Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Beli Tiga Sapi Peternak di Bandung untuk Kurban
pixabay.com/Alexas_Fotos

Bandung, IDN Times - Tiga ekor sapi milik peternak Kota Bandung, Vandry Dwitama, dibeli oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk kurban pada Idul Adha 1446 Hijriah. Pembelian ini dipilih melalui seleksi yang ketat hingga dinyatakan laik.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyebut bahwa pembelian ini menjadi sebuah kebanggaan karena sapi itu terpilih untuk Presiden. Ketiga sapi tersebut telah melalui berbagai proses seleksi dari mulai penjaringan dari level provinsi hingga tim Kepresidenan dan tahap akhir pemeriksaan darah untuk diuji di laboratorium.

Menurut dia, dua dari tiga ekor sapi akan dikirim ke luar kota sesuai dengan penempatan kurban, sementara satu ekor akan disembelih di Kota Bandung.

“Untuk satu ekor sapi akan disembelih di Kota Bandung dan dua ekor akan disembelih di luar kota, kemungkinan di Istana Cipanas yang ada di Bogor, tapi masih dalam pembahasan,” kata dia, Selasa (3/6/2025).

1. Sapi berbobot besar yang dipilih

Sapi Menghadap Kamera (https://pin.it/4w88rBtKQ)

Gin Gin menyebut untuk lokasi penyembelihan masih dalam pembahasan, namun Pemerintah Kota Bandung mendorong agar proses penyembelihan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) sesuai dengan surat edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Pak Wali Kota juga menyarankan agar penyembelihan dilakukan di RPH, untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan, serta memudahkan proses pengawasan,” ujarnya.

Ketiga sapi yang dibeli Presiden Prabowo berjenis Simmental, dengan berat masing-masing mencapai hingga satu ton. Jenis tersebut dikenal sebagai ras unggul yang berasal dari luar negeri.

“Bisa dibilang, peternak Vandry ini satu-satunya di Kota Bandung yang mampu secara rutin menghasilkan sapi berbobot besar. Memang fokusnya ke pengembangan sapi dengan bobot besar,” katanya.

Gin Gin menjelaskan, prestasi ini menjadi pencapaian tersendiri karena untuk tahun 2025, Kota Bandung kembali dipercaya menyediakan tiga ekor sapi kurban presiden, setelah sebelumnya juga dipercaya pada tahun 2022, 2023, dan 2024.

2. Masih ada hewan tidak laik diperjualbelikan untuk kurban

Kambing boer (commons.wikimedia.org/Korona Lacasse)

Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melakukan pemeriksaan antemortem terhadap hewan kurban yang akan disembeli pada Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah.

Pemeriksaan menyasar lapak pedagang hewan kurban, salah satunya yang ada di Pusat Kesejahteraan Kavaleri (Pussenkav), Jalan Salak, Kelurahan Turangga, Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun langsung melakukan inspeksi langsung ke lokasi pemeriksaan antemortem hewan kurban. Pemeriksaan antemortem merupakan pengecekan hewan sebelum disembelih sebagai bentuk tanggung awab pemerintah dalam menjamin keamanan pangan dan kesehatan masyarakat.

“Kalau satu ekor hewan saja terdeteksi mengidap penyakit menular. Kami harus lakukan screening terhadap semua. Maka daripada menunggu, lebih kami menjaga sejak awal,” kata Farhan.

Dari sekitar 10 ribu hewan kurban yang telah masuk ke Kota Bandung hingga 3 Juni 2025, hasil pemeriksaan menyatakan bahwa 30 persen atau tiga ribu hewan belum layak, terutama karena belum cukup umur sesuai syariat. Sementara itu, 70 persen atau sekitar tujuh ribu ekor dinyatakan sehat dan layak, terdiri dari domba, kambing, sapi, dan tiga ekor kerbau.

3. Manfaatkan aplikasi untuk cek kesehatan hewan

Aktivitas jual beli hewan kurban di pasar hewan Bajulan, Kecamatan Saradan, Madiun. IDN Times/ Riyanto.

Farhan pun menunjukkan penggunaan aplikasi e-Selamat, sebuah sistem digital yang dikembangkan untuk membantu masyarakat mengakses informasi kesehatan hewan kurban secara mudah dan transparan. Hewan yang telah lolos pemeriksaan akan diberi ‘kalung sehat’ yang dilengkapi dengan QR Code dan informasi lengkap, termasuk foto hewan.

“Dengan aplikasi e-Selamat, masyarakat bisa langsung scan dan lihat status kesehatan hewan kurban. Ini menjamin tidak ada pemalsuan atau pertukaran hewan,” ungkapnya.

Dia juga mengajak masyarakat, baik penjual maupun pembeli, untuk mengunduh aplikasi tersebut agar mendapatkan informasi yang akurat dan merasa lebih tenang saat beribadah kurban.

Editorial Team

Related Article