Bandung, IDN Times - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat (Jabar) perlahan ditinggalkan oleh kader-kadernya, termasuk wakil ketua, Didin Supriadin yang angkat kaki karena adanya mahar nomor urut di partai berlambang bintang mercy itu.
Didin juga mengungkap langsung adanya jual beli nomor urut bacaleg Partai Demokrat untuk DPRD Jabar 2024 pada publik. Sebagai sosok yang tergolong lama menjadi kader, dia merasa kecewa harus ada upeti ratusan juta yang dikeluarkan untuk memilih nomor urut satu.
Didin yang awalnya mendapatkan nomor urut satu, terpaksa harus menurun ke nomor urut dua karena ada anggota baru yang membayar Rp500 juta untuk dana saksi di Pileg 2024.
"Jadi saya melihat dalam proses pencalegan di Partai Demokrat sepengalaman dari awal sampai saat ini, baru kali ini agak aneh. Dulu-dulu gak seperti ini, dulu-dulu lancar-lancar saja," ujar Didin, Selasa (9/5/2023).
