Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sampah Bandung 2026 Dikejar Mesin, Ketergantungan Sarimukti Masih Tinggi

174981181090-pemkot-bandung-bakal-tempatkan-insenerator-di-tps-sukawarna.jpeg
IDN Times/Humas Bandung
Intinya sih...
  • Hanya disetujui sepertiganya
  • Tambah 25 mesin dan insinerator, kejar waktu sampai April
  • Kirim sampah ke luar kota jadi opsi sementara
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Target penanganan sampah Kota Bandung pada 2026 kembali diuji realitas khususnya dalam persoalan anggaran dan TPA Sarimukti. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengakui sejumlah persoalan sampah menjadi tantangan terutama dalam kebutuhan ideal anggaran penanganan sampah mencapai Rp94 miliar.

Selain itu, sistem pengelolaan sampah Bandung yang masih sangat bergantung pada stabilitas TPA Sarimukti akan memiliki risiko krisis setiap kali sistem terganggu. Di tengah keterbatasan itu, DLH memiliki langkah antisipasi dengan memilih jalan cepat dengan melakukan efisiensi internal, penambahan mesin pengolah, dan skema darurat kirim sampah ke luar kota.

Langkah-langkah ini diklaim mampu menutup celah sekitar 200 ton sampah per hari yang selama ini rawan menumpuk. Namun di balik optimisme tersebut, masih tersisa sejumlah catatan kritis soal ketergantungan infrastruktur dan ketahanan sistem.

1. Hanya disetujui sepertiganya

3HLjFz4hjUM3DYBlxd3d7iP2XwPZi1m1ruAM85w5.jpg
Dok IDN Times

DLH menyebut kebutuhan anggaran pengelolaan sampah untuk 2026 mencapai Rp94 miliar. Namun keterbatasan fiskal membuat pemerintah kota hanya menyetujui Rp27 miliar.

“Karena yang lain juga butuh anggaran, yang di-ACC alhamdulillah ada Rp27 miliar,” ujar Kepala DLH Kota Bandung, Darto.

Anggaran tersebut diprioritaskan untuk program Gaslah dan pengadaan peralatan pendukung. Untuk menutup kekurangan, DLH mengalihkan belanja yang dinilai bisa ditunda ke pengadaan mesin pengolahan sampah. Dari efisiensi internal itu, sekitar Rp29 miliar disiapkan untuk memperkuat infrastruktur pengolahan.

2. Tambah 25 mesin dan insinerator, kejar waktu sampai April

IMG_7720.jpg
IDN Times/Humas Bandung

Tahun ini, DLH menargetkan penambahan sekitar 25 unit mesin pengolahan sampah. Dengan tambahan tersebut, total unit pengolah di Kota Bandung diproyeksikan mencapai sekitar 40 unit, termasuk insinerator.

Saat ini, sekitar 15 insinerator sudah beroperasi. DLH menegaskan seluruh unit telah melalui uji emisi di Laboratorium PDAM Tirtawening yang terakreditasi dan dinyatakan aman.

“Masih jauh dari ambang batas, aman” kata dia.

Pengadaan mesin ditargetkan mulai Januari, dengan instalasi hingga akhir Februari. Operasional awal direncanakan pada 1 Maret, sementara produksi puncak ditargetkan mulai April. Perhitungan DLH, tambahan mesin ini mampu mengolah sekitar 233 ton sampah per hari, ditambah 40 ton dari Gaslah.

3. TPA Sarimukti masih jadi penentu

Kondisi di TPA Sarimukti, KBB. (Bangkit Rizki/IDN Times)
Kondisi di TPA Sarimukti, KBB. (Bangkit Rizki/IDN Times)

Meski kapasitas pengolahan internal diperkuat, DLH mengakui ketergantungan Bandung terhadap TPA Sarimukti masih sangat tinggi. Saat ini, sekitar 980 ton sampah per hari masih dikirim ke Sarimukti dari total timbulan sekitar 1.500 ton.

Dari sisa 520 ton, sekitar 328 ton telah berhasil ditangani secara internal. Sisanya, sekitar 200 ton, masih harus diamankan melalui skema darurat, termasuk pengiriman sementara ke luar kota dengan tipping fee Rp385 ribu per ton.

“Aman kalau Sarimukti juga aman. Kalau tidak ada pengurangan tonase lagi, target kita tercapai,” ujar Darto.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Diguyur Hujan Deras, Desa Kasturi Majalengka Terendam Banjir 1 Meter

07 Jan 2026, 21:57 WIBNews