Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sempat Mengaku Sulit Hidupkan BIJB, Dedi Mulyadi Kini Optimistis

IMG-20251208-WA0122.jpg
Groundbreaking aerospace park (Dok.BIJB)
Intinya sih...
  • Menghidupkan BIJB paling sulitDedi Mulyadi mengakui kesulitan dalam menghidupkan BIJB, berbeda dengan upaya menata Jabar lainnya. Groundbreaking diharapkan bisa mewujudkan harapan tersebut.
  • Pemprov siap kerahkan infrastrukturPemerintah provinsi siap mengerahkan tenaga dan infrastruktur untuk mendukung keberhasilan BIJB. Bandara seharusnya ramai dengan aktivitas penerbangan, bukan menjadi objek wisata warga setempat.
  • Investasi tahap awal Aerospace Park 5 juta USDPT GMF bersedia membangun Aerospace Park di BIJB dengan nilai investasi tahap pertama di atas 5 juta USD. Hal ini akan menciptakan dampak ekonomi yang luas baik nasional maup
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Majalengka, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat mengaku mengalami kesulitan untuk menghidupkan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka. Kendati demikian, Dedi menegaskan keseriusan untuk menghidupkan bandara tersebut.

Dedi menjelaskan, untuk menghidupkan BIJB, dibutuhkan keseriusan dalam berbagai hal. Tidak hanya gagasan, menghidupkan bandara juga butuh komunikasi yang terus menerus diladilakukan

"Yang perlu pemikiran, gagasan, kemudian kemampuan untuk melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak dan bikin surat yang harus terus menerus, adalah menghidupkan Kertajati. Sehingga menurut saya adalah yang paling berat," kata Dedi saat sambutan groundbreaking aerospace park dan MRO, di BIJB, Senin (8/12/2025).

1. Menghidupkan BIJB paling sulit

IMG_20251208_130351.jpg
BIJB Kertajati (inin nastain/IDN Times)

Dalam kesempatan itu, Dedi memaparkan beberapa langkah yang dilakukan untuk menata Jabar, di antaranya ialah pembongkaran bangunan liar (Bangli).

"Bongkar Bangli di Bekasi cukup waktu dua hari. Bongkar Bangli di Karawang, dilaporkan ke KPK. Mengubah tata ruang di utara sudah. Saya bisa cepat itu semua. Kemudian datangi investor, pabrik-pabrik, dan berjalan," kata dia.

Namun, tidak demikian dengan upaya menghidupkan BIJB. Maka itu ia berharap dengan dilakukannya groundbreaking, harapan untuk menghidupkan BIJB bisa terwujud.

"Yang belum bisa itu cuma satu aja, adalah menghidupkan kembali Kertajati. Tetapi saya yakin bisa hidup karena ada Pak Menko (Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) dan Kepala Bappenas," kata dia.

2. Pemprov siap kerahkan infrastruktur

IMG_20251208_114915.jpg
Menteri AHY bersama Gubernur Jabar (inin nastain/IDN Times)

Seiring dengan dilakukannya groundbreaking, Dedi menegaskan bahwa Pemprov siap mengerahkan tenaga sepenuhnya untuk menghidupkan BIJB. Bahkan, ketika dibutuhkan ada penambahan infrastruktur, Dedi memastikan kesiapannya secara penuh.

"Kalau perlu, pemerintah provinsi harus mengerahkan infrastruktur apa lagi yang harus dibangun di sini, kami bangun," ujar dia. Dedi juga menyinggung kondisi BIJB yang jadi 'objek wisata' warga setiap hari libur. Menurut Dedi, sebagai bandara, BIJB sudah semestinya ramai dengan aktivitas penerbangan.

"Yang penting, Kertajati bukan untuk orang makan siang ketika hari Minggu, di mana orang Indramayu dan Majalengka bancakan di sini. Tetapi tempat untuk menerbangkan pesawat di dalam dan di luar negeri, dimulai dengan kegiatan hari ini," kata dia.

3. Investasi tahap awal Aerospace Park 5 juta USD

IMG_20251208_130544.jpg
Lokasi rencana pembangunan MRO BIJB (inin nastain/IDN Times)

Lebih jauh Dedi menjelaskan, Pemprov Jabar beberapa waktu lalu sudah bertemu dengan Kementerian Haji dan Umroh. Pada Desember ini, diharapkan sudah ada penerbangan umroh yang dilayani oleh maskapai Garuda.

"Kemarin juga saya sudah bertemu Kementerian Haji. Mudah-mudahan juga untuk jamaah haji dan umrah bisa mulai berjalan tahun ini. Dan Garuda mulai melakukan penerbangan Desember ini untuk Umroh," katanya.

Dedi juga mengapresiasi PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) yang bersedia membangun Aerospace Park di BIJB. "Terima kasih kepada Garuda yang tidak memperhitungkan untung dulu, tetapi memperhitungkan berjalan dulu," kata dia.

‎Direktur Utama PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) Andi Fahrurrozi menjelaskan, groundbreaking bukan sekadar permulaan pembangunan fisik saja. Lebih dari itu, groundbreaking juga menjadi bentuk optimisme akan terwujudnya kemandirian industri dirgantara.

"Kertajati Aerospace Park akan menjadi fondasi baru bagi ekosistem aviasi nasional sebagai pusat kemampuan MRO, manufaktur komponen, logistik, dan pengembangan SDM bertemu dalam satu kawasan yang terintegrasi,” kata dia.

‎‎Andi juga menjelaskan, nilai investasi untuk pembangunan tahap pertama, khususnya untuk hanggar dan fasilitas awalnya, berada pada kisaran di atas 5 juta USD. Angka tersebut dipastikan akan terus berkembang seiring perluasan kawasan pada fase-fase berikutnya.

‎“Dengan dukungan penuh pemerintah dan kerja sama erat dengan BIJB, kami yakin Kertajati akan berkembang menjadi pusat gravitasi baru industri aviasi ‎Indonesia dan menciptakan dampak ekonomi yang luas, baik nasional maupun regional, ” tutur Andi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Pasokan Pangan di Jabar Surplus, Ketersediaan untuk Ramadan Terpenuhi

07 Feb 2026, 09:39 WIBNews