Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rakernas APEKSI Sepakati 10 Rekomendasi untuk Penguatan Kota Tangguh
Rakernas APEKSI Sepakati 10 Rekomendasi untuk Penguatan Kota Tangguh (Dok. Apeksi)
  • Rakernas XVIII APEKSI menghasilkan sepuluh rekomendasi strategis untuk memperkuat pembangunan kota, mencakup ketahanan fiskal, transformasi digital, penataan ruang, dan peningkatan peran generasi muda.
  • Beragam forum tematik seperti Youth City Changers dan Forum Lingkungan Hidup digelar untuk memperkuat kolaborasi antarpemerintah kota dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.
  • Rakernas diikuti 98 kota anggota dengan dampak ekonomi sekitar Rp72 miliar melalui berbagai kegiatan budaya dan pameran, serta menjadi dasar advokasi kebijakan pembangunan kota tangguh dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Pemerintah kota dari berbagai daerah menyepakati sejumlah rekomendasi strategis dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah pusat dalam memperkuat pembangunan perkotaan.

Rakernas XVIII APEKSI yang mengusung tema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat" resmi ditutup pada Kamis (3/7/2026). Forum tersebut menjadi wadah bagi pemerintah kota untuk menyusun langkah bersama menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Selama pelaksanaannya, Rakernas membahas beragam isu strategis, mulai dari ketahanan fiskal daerah, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, pengelolaan lingkungan, hingga penguatan ekonomi lokal.

Hasil pembahasan kemudian dirumuskan menjadi 10 rekomendasi yang akan menjadi agenda advokasi APEKSI kepada pemerintah pusat.

1. Rakernas rumuskan sepuluh rekomendasi strategis

ilustrasi pencatatan keuangan (pexels.com/PicJumbo)

Melalui sidang pleno, seluruh pemerintah kota yang hadir menyepakati sepuluh rekomendasi sebagai arah penguatan pembangunan perkotaan. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan kapasitas fiskal daerah, penataan kebijakan aparatur sipil negara, percepatan pembangunan infrastruktur, hingga transformasi layanan publik berbasis digital.

Selain itu, pemerintah kota juga mendorong penguatan ketahanan lingkungan, pembangunan ekonomi yang inklusif, penataan ruang, kepastian regulasi, serta peningkatan keterlibatan generasi muda dalam pembangunan.

Direktur Eksekutif APEKSI, Alwis Rustam, mengatakan rekomendasi tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai forum yang digelar selama Rakernas.

"Rekomendasi tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai forum dan pembahasan selama Rakernas. Pemerintah kota memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, sehingga masukan yang dirumuskan dalam Rakernas diharapkan menjadi bagian dari penguatan kebijakan nasional," ujar Alwis Rustam.

Menurutnya, pengalaman pemerintah kota di lapangan menjadi modal penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.

2. Berbagai forum bahas isu pembangunan perkotaan

ilustrasi pembangunan infrastruktur (pexels.com/Mikael Blomkvist)

Rakernas XVIII APEKSI tidak hanya diisi agenda utama organisasi, tetapi juga menghadirkan berbagai forum tematik yang membahas isu-isu pembangunan.

Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain Youth City Changers (YCC), Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital, Forum Pangan, Forum Bisnis dan Investasi, Ladies Program, Karnaval Budaya Nusantara, hingga Indonesia City Expo.

Berbagai forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi antarpemerintah kota dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

"Pemerintah kota memiliki pengalaman langsung dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, sehingga masukan yang dirumuskan dalam Rakernas diharapkan menjadi bagian dari penguatan kebijakan nasional," kata Alwis Rustam.

APEKSI menilai kolaborasi antardaerah menjadi salah satu faktor penting untuk menciptakan kota yang adaptif dan berdaya saing.

3. Rakernas diharapkan berdampak pada pembangunan daerah

ilustrasi pembangunan rumah (pexels.com/Anjan Karki)

Rakernas XVIII APEKSI diikuti oleh 88 wali kota, empat wakil wali kota, dua sekretaris daerah, dan satu kepala Bappeda yang mewakili 98 kota anggota APEKSI.

Selain menjadi forum perumusan kebijakan, penyelenggaraan kegiatan juga memberikan dampak ekonomi. Karnaval Budaya Nusantara melibatkan sekitar 2.800 peserta, sementara Indonesia City Expo dan bazar menghadirkan 375 pelaku UMKM. Pemerintah setempat memperkirakan kegiatan tersebut mendorong perputaran ekonomi hingga sekitar Rp72 miliar.

APEKSI menyatakan 10 rekomendasi yang telah disepakati akan menjadi bahan advokasi kepada pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

"Rekomendasi tersebut merupakan hasil konsolidasi berbagai forum dan pembahasan selama Rakernas," ujar Alwis Rustam.

Melalui rekomendasi tersebut, APEKSI berharap pemerintah kota dapat terus memperkuat ketahanan fiskal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat transformasi digital, serta mendorong pembangunan yang lebih merata dan berdaya saing.

Curated For You

Editorial Team

Related Article