Di era digital, tuntutan keterbukaan publik semakin besar. Farhan berencana mempublikasikan hasil belanja daerah melalui media sosial sebagai bentuk transparansi. Meski terdengar progresif, kebijakan ini memunculkan pertanyaan: apakah langkah ini benar-benar memperkuat pengawasan publik, atau hanya simbol komunikasi politik? Cek pandanganmu lewat kuis ini.