Rektor Baru Universitas Ekuitas Bicara SDM Unggul Industri di Rebana

- Rektor Universitas Ekuitas, Prof Dr R Arief Helmi, fokus pada penyiapan SDM lokal untuk mendukung investasi di wilayah Rebana, Jawa Barat.
- Universitas Ekuitas membuka Fakultas Informatika sebagai upaya untuk menciptakan SDM unggul dalam bidang digitalisasi yang sangat dibutuhkan oleh industri.
- Arief juga akan memperbanyak riset dengan menggandeng lembaga dan instansi lain untuk mendukung pengembangan universitas ke depan.
Bandung, IDN Times - Rektor baru Universitas Ekuitas Prof Dr R Arief Helmi menyampaikan beberapa gagasannya dalam memaksimalkan peningkatan perekonomian di wilayah Jabar lewat Rebana. Salah satunya yaitu penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal untuk menyambut investasi yang masuk di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencanangkan wilayah Rebana mencakup tujuh daerah yaitu Cirebon, Indramayu, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Subang, Kota Cirebon. Adapun daerah-daerah tersebut dikhususkan untuk pusat industri masa depan Jabar.
"Jadi kehadiran kami diharapkan berdampak bagi Jawa Barat terutama dalam pengembangan sumber daya manusia baik itu yang khusus di bidang perbankan maupun secara umum," ujar Arief setelah resmi dilantik sebagai rektor dari universitas milik BUMD Bank bjb tersebut, Selasa (20/1/2026).
1. SDM untuk kawasan Rebana menjadi tantangan

Menurutnya, kawasan Rebana saat ini merupakan upaya pemerintah untuk menarik para investor datang ke Jawa Barat. Meski begitu, kawasan tersebut masih dalam pengembangan dan menurutnya memerlukan SDM yang kompeten.
"Kawasan Rebana di daerah Subang, Purwakarta yang memerlukan sumber daya manusia yang unggul, yang memiliki kemampuan dan kompetensi. Itu jadi tantangan tapi kami tidak takut menghadapinya karena kami sudah punya pengalaman dalam bidang ekonomi dan kebudayaan juga," ujar Arief.
2. Menjawab kebutuhan digitalisasi dengan hadirkan fakultas baru

Universitas Ekuitas juga baru saja membuka peluang dan ikut beradaptasi untuk menciptakan SDM yang unggul dengan dibukanya Fakultas Informatika. Arief mengungkapkan, hal itu dihadirkan karena kebutuhan untuk digitalisasi sangat mendesak.
"Jadi tidak ada sekarang perusahaan yang kelewat digital. Perusahaan yang mungkin masih terlambat dengan informasi itu ya sudah tidak punya masa depan. Dan inilah tepat keputusan dari yayasan atau pembina BJB untuk sejak November 2025 memunculkan fakultas baru dan ini sangat relevan," katanya.
3. Riset akan diperbanyak

Lebih lanjut, Arief menambahkan, dalam memacu kualitas Universitas Ekuitas, ke depannya mereka akan memperbanyak riset dengan tidak hanya mengandalkan dari pembiayaan internal. Menurut dia, saat ini sudah banyak lembaga menawarkan kerja sama riset dan pembiayaan.
"Kementerian juga banyak peluang, ada LPDP juga. Saya akan mendorong kolega-kolega dosen di sini untuk memanfaatkan berbagai peluang riset tersebut," ucapnya.
Untuk diketahui, Arief memimpin Universitas Ekuitas dengan didampingi dua wakil rektor, yakni Muhammad Rozahi Istambul dan Cecep Taufiqurrahma. Mereka akan bekerja bersama selama beberapa tahun mendatang.


















