14.900 Paket Uang Baru Disiapkan BI Cirebon Jelang Lebaran

- Bank Indonesia Cirebon menyiapkan 14.900 paket uang baru untuk masyarakat Ciayumajakuning selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 guna memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil menjelang Lebaran.
- Program penukaran melibatkan sembilan bank di 99 titik layanan, termasuk kegiatan terpadu empat hari dengan kuota 1.000 paket per hari agar akses masyarakat lebih luas dan antrean berkurang.
- BI Cirebon menyediakan Rp3,89 triliun uang tunai, naik 25,8% dari tahun sebelumnya, dengan sistem reservasi digital melalui aplikasi PINTAR untuk memastikan proses penukaran tertib dan efisien.
Cirebon, IDN Times - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon menyiapkan sebanyak 14.900 paket penukaran uang baru bagi masyarakat selama periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026. Layanan ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan uang pecahan kecil yang biasanya meningkat menjelang hari raya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan penukaran uang tersebut berlangsung pada periode 23 Februari hingga 13 Maret 2026 di berbagai titik layanan di wilayah Ciayumajakuning.
“Total selama Ramadan kami menyiapkan sekitar 14.900 paket penukaran uang untuk masyarakat. Program ini merupakan bagian dari upaya kami memastikan ketersediaan uang layak edar menjelang Lebaran,” ujar Ayu dalam kegiatan penukaran uang terpadu di Grage City Mall, Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan kecil saat Ramadan dan Idulfitri menjadi alasan Bank Indonesia meningkatkan kesiapan layanan penukaran dibandingkan tahun sebelumnya.
1. Penukaran terpadu digelar empat hari

Selain layanan reguler di perbankan, Bank Indonesia juga menyelenggarakan kegiatan penukaran uang terpadu yang melibatkan sejumlah bank di wilayah Ciayumajakuning. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari dengan kuota 1.000 paket penukaran setiap hari.
Ayu menjelaskan kegiatan terpadu ini dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan penukaran uang baru sekaligus mengurangi antrean panjang di lokasi layanan.
“Khusus kegiatan penukaran terpadu, setiap hari tersedia sekitar 1.000 paket. Kegiatan ini kami lakukan selama empat hari sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk mendapatkan uang pecahan baru,” katanya.
Layanan penukaran tersebut digelar melalui kerja sama Bank Indonesia dengan sejumlah perbankan yang memiliki jaringan luas di wilayah Ciayumajakuning.
2. Sembilan bank dilibatkan

Dalam program penukaran uang Lebaran tahun ini, Bank Indonesia menggandeng sembilan bank untuk membuka loket penukaran di berbagai daerah.
Bank-bank tersebut antara lain Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank BJB, Bank Tabungan Negara, Bank Syariah Indonesia, Bank Central Asia, Bank Muamalat Indonesia, serta CIMB Niaga.
Melalui kerja sama tersebut, layanan penukaran uang disediakan di 99 titik lokasi yang tersebar di wilayah Ciayumajakuning, mencakup daerah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
Menurut Wihujeng, sebagian besar titik penukaran berada di kantor cabang perbankan, sementara sebagian lainnya dilayani melalui kas keliling Bank Indonesia.
“Kami berkolaborasi dengan perbankan agar jangkauan layanan lebih luas sehingga masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk menukarkan uang,” ujarnya.
3. BI siapkan Rp3,89 triliun uang tunai

Untuk mendukung kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Idulfitri, Bank Indonesia Cirebon menyiapkan dana sebesar Rp3,89 triliun bagi wilayah Ciayumajakuning.
Jumlah tersebut meningkat 25,8 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp3,09 triliun.
Wihujeng menjelaskan peningkatan penyediaan uang tunai tersebut mempertimbangkan tingginya antusiasme masyarakat dalam melakukan penukaran uang serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di daerah.
“Permintaan masyarakat terhadap uang pecahan kecil setiap tahun cenderung meningkat. Selain itu, aktivitas ekonomi juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik sehingga kebutuhan uang tunai ikut bertambah,” katanya.
Ia menambahkan bahwa setiap masyarakat yang melakukan penukaran uang dapat memperoleh maksimal Rp5,3 juta per paket. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan batas maksimal tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,8 juta.
Seluruh proses penukaran uang tahun ini dilakukan melalui sistem reservasi digital menggunakan aplikasi PINTAR BI.
Melalui sistem tersebut, masyarakat diharuskan melakukan pendaftaran terlebih dahulu untuk mendapatkan jadwal serta lokasi penukaran yang tersedia.
Wihujeng menilai penggunaan sistem digital tersebut membantu memastikan layanan penukaran berjalan lebih tertib serta memberikan kepastian bagi masyarakat yang ingin memperoleh uang baru.
“Kami terus meningkatkan layanan melalui aplikasi PINTAR agar proses penukaran lebih mudah, tertib, dan masyarakat mendapatkan kepastian waktu serta lokasi layanan,” ujarnya.


















