Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Punya 100 Ribu Ton, Bulog Jabar Pastikan Beras Aman Hingga Akhir Tahun
ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Bandung, IDN Times - Badan Urusan Logistik (Bulog) kantor wilayah (kanwil) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan stok beras hingga akhir 2022 aman. Saat ini mereka memiliki 100.000 ton beras yang tersimpan di gudang.

Wakil Kepala Bulog Kanwil Jabar, Mersi Windrayani mengatakan, Bulog Jabar memiliki tujuh cabang. Semuanya sudah saling berkoordinasi agar memastikan ketersediaan beras hingga akhir tahun.

"Stoknya sudah siap. Jadi artinya persediaan memenuhi sampai akhir tahun, dan sampai hari ini sudah ada 100.000 ton untuk beras," ujar Mersi, seusai menjadi narasumber acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (11/10/2022).

1. Bulog fokus pada beras

Ilustrasi beras Bulog. IDN Times/Hendra Simanjuntak

Kemudian, beberapa komoditi lain juga dipastikan aman hingga akhir 2022. Beberapa bahan pokok lainnya ini seperti minyak goreng, gula pasir, daging sapi, dan daging ayam. Hanya saja, Bulog Jabar saat ini baru memberi fokus terhadap beras.

"Cuma kalau untuk Bulog yang menjadi patokan biasanya cadangan beras pemerintah. Dan itu, saat ini sudah dipastikan aman sampai akhir tahun," ungkapnya. 

2. Pasar murah diberikan untuk masyarakat

Ilustrasi beras di gudang bulog (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Selain memastikan ketersediaan bahan pokok, Mersi mengungkapkan, Bulog Jabar membantu masyarakat dengan menggelar program pasar murah di beberapa daerah. Kegiatan itu juga akan berlangsung hingga akhir tahun 2022 nanti.

"Sampai hari ini kita juga ada kaya pasar murah bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kemarin terakhir di cabang Bandung yaitu di Cileunyi dan beberapa kecamatan-kecamatan yang ada," katanya.

3. Kedelai juga akan diberikan pada pengrajin tahu dan tempe

Penyaluran kedelai bersubsidi oleh Perum Bulog ke perajin tahu dan tempe. (dok. Bulog)

Disinggung soal bagaimana perhatian terhadap pengrajin tahu dan tempe yang meminta Bulog untuk membantu memberinya kedelai lokal, Mesri menjelaskan bahwa hal itu masih dalam proses koordinasi.

"(Bantuan) kedelai mulai hari ini kita salurkan. Adapun penyaluran akan dilakukan bersama Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo)," katanya.

Editorial Team

Related Article