Bandung, IDN Times – Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mendadak menjadi perbincangan di kalangan warga Bandung Raya. Sejumlah warga mengaku terkejut setelah mengecek data mereka secara mandiri dan mendapati statusnya masuk desil 10, kelompok yang dikategorikan sebagai masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam klasifikasi pemerintah.
Temuan itu memunculkan beragam pertanyaan. Sebagian warga mengaku tidak mempermasalahkan label tersebut, namun mereka khawatir jika klasifikasi itu nantinya berdampak pada akses bantuan sosial, biaya pendidikan, hingga berbagai layanan yang menggunakan data sosial ekonomi sebagai dasar penentuan kebijakan.
DTSEN merupakan basis data sosial ekonomi nasional yang kini digunakan pemerintah untuk memetakan kondisi kesejahteraan masyarakat. Dalam sistem tersebut, warga dikelompokkan ke dalam 10 desil, mulai dari desil 1 sebagai kelompok paling rentan hingga desil 10 yang dianggap memiliki kondisi ekonomi paling mampu.
