilaian yang jauh lebih berat terhadap perempuan dibandingkan laki-laki dalam kasus serupa. Karena itu, narasi yang disampaikan seorang pejabat publik harus mempertimbangkan dampak sosial yang dapat muncul di tengah masyarakat.

2. Setiap ucapan dan tindakan pejabat harus bisa dipertanggungjawabkan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

KDM menegaskan bahwa tidak semua pengalaman pribadi layak disampaikan secara terbuka kepada publik, terutama oleh seorang pejabat negara.

Menurut dia, persoalan bukan terletak pada pengakuan mengenai masa lalu, melainkan pada kemungkinan masyarakat menafsirkan cerita tersebut sebagai bentuk pembenaran atau bahkan penghinaan terhadap martabat perempuan.

"Bapak hari ini adalah bupati, maka setiap ucapan dan tindakan seorang bupati akan selalu dipertanggungjawabkan kepada publik," tegas Dedi.

3. Bupati Purwakarta minta maaf dan siap menerima semua konsekuensi

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein (Instagram/omzein_bupatiaing)

Dia mengingatkan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, setiap pernyataan yang disampaikan harus mampu memberikan teladan dan tidak menimbulkan polemik yang dapat melukai kelompok tertentu.

Usai menerima masukan tersebut, Om Zein menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkan.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas itu. Karena saat itu saya buat tidak menyadarinya. Ketika ini menjadi kontroversi, saya salah dalam pemilihan itu," katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Om Zein juga mengaku telah menghapus lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat dari seluruh platform media sosial.

Tak hanya itu, ia menyatakan siap menjalankan arahan Dedi Mulyadi sebagai bentuk sanksi moral. Om Zein berkomitmen merenovasi 10 rumah janda di Purwakarta menggunakan dana pribadi sekaligus membantu menjamin pendidikan anak-anak mereka.

"Saya sanggup menjalankan sanksi sosial dari gubernur," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article