Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sejumlah ASN di Bandung Pilih WFA Hindari Macet Arus Balik Lebaran

Sejumlah ASN di Bandung Pilih WFA Hindari Macet Arus Balik Lebaran
ilustrasi WFH (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Intinya Sih
  • Pemerintah mengimbau ASN dan pekerja untuk menerapkan WFA menjelang puncak arus balik Lebaran 2026 guna mengurangi kemacetan dan pemborosan BBM.
  • Sejumlah ASN di Bandung, seperti Abdur dan Erwin, memilih bekerja dari rumah mengikuti arahan pemerintah, sementara sebagian besar pekerja swasta tetap wajib masuk kantor.
  • Kemenhub melalui Dirjen Perhubungan Darat mendorong pemudik memanfaatkan kebijakan WFA agar arus balik lebih lancar, dengan prediksi ratusan ribu kendaraan kembali ke Jabodetabek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Pemerintah telah memberikan imbauan agar aparatur sipil negara maupun pekerja swasta melakukan work from anywhere (WFA/bekerja dari mana saja) jelang puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi terjadi hari ini, Selasa (24/3/2026). WFA ini diharap bisa meminimalisir kemacetan yang bisa berdampak juga pada pemborosan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) akibat jalanan tersendat.

Imbauan ini pun dimanfaatkan Abdur, dosen salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung. Dia memilih untuk WFA dulu mengikuti arahan dari pemerintah.

"Sudah ada imbauan dari kantor jauh-jauh hari jadi saya ikuti saja," kata dia saat dihubungi, Selasa (24/3/2026).

Pria asal Cirebon ini sekarang masih ada di kampung halaman bersama anak dan istrinya. Karena ada imabaun tersebut, Abdur pun masih mengurungkan niatnya untuk bekerja dari kampus.

"Masih bisa pekerjaan dilakukan dari jauh, online," ujarnya.

1. Pilih tak masuk kantor dulu

ilustrasi WFH (pexels.com/Vlada Karpovich)
ilustrasi WFH (pexels.com/Vlada Karpovich)

Sementara itu, ASN Kementerian Perindustrian yang berkantor di Bandung, Erwin, juga menyebut bahwa dia sudah mendapatkan arahan jika ingin melakukan WFA usai libur Lebaran. Dia sebenarnya sudah ada di rumah dan siap jika memang diminta masuk ke kantor, tapi karena ada imbauan untuk bekerja dari mana saja, Erwin kemungkinan akan bekerja dari rumah dulu untuk dua hari ke depan sebelum masuk kerja kembali.

"Ada imbauannya. Bisa bekerja dari rumah atau mana saja tapi tidak di kantor, saya pilih di rumah aja," kata dia.

2. Pekerja swasta tetap harus ngantor

Ilustrasi Pekerjaan Database Administrator
Ilustrasi Pekerjaan Database Administrator (freepik/DC Studio)

Berbeda dengan pekerja ASN, mayoritas pekerja swasta tetap diminta masuk tepat waktu pada Rabu (25/3/2026). Salah satunya adalah Wardhani Triastuti, yang bekerja di penyuplai mesin teksil.

Menurutnya, dia sudah membaca pemberitaan mengenai arahan WFH atau WFA untuk seluruh pekerja. Namun, karena tidak ada imbauan dari kantornya dia tetap pulang ke Bandung untuk kembali bekerja di waktu yang telah ditentukan.

"Saya mudik juga kemarin udah pulang duluan karena takutnya tetap harus ngantor. Ga pulang mepet hari terakhir biar bisa istirahat dulu sehari di rumah beres-beres," ujarnya.

3. Kemenhub sarankan pemudiak WFA

ilustrasi work from anywhere (pexels.com/DoDo PHANTHAMALY)
ilustrasi work from anywhere (pexels.com/DoDo PHANTHAMALY)

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Aan Suhanan, mengimbau pemudik agar memaksimalkan waktu Work From Anywhere (WFA) untuk mengurai puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026.

"Jasa Marga memprediksi pada tanggal 24 Maret 2025 sekitar 285 ribu kendaraan pemudik akan kembali ke Jabodetabek melalui jalur tol. Kami imbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan waktu WFA yang diberikan agar bisa kembali pada tanggal 25, 26 atau 27 Maret," ujar Aan di Jakarta, Senin (23/3/2026).

Aan menambahkan, kebijakan WFA berlaku bagi masyarakat yang bekerja di sektor pemerintahan dan BUMN, serta diimbau dapat diterapkan juga di sektor swasta.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More