Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SAR Bandung Lanjutkan Pencarian Supendi yang Hilang Tertimbun Longsor
(Humas/SAR Bandung)
  • Tim SAR Bandung melanjutkan pencarian hari kedua terhadap Supendi, korban longsor di Dusun Cirangon, Sumedang, setelah tujuh warga lainnya berhasil diselamatkan.
  • Pencarian dilakukan dengan metode Manual Search dan Technical Search, disertai langkah keselamatan seperti penempatan safety officer serta kesiagaan ambulans dan tim medis.
  • Koordinasi antarinstansi terus diperkuat agar pencarian berjalan efektif, namun operasi akan dihentikan sementara jika cuaca memburuk atau terjadi pergerakan tanah berbahaya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
8 April 2026

Longsor terjadi di Dusun Cirangon, Desa Mekarrahayu, Sumedang Selatan sekitar pukul 17.30 WIB akibat hujan deras. Dua rumah tertimbun, tujuh orang selamat dan satu orang bernama Supendi dilaporkan hilang.

9 April 2026

Pukul 07.00 WIB tim SAR gabungan melakukan asesmen dan pemetaan area kerja, lalu pukul 07.30 WIB memulai pencarian dengan metode Manual Search dan Technical Search. Operasi difokuskan pada keselamatan personel serta antisipasi longsor susulan.

kini

Tim SAR Bandung bersama unsur gabungan masih melanjutkan pencarian korban hilang dengan memperhatikan kondisi cuaca dan potensi bahaya di lokasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Tim SAR melanjutkan pencarian terhadap satu warga bernama Supendi yang hilang setelah tertimbun longsor di Dusun Cirangon, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan.
  • Who?
    Pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan yang dipimpin Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana, dengan dukungan BPBD dan unsur potensi SAR lainnya.
  • Where?
    Lokasi pencarian berada di Dusun Cirangon RT 01 RW 07, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
  • When?
    Pencarian memasuki hari kedua pada Kamis, 9 April 2026, setelah longsor terjadi Rabu sore, 8 April 2026 sekitar pukul 17.30 WIB.
  • Why?
    Longsor terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan dua rumah warga tertimbun material tanah.
  • How?
    Pencarian dilakukan dengan metode Manual Search dan Technical Search disertai langkah keselamatan seperti penempatan safety officer serta kesiagaan ambulans dan tim medis di lokasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada tanah longsor di Sumedang waktu hujan deras. Dua rumah tertimbun dan delapan orang kena, tapi tujuh orang sudah selamat. Satu orang namanya Pak Supendi belum ketemu. Tim SAR dari Bandung masih cari dia pakai cara manual dan alat khusus. Mereka hati-hati sekali karena tanahnya masih bisa longsor lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR Bandung menunjukkan komitmen kuat terhadap keselamatan dan kerja sama lintas instansi. Dengan perencanaan matang, metode pencarian manual dan teknis, serta penerapan prosedur keamanan yang ketat, operasi ini mencerminkan profesionalisme tinggi. Fakta bahwa tujuh warga berhasil selamat menegaskan efektivitas koordinasi dan kesiapsiagaan petugas di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sumedang, IDN Times - Tim SAR melanjutkan pencarian warga yang hilang terdampak longsor di Dusun Cirangon RT 01 RW 07, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Pencarian ini memasuki hari kedua setelah kejadian pada Rabu (8/4/2026).

Diketahui, dari total delapan orang terdampak, sebanyak tujuh orang dilaporkan selamat, sementara satu orang masih dalam pencarian atas nama Supendi (63 tahun).

"Pada pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan melaksanakan assesment di sekitar lokasi kejadian (LKP), dilanjutkan dengan pemetaan area kerja serta briefing terkait kekuatan personel, SOP, dan pembagian tugas," ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).

1. Semua perlengkapan dikerahkan

(Humas/SAR Bandung)

Selanjutnya pada pukul 07.30 WIB, Ade mengatakan, tim memulai pencarian dengan menggunakan metode manual search dan technical search. Dalam pelaksanaan operasi, tim SAR juga menerapkan langkah-langkah keselamatan dengan menyiapkan jalur evakuasi darurat.

"Seperti menempatkan safety officer untuk memantau potensi longsor susulan, serta menyiagakan ambulans dan tim medis di lokasi. Operasi akan dihentikan sementara apabila terjadi kondisi yang membahayakan, seperti pergerakan tanah atau cuaca buruk," katanya.

Ade menyampaikan, seluruh unsur SAR gabungan berupaya maksimal dalam proses pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Pada hari kedua operasi ini, Basarnas bersama tim SAR gabungan terus melakukan pencarian secara optimal dengan metode manual dan teknis.

"Namun demikian, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan," ucapnya.

2. Koordinasi dengan unsur terkait turut dilakukan

(Humas/SAR Bandung)

Ade juga menambahkan bahwa koordinasi antar instansi terus diperkuat guna mempercepat proses pencarian korban. Dia menegaskan, pencarian akan diberhentikan sementara jika kondisi cuaca turun hujan disertai angin kencang.

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, termasuk BPBD dan potensi SAR di lapangan, agar proses pencarian dapat berjalan efektif dan korban dapat segera ditemukan," kata dia.

3. Material longsor menerjang dua unit rumah

(Humas/SAR Bandung)

Diketahui, kejadian longsor terjadi pada Rabu, 8 April 2026 sekitar pukul 17.30 WIB, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

Material longsor menimpa dua unit rumah warga, mengakibatkan tujuh orang selamat, empat orang berhasil dievakuasi di lokasi, sementara tiga orang lainnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Umar Wirahadikusumah.

Hingga saat ini, satu orang korban masih dalam pencarian dan tim SAR gabungan terus melanjutkan operasi dengan memperhatikan kondisi cuaca serta potensi bahaya di lokasi kejadian.

Editorial Team