Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Satu Penerjun Payung yang Jatuh di Laut Pangandaran Ditemukan Tewas

Ilustrasi jenazah. (timlo.net)
Ilustrasi jenazah. (timlo.net)
Intinya sih...
  • Penerjun payung jatuh di Pantai Pangandaran ditemukan tewas di sekitar Keramba Pantai Timur Pangandaran.
  • Dua atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung meninggal dunia usai kehilangan kendali dan terjatuh saat melakukan penerjunan di Perairan Bojongsalawe.
  • Kedua atlet ini terbilang sudah senior dan sudah terbiasa mengikuti kejuaraan, baik single maupun multievent, tanpa pembatasan usia untuk cabor terjun payung.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Penerjun payung yang terjatuh di Pantai Pangandaran akhirnya ditemukan. Dari informasi yang diterima, korban ditemukan di sekitar Keramba Pantai Timur Pangandaran.

"Betul sudah ditemukan," ujar salah satu anggota SAR Bandung, Seni Wulandari saat dihubungi, Jumat (2/1/2026). Namun, dia belum bisa memberikan data rinci mengenai penemuan jenazah atlet terjun payung tersebut.

Sebagaimana diketahui dua atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung meninggal dunia usai kehilangan kendali dan terjatuh saat melakukan penerjunan di Perairan Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Selasa (30/12/2025) siang. Kecelakaan tersebut berawal dari kegiatan terjun payung melibatkan lima penerjun sekitar pukul 10.15 WIB. Mereka terbang menggunakan pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha.

Pada ketinggian kurang lebih 10.000 kaki terjadi perubahan arah angin yang cukup signifikan. Kondisi tersebut menyebabkan para penerjun kehilangan kendali dan arah pendaratan.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Barat, Budiana menuturkan, berdasarkan informasi sementara penyebab dua atlet terjun payung itu mengalami kecelakaan karena ada kendala teknis saat mengikuti ajang Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jabar.

"Ada penerjunan, faktornya agak jauh dari titik yang seharusnya dilakukan kalau enggak salah. Itu saja ya (informasi) yang saya dapatkan," kata Budiana.

Salah satu korban yang meninggal dunia, kata dia, sudah diberangkatkan dari Pangandaran menuju Kabupaten Bandung. Jenazahnya, diperkirakan akan tiba di rumah duka sekitar pukul sekitar pukul 21.00 WIB atau 22.00 WIB.

"Kalau pencarian sementara untuk atlet yang satunya lagi (yang belum ditemukan), masih dilanjutkan dibantu oleh Pol Airud, lalu kemudian Basarnas dan tim lain yang terlibat melakukan pertolongan," ucapnya.

Budiana mengatakan, jika dilihat dari sisi usia, kedua atlet ini terbilang sudah senior dan sudah terbiasa mengikuti kejuaraan, baik single maupun multievent. Sebab, untuk cabor terjun payung ini tidak ada pembatasan usia.

"Jadi maksudnya kalau dilihat dari sisi usia, nampaknya kedua atlet ini sudah banyak mengikuti kegiatan," kata Budiana.

Budiana memastikan, dengan adanya kejadian ini KONI Jabar akan memberikan atensi, dan KONI Kabupaten Bandung juga tentunya akan melakukan hal yang sama karena pihaknya melihat tragedi ini dari aspek kemanusiaan.

"Aspek kemanusiaan akan kita ke depankan terlebih dahulu lah. Untuk menghormati jasa besar almarhum juga di dunia terjun payung Jawa Barat dan Nasional," ujarnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Pemkot Bandung Targetkan Investasi Capai Rp11,363 Triliun pada 2026

02 Jan 2026, 20:57 WIBNews