Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prestasi Siswa Indonesia Bersinar di Ajang ICAS 2025

Prestasi Siswa Indonesia Bersinar di Ajang ICAS 2025 (Dok. IDN)
Prestasi Siswa Indonesia Bersinar di Ajang ICAS 2025 (Dok. IDN)
Intinya sih...
  • ICAS mendorong ekosistem pendidikan berbasis kompetensi
  • Tren prestasi meningkat, khususnya di bidang sains dan matematika
  • Pengalaman siswa dan sekolah jadi bukti dampak ICAS
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Prestasi siswa Indonesia di tingkat internasional kembali menunjukkan tren yang menggembirakan. Capaian ini menegaskan daya saing pelajar Tanah Air dalam asesmen berbasis kompetensi global.

Pada ajang ICAS Competition 2025, puluhan siswa Indonesia dari jenjang SD hingga SMA berhasil mencatatkan prestasi membanggakan. Kompetisi ini dikenal sebagai salah satu tolok ukur kemampuan akademik berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Sebagai bentuk apresiasi, UniSadhuGuna Testing Center (UTC) menggelar ICAS 2025 Medal Presentation Ceremony di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, pada 22 Januari 2026. Acara ini menjadi ruang penghargaan bagi siswa, sekolah, dan pendidik.

UTC sendiri merupakan satu-satunya penyelenggara resmi ICAS di Indonesia, memastikan seluruh proses kompetisi berjalan sesuai standar internasional serta mendukung pemanfaatan hasil asesmen untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

1. ICAS dinilai mendorong ekosistem pendidikan berbasis kompetensi

Ilustrasi pendidikan formal (freepik.com)
Ilustrasi pendidikan formal (freepik.com)

Sebanyak 72 siswa Indonesia berhasil meraih total 77 medali emas ICAS 2025. Pencapaian ini dinilai mencerminkan penguatan kompetensi siswa, bukan sekadar hasil akademik jangka pendek.

CEO USG Education, Adhirama G. Tusin, menekankan bahwa ICAS berperan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi.

“Melalui ICAS, kami ingin mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi pada pemetaan potensi dan penguatan kompetensi siswa,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima IDN Times, Jumat (23/1/2026).

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan siswa meraih lebih dari satu medali menunjukkan potensi besar pelajar Indonesia untuk bersaing di level internasional dengan pendekatan pembelajaran yang tepat.

2. Tren prestasi meningkat, khususnya di bidang sains dan matematika

ilustrasi soal matematika tersulit di dunia (pexels.com/Cottonbro Studio)
ilustrasi soal matematika tersulit di dunia (pexels.com/Cottonbro Studio)

Peningkatan capaian tidak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga kualitas prestasi. Manager UniSadhuGuna Testing Centre (UTC), Deddy Mulyadi, mencatat lonjakan medali emas terutama di bidang Mathematics dan Science.

“Tahun ini terjadi peningkatan capaian medali emas, terutama pada bidang Mathematics dan Science. Ini menunjukkan semakin kuatnya kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta,” kata Deddy.

Director of Admissions, Recruitment & Marketing USG Education, Niluh Komang Aimee Tirta Widiani Sukesna, BA, MBA, menilai hasil ICAS 2025 juga memberi manfaat strategis bagi sekolah.

"Kami berharap melalui ICAS, sekolah dan siswa dapat mengenali kekuatan serta area pengembangan pada setiap bidang studi,” ungkapnya.

3. Pengalaman siswa dan sekolah jadi bukti dampak ICAS

Prestasi Siswa Indonesia Bersinar di Ajang ICAS 2025 (Dok. IDN)
Prestasi Siswa Indonesia Bersinar di Ajang ICAS 2025 (Dok. IDN)

Dari sisi peserta, ICAS memberikan pengalaman belajar yang berkelanjutan. Aufan Ahmad Mumtaza, siswa SMA Al Irsyad Satya Islamic School yang meraih dua medali emas, menyebut kompetisi ini membantunya berkembang secara akademik.

“Mengikuti ICAS selama enam tahun menjadi pengalaman berharga yang mendorong saya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Keira Waluyo Lin dari Bina Bangsa School yang meraih emas di bidang English.

“ICAS sangat berarti bagi rencana saya melanjutkan studi ke Australia, karena mampu memperkuat profil akademik saya,” kata Keira.

Dari sisi sekolah, BINUS School Bekasi meraih kategori Best High-Achieving School in Outstanding Participation. Koordinator ICAS BINUS School Bekasi, Sherry Astari, menyebut capaian ini sebagai hasil konsistensi bersama.

“Prestasi siswa mencerminkan dedikasi dan usaha yang konsisten. ICAS memberi manfaat bermakna bagi siswa dan sekolah,” ujarnya, seiring persiapan ICAS 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus–25 September 2026.

Share
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Dedi Mulyadi Desak Polisi Ungkap Meninggalnya 11 Penambang di Bogor

24 Jan 2026, 02:43 WIBNews