Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polda Jabar Dorong Wajib Lapor Penghuni Kos Cegah Kejahatan
Ilustrasi penculikan (IDN Times/Sukma Shakti)
  • Polda Jabar mendorong penerapan wajib lapor bagi penghuni kos untuk memperkuat pengawasan lingkungan dan mencegah tindak kriminal di wilayah permukiman.
  • Masyarakat diajak aktif melaporkan aktivitas mencurigakan sebagai wujud gotong royong menjaga keamanan serta menjadi mitra penting kepolisian dalam deteksi dini kejahatan.
  • Kapolda Jabar menginstruksikan penguatan peran Bhabinkamtibmas hingga tingkat desa, termasuk lomba bagi desa yang paling peduli terhadap informasi keamanan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Polda Jawa Barat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar untuk mencegah terulangnya kasus kriminal, termasuk dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menimpa YTR (29). Salah satu upaya yang didorong ialah mengaktifkan mekanisme wajib lapor bagi penghuni rumah kos.

Polisi menilai pencegahan tindak kejahatan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Keterlibatan warga dalam memberikan informasi dinilai menjadi kunci agar potensi kejahatan dapat dideteksi lebih cepat.

"Ini bagian daripada kepedulian, bagian daripada gotong royong warga. Gotong royong itu tidak hanya segera membantu, tetapi juga menginformasikan," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Minggu (28/6/2026).

1. Wajib lapor penghuni kos dinilai penting

Kamar yang digunakan untuk penculikan dan penganiayaan di Kabupaten Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Hendra mengatakan, mekanisme wajib lapor bagi penghuni kos dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pengawasan lingkungan. Dengan sistem tersebut, keberadaan penghuni baru maupun aktivitas yang mencurigakan lebih mudah diketahui oleh pengurus lingkungan dan aparat.

Menurutnya, kepedulian warga menjadi fondasi utama dalam mencegah tindak kriminal yang terjadi di lingkungan permukiman.

2. Polisi minta warga tak ragu menyampaikan informasi

Rilis kasus penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung, IDN Times/Debbie Sutrisno

Polda Jabar mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggal. Budaya saling peduli dan berbagi informasi dinilai merupakan bentuk nyata gotong royong dalam menjaga keamanan bersama.

Hendra menegaskan, masyarakat memiliki peran penting sebagai mitra kepolisian dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

3. Bhabinkamtibmas diperkuat hingga tingkat desa

Ilustrasi polisi pelaku pelecehan seksual terhadap korban pemerkosaan di kantor polisi. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Untuk memperkuat pencegahan, Kapolda Jabar telah menginstruksikan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas agar meningkatkan deteksi dini di wilayah binaan masing-masing.

"Pak Kapolda sudah menekankan kepada kita untuk para Bhabinkamtibmas. Bahkan akan kita lombakan bagi desa-desa yang peduli terhadap informasi-informasi yang ada di masyarakat sehingga kasus-kasus seperti ini tidak akan terulang kembali dan masyarakat bisa menjadi polisi bagi mereka sendiri," ujar Hendra.

Editorial Team

Related Article