Razia Balap Liar, Polrestabes Bandung Sita Sajam dari Remaja

Bandung, IDN Times - Fenomena kenakalan remaja di jalanan Kota Bandung kembali jadi perhatian. Dalam rentang dua hari, polisi menangkap puluhan anggota geng motor, tiga remaja membawa senjata celurit, dan belasan sepeda motor yang diduga hendak dipakai balap liar. Seluruhnya terjaring dalam patroli malam hingga dini hari yang digelar Polrestabes Bandung.
Kegiatan patroli dilakukan melalui operasi Prabu Lodaya Presisi dan Perintis Presisi pada Jumat (20/2/2026) sampai Minggu (22/2/2026). Polisi menyasar titik-titik rawan keributan malam hari, terutama kawasan jalan protokol dan flyover yang kerap jadi tempat kumpul remaja.
1. Ada tiga remaja bawa celurit

Patroli 1x24 jam sejak Jumat pagi menemukan sedikitnya 26 orang yang terindikasi anggota geng motor. Mereka terdiri dari kelompok Warsel dan Warpoh. Empat motor berknalpot bising juga diamankan.
Penindakan dilakukan setelah warga melaporkan adanya kerumunan geng motor di Jalan Serang. Sekitar 20 orang langsung dibawa ke Polsek Batununggal untuk pemeriksaan.
Tak berhenti di situ, sekitar pukul 02.53 WIB di kawasan Fly Over Pelangi hingga Jalan Ibrahim Adjie, polisi mengejar sekelompok pemuda yang mengacungkan senjata tajam. Tiga remaja berinisial B (15), R (17), dan A (17) berhasil diamankan.
Dari mereka, polisi menyita satu bilah celurit, satu motor, puluhan butir obat terlarang, serta celana yang dimodifikasi menggunakan baut.
2. Flyover Pasopati kembali jadi target balap liar

Pada patroli berikutnya, Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 02.28 WIB, Tim Prabu 3 mendapati rombongan pengendara berkumpul di Jalan Riau. Setelah diperiksa, 16 sepeda motor diduga akan digunakan balap liar di Fly Over Pasopati.
Seluruh kendaraan langsung dibawa ke Mako Polrestabes Bandung dan dikenai tilang. Situasi selama penindakan berlangsung kondusif.
Balap liar masih jadi masalah klasik di Bandung, terutama pada akhir pekan dini hari. Jalanan sepi dan panjang sering dimanfaatkan sebagai lintasan dadakan.
3. Polisi ingatkan orang tua ikut awasi aktivitas malam anak

Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin menegaskan patroli malam akan terus diperkuat untuk menekan gangguan keamanan. Polisi tidak akan memberi ruang bagi kekerasan jalanan maupun balap liar.
Ia menyebut aktivitas tersebut berbahaya, bukan hanya bagi pelaku tetapi juga pengguna jalan lain. Polisi juga meminta masyarakat aktif melapor bila menemukan potensi gangguan keamanan.
Selain itu, peran keluarga dinilai penting. Orang tua diminta mengawasi aktivitas anak terutama pada malam hingga dini hari, karena sebagian besar yang diamankan masih berusia remaja.
Fenomena ini menunjukkan persoalan geng motor dan balap liar di Bandung bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan juga isu sosial remaja mulai dari pencarian identitas, pergaulan, hingga minimnya pengawasan.
![[QUIZ] Hisab, Rukyat, atau KHGT? Seberapa Paham Kamu soal Penentuan 1 Ramadan?](https://image.idntimes.com/post/20250303/image-2025-03-03-154239526-e1ddeb6d31711557dfb4be4234457150-c54df1ecd22144be6ba0c2209af363b9.png)


![[QUIZ] Setahun Pimpin Jabar, Kamu Tim KDM atau Erwan?](https://image.idntimes.com/post/20241013/img-20241013-wa0042-407af6da6eae2242c102015e0dac30dd.jpg)












