Cirebon, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon masih menunjukkan sikap hati-hati dalam merespons wacana pengiriman pelajar bermasalah ke barak militer. Meski menyambut baik inisiatif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk melakukan pembinaan disipliner terhadap siswa-siswa yang dianggap “nakal”, pemerintah daerah belum sepenuhnya mantap dalam pelaksanaannya.
Kebimbangan ini terutama dipicu oleh belum adanya kepastian teknis dan alokasi anggaran di level kabupaten. Padahal, program tersebut sudah mulai dijalankan di beberapa daerah di Jawa Barat sejak awal Mei 2025.
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, menyatakan secara prinsip bahwa ia mendukung langkah pembinaan karakter siswa melalui pendekatan militeristik. Namun, ia menegaskan kesiapan daerah, khususnya dalam hal pendanaan dan mekanisme pelaksanaan, masih menjadi ganjalan.
“Kami pada dasarnya sepakat bahwa kenakalan pelajar sudah harus ditangani secara lebih serius. Tapi untuk kirim mereka ke barak, itu butuh teknis yang jelas, juga anggarannya harus siap,” kata Imron, Sabtu (10/5/2025).
