Warga melihat berbagai produk UMKM unggulan dalam Program Bandung Belanja. (Dok. Humas Pemkot Bandung)
Melihat peluang tersebut, Pemkot Bandung memutuskan mempercepat pelaksanaan program Bandung Bulan Belanja. Jika sebelumnya direncanakan berlangsung pada Agustus, program itu dimajukan menjadi Juni 2026.
Farhan mengatakan keputusan tersebut diambil untuk memanfaatkan momentum meningkatnya kunjungan wisatawan Malaysia dan tren belanja yang sedang berkembang.
"Momentumnya pas. Makanya program Bandung Bulan Belanja yang tadinya direncanakan Agustus didorong ke bulan Juni supaya bisa menangkap semangat belanja wisatawan tersebut," katanya.
Meski demikian, Pemkot Bandung masih menunggu data resmi mengenai jumlah kunjungan wisatawan Malaysia yang masuk ke Kota Bandung. Evaluasi dan pengukuran dampak ekonomi dari tren tersebut akan dilakukan setelah data dan survei pendukung tersedia.
Farhan berharap momentum ini dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan perdagangan sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu destinasi wisata belanja dan kuliner unggulan di Indonesia.