Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). (Dok. Pertamina)
Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). (Dok. Pertamina)

Intinya sih...

  • Risiko longsor bisa diminimalkan dengan standar pengamanan lereng yang ketat

  • Operasional panas bumi diklaim tak picu gempa merusak, dengan tekanan bawah tanah yang terjaga

  • Proyek PLTP Cisolok–Cisukarame ditargetkan mencapai 45 MW dan menyerap tenaga kerja lokal

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sukabumi, IDN Times - Kekhawatiran warga soal potensi longsor dan gempa dalam proyek panas bumi Cisolok-Cisukarame mendapat penjelasan langsung dari pakar geologi dan vulkanologi. Dalam sosialisasi yang digelar PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG) di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, pakar vulkanologi dan dan geologi memaparkan aspek keamanan teknis proyek tersebut.

Kegiatan itu dihadiri ratusan warga bersama perwakilan pemerintah pusat dan daerah. Sosialisasi dilakukan untuk memastikan transparansi informasi terkait pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Cisolok-Cisukarame.

1. Risiko longsor disebut bisa diminimalkan

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (Freepik.com/freepik)

Pakar vulkanologi Prof Nana Sulaksana menjelaskan, bahwa pengambilan uap panas bumi dilakukan melalui lubang berdiameter kecil yang diperkuat pipa baja, sehingga tidak mengubah struktur gunung secara signifikan.

Menurutnya, proyek panas bumi menerapkan standar pengamanan lereng yang ketat, termasuk sistem drainase dan pembangunan dinding penahan tanah. Bahkan, keberadaan proyek disebut dapat membantu mitigasi risiko longsor melalui penguatan struktur di area kerja yang dirancang secara teknis.

"Secara teknis, energi panas bumi menerapkan standar pengamanan lereng yang ketat melalui penataan drainase dan dinding penahan tanah. Kehadiran proyek justru memitigasi risiko longsor secara alami melalui penguatan struktur di area kerja yang terencana," kata Nana, Jumat (13/2/2026).

2. Operasional diklaim tak picu gempa merusak

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga panas bumi (vecteezy.com/gstudioimagen)

Sementara itu, pakar geologi Dewi Gentana menegaskan, bahwa aktivitas panas bumi memiliki risiko geologi yang rendah. Ia menyebut energi yang terlibat dalam operasional jauh lebih kecil dibandingkan gempa alami.

Stabilitas tekanan bawah tanah, lanjutnya, dijaga melalui sistem reinjeksi atau pengembalian fluida ke dalam bumi. Getaran kecil atau mikroseismik yang mungkin terjadi disebut bersifat sangat rendah dan terus dipantau menggunakan jaringan seismograf secara real-time.

"Aktivitas ini tidak memicu gempa merusak lingkungan,  karena energi yang terlibat jauh lebih kecil dibanding gempa alami. Stabilitas tekanan bawah tanah tetap dijaga melalui sistem reinjeksi (pengembalian fluida ke dalam bumi)," kata Dewi.

"Terjadi mikroseimik di area panas bumi merupakan getaran tanah yang sangat kecil yang bisa terjadi saat kegiatan panas bumi berlangsung secara alami, dan didukung pemantauan jaringan seismograf secara real-time untuk menjamin keamanan pemukiman warga," sambungnya.

3. Target 45 MW dan serap tenaga kerja lokal

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). (Dok. PLN)

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Cisolok–Cisukarame ditargetkan memiliki kapasitas awal 2x25 MW dengan potensi total mencapai 45 MW. Proyek ini menjadi bagian dari agenda transisi energi bersih nasional.

Pimpinan Proyek DMCG, Doni Masditok menyatakan, keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga dukungan masyarakat.

"Kami terus membangun komunikasi terbuka agar proyek ini memberi manfaat nyata, baik dari sisi energi, sosial, maupun lingkungan," ujarnya.

Selain memperkuat ketahanan energi di Jawa Barat, proyek ini juga diproyeksikan menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan kontribusi ekonomi melalui skema Bonus Produksi bagi desa-desa sekitar wilayah operasional.

Sebagai informasi, PT Daya Mas Cisolok Geothermal merupakan anak perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang berfokus pada pengembangan energi panas bumi di wilayah Cisolok-Cisukarame, Kabupaten Sukabumi.

Editorial Team