Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sekolah Maung Jabar Dituding Dapat Memunculkan Diskriminasi
SPMB di SMAN 3 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Jabar menilai program Sekolah Maung berpotensi menciptakan diskriminasi dan sekat antar lembaga pendidikan di tingkat SMA/SMK.
  • Ade D. Hendriana meminta Pemprov Jabar melakukan kajian mendalam serta evaluasi kebijakan agar tidak mengulang konflik seperti program RSBI yang pernah dihapus.
  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi membantah tudingan diskriminasi, menyebut Sekolah Maung bertujuan memberi kesempatan bagi murid berprestasi dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
tahun ajaran baru 2026

Sekolah Maung Jabar direncanakan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026 di seluruh kabupaten dan kota Jawa Barat.

Senin (27/4/2026)

Ketua Umum FKSS Jabar, Ade D. Hendriana, mengkritik program Sekolah Maung yang dinilai berpotensi menimbulkan diskriminasi dalam pendidikan SMA/SMK di Jawa Barat.

kini

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membantah tudingan diskriminasi dan menjelaskan bahwa Sekolah Maung bertujuan memberi kesempatan bagi murid berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Rencana peluncuran program Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung di seluruh kabupaten dan kota Jawa Barat menuai kritik karena dinilai berpotensi menimbulkan diskriminasi dalam sistem pendidikan.
  • Who?
    Ketua Umum Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat, Ade D. Hendriana, menyampaikan kritik terhadap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Gubernur Dedi Mulyadi selaku penggagas program tersebut.
  • Where?
    Kritik disampaikan di Bandung, sementara program Sekolah Maung direncanakan diterapkan pada SMA/SMK di 27 kabupaten dan kota se-Provinsi Jawa Barat.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Senin, 27 April 2026. Program Sekolah Maung dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2026.
  • Why?
    Ade menilai program ini dapat menciptakan sekat antara sekolah reguler dan sekolah unggulan serta mengulang pola segregasi pendidikan seperti yang pernah terjadi pada program RSBI sebelumnya.
  • How?
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menunjuk satu SMA di tiap daerah untuk menjadi Sekolah Maung dengan sistem seleksi melalui SMPB akademik dan non-akademik; namun FKSS meminta evaluasi mendalam sebelum penerapan dilakukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada rencana bikin Sekolah Maung di Jawa Barat buat anak-anak yang pintar. Tapi ada bapak-bapak kepala sekolah yang bilang nanti bisa bikin anak-anak jadi beda dan iri. Katanya sekolah itu cuma buat murid berprestasi, jadi nggak adil. Tapi Pak Gubernur bilang enggak kok, sekolah itu biar semua anak hebat bisa belajar lebih baik. Sekarang mereka masih bahas rencananya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Rencana pendirian Sekolah Maung di Jawa Barat menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk memperluas ruang bagi siswa berprestasi agar lebih difasilitasi sesuai potensinya. Melalui penempatan sekolah ini di setiap kabupaten dan kota, Gubernur Dedi Mulyadi berupaya menciptakan lingkungan belajar yang menghargai keunggulan akademik maupun non-akademik, sekaligus mendorong peran kelas menengah sebagai penggerak kemajuan pendidikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat turut mengkritik rencana program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang akan dihadirkan di seluruh kabupaten dan kota se-Jabar. Keberadaan sekolah ini dinilai akan memunculkan masalah baru di dunia pendidikan.

Diketahui, Sekolah Maung ini direncanakan beroperasi pada tahun ajaran baru 2026. Disdik Jabar nantinya akan memilih salah satu sekolah SMA di 27 kabupaten dan kota untuk dijadikan Sekolah Maung. Proses pendaftaran pun dilakukan melalui SMPB, baik akademik dan non-akademik.

Ketua Umum FKSS Jabar, Ade D. Hendriana mengatakan, keberadaan sekolah ini nantinya berpotensi membuat adanya sekat dalam dunia pendidikan khususnya tingkat SMA/SMK di Jawa Barat.

"Program Sekolah Manusia Unggul yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat, akan memunculkan diskriminasi dalam pendidikan dan membuat sekat antara lembaga pendidikan," ujar Ade, Senin (27/4/2026).

1. Pengelompokan murid merupakan bentuk diskriminasi

Ilustrasi orang tua siswa protes hasil PPDB Jabar. IDN Times/Debbie Sutrisno

Adapun Sekolah Maung ini rencananya akan menampung semua murid berprestasi dan mendapatkan pembelajaran yang berbeda dengan sekolah biasa. Ade merasa, langkah ini sangat diskriminasi terhadap calon murid.

"Penggolongan kasta dalam Sekolah Maung dan sekolah reguler itu bentuk diskriminatif," ucapnya.

Pemprov Jabar, dirasakan Ade, belum membuat kajian yang mendalam mengenai rencana program ini. Padahal, hal itu dirasakannya penting agar mengetahui kondisi langsung di lapangan seperti apa.

"Dalam pembentukan kebijakan publik, Pemprov Jabar sebaiknya lebih memperhatikan tahapan kebijakan dan melakukan analisa kebijakan yang mendalam agar mendapatkan rekomendasi kebijakan yang tepat dilaksanakan bagi masyarakat," jelasnya.

2. Akses pendidikan harus adil dan setara

ilustrasi murid sma smk fase f kelas 11 dan 12 sedang mengerjakan 10 proyek koding dan ai sederhana

Ade menduga, progam ini nantinya akan membuat konflik seperti program Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) yang sebelumnya sudah ada, namun sekarang dihapuskan.

"Ke depan tidak menutup kemungkinan akan menjadi konflik seperti sekolah rintisan RSBI dahulu. Sudah benar dahulu RSBI dihapus sekarang malah muncul kebijakan sekolah maung ini seolah mengulang segregasi (pemisah/pengasingan) pendidikan," katanya.

Sementara, pemerataan pendidikan, kata dia, merupakan hal seluruh masyarakat, baik yang memiliki potensi akdemik dan non-akademik harusnya tidak dibeda-bedakan.

"Pemprov Jabar harus terus memastikan akses pendidikan yang berkualitas karena itu adalah hak seluruh anak bangsa," ucap dia.

Dengan kondisi tersebut, Ade mendorong agar Pemerintah Provinsi Jabar turut melakukan evaluasi program yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru ini. Hal itu juga penting dilakukan agar tidak membuat adanya proyek-proyek yang menguntungkan segelintir orang.

"Pemprov Jabar sebaiknya membuat evaluasi bertahap terhadap segala jenis kebijakan pendidikan yang telah dilaksanakan agar tidak terjadi kasus-kasus proyek kebijakan yang menguntungkan beberapa pihak," ucapnya.

"Dengan demikian, diharapkan sistem pendidikan di Provinsi Jawa Barat mampu menciptakan manusia yang unggul dan berkualitas secara jasmani dan rohani," kata dia.

3. Dedi Mulyadi Ingin ada sekolah Negeri mirip SMA Taruna Nusantara

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi sebelumnya membatah Sekolah Maung ini dapat memunculkan diskriminasi atau kecemburuan. Dia mengatakan, keberadaan sekolah ini untuk memberikan kesempatan para murid berprestasi namun kurang difasilitasi.

"Begini dari dulu juga begitu kan, sama juga ada sekolah-sekolah yang punya kualifikasi khusus kaya Taruna Nusantara, kan sama juga begitu loh," ujar Dedi.

Sekolah Maung sendiri akan ditempatkan di semua SMA/SMK di kabupaten dan kota se-Jabar yang sebelumnya dilabeli sebagai sekolah favorit. Dedi menilai, selama ini para murid berprestasi belum mendapatkan pembelajaran yang mendukung ketika masuk sekolah negeri biasa.

Dedi pun berkeinginan, melalui Sekolah Maung ini kelompok ekonomi kelas menengah ke bawah bisa meningkat, ketika anak-anak diberikan kesempatan untuk mengembangkan prestasinya.

"Kan ada keterbatasan nah sekarang kita lebih menambah lagi kan dalan sebuah kelompok itu harus ada kelas menengah yang menjadi penggerak, yang ingin saya inginkan adalah kelas menengah penggerak," jelas dia.

Kecemburuan yang sering terjadi di masyarakat, kata Dedi, sering kali muncul karena anaknya yang memiliki kemampuan lebih justru tidak mendapatkan kesempatan akademik yang layak dari murid lainnya. Hal tersebut dipastikan dia akan terkikis melalui Sekolah Maung.

"Nah akan menjadi kecemburuan mana sekolah itu hanya menekankan akademik misalnya memahami keunggulan anak itu hanya akademik itu kecemburuan," kata dia.

"Tapi sekarang keunggulan anak itu dibidang olahraga, dibidang seni, industri kreatif, teknologi ya itu kan tidak akan melahirkan kecemburuan maka jadi lah yang terbaik," jelas Dedi.

Editorial Team