Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PLN Re-Energize Gardu 150 KVA di Jampang Kulon Perkuat Pasokan Listrik
Re-energizing listrik PLN di Jampangkulo, Kabupaten Sukabumi. IDN Times/Debbie Sutrisno
  • PLN kembali mengoperasikan Gardu Induk Jampang Kulon di Sukabumi setelah revitalisasi, untuk memperkuat pasokan listrik di wilayah selatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
  • Gardu berkapasitas 1 x 60 MW dengan empat penyulang ini ditargetkan mengatasi drop tegangan, meningkatkan kualitas listrik, dan memperluas jaringan hingga wilayah ujung Kabupaten Sukabumi.
  • Pasokan listrik andal diharapkan mendukung nelayan, tambak udang, industri kecil, UMKM, serta penerangan pelosok yang turut menunjang keamanan di wilayah pesisir Sukabumi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
PLN menyalakan lagi gardu listrik Jampang Kulon di Sukabumi. Gardu ini dibuat lebih kuat supaya listrik tidak sering lemah atau mati-mati. Wahyu dari PLN dan Wakil Bupati Andreas berharap rumah, desa jauh, nelayan, tambak udang, dan usaha kecil bisa punya listrik lebih baik. Sekarang PLN juga mau menjaga alat listrik dan membuat jaringan sampai pelosok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kembali beroperasinya GI Jampang Kulon menghadirkan harapan yang terukur bagi Sukabumi selatan: kapasitas dan jalur penyulang yang disiapkan memberi ruang untuk memperbaiki tegangan serta kualitas layanan. Bagi kawasan pesisir dan pelosok, penguatan ini berpotensi menopang kerja nelayan, usaha es batu, tambak, dan UMKM, sembari menghadirkan penerangan yang lebih mendukung keamanan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - PT PLN secara resmi mengoperasikan Gardu Induk (GI) 150 KVA Jampang Kulon di Kabupaten Sukabumi setelah melalui proses revitalisasi dan peningkatan kapasitas. Re-energize gardu induk ini menjadi langkah PLN untuk memperkuat sistem kelistrikan sekaligus menjawab kebutuhan listrik masyarakat di wilayah Sukabumi bagian selatan

Vice President Efisiensi, Kualitas, dan Pengukuran Distribusi Jawa, Madura, dan Bali PT PLN (Persero), Wahyu C Prasetyo mengatakan, pengoperasian GI Jampang Kulon menjadi momentum yang telah dinantikan masyarakat Sukabumi selama bertahun-tahun. Menurutnya, gardu induk tersebut sudah dipersiapkan cukup lama sebelum akhirnya dapat kembali dioperasikan.

"Ya, ini yang kita tunggu-tunggu, yang sudah bertahun-tahun mungkin ya kita nantikan untuk masyarakat di Sukabumi, yaitu pengoperasian Gardu Induk Jampang Kulon," ujar Wahyu, Kamis (27/8/2026).

1. Diyakini bisa atasi tegangan drop

Re-energizing listrik PLN di Jampangkulo, Kabupaten Sukabumi. IDN Times/Debbie Sutrisno

Wahyu mengatakan, pengoperasian GI Jampang Kulon diharapkan dapat memperkuat sistem kelistrikan di Kabupaten Sukabumi. Kehadiran gardu tersebut juga diharapkan menjadi solusi terhadap persoalan drop tegangan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Menurutnya, GI Jampang Kulon memiliki kapasitas 1 x 60 MW dengan empat jalur penyulang yang telah disiapkan PLN. Selain itu, terdapat penguatan kapasitas 150 KVA untuk mendukung kebutuhan kelistrikan di wilayah tersebut.

"Mungkin di daerah ada yang mengalami drop tegangan ya, Bu, ya. Jadi, kita bisa meningkatkan tegangan dan kualitas," kata Wahyu.

Ia menambahkan, keberadaan gardu induk juga diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan termasuk di sejumlah wilayah yang masih mengalami kondisi listrik yang biarpet. Penguatan sistem kelistrikan tersebut tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Sukabumi Selatan.

"Paling tidak tambah-tambah udang di pesisiran, kemudian penyediaan es batu buat para nelayan, kemudian kebutuhan konsumsi industri kecil yang mungkin bisa menopang untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia yang Pak Presiden canangkan 8 persen," katanya.

2. Kelistrikan Sukabumi bisa semakin andal

Re-energizing listrik PLN di Jampangkulo, Kabupaten Sukabumi. IDN Times/Debbie Sutrisno

Manajer UP3 Sukabumi Eka Rahma Daniati mengatakan, re-energize GI Jampang Kulon memang telah menjadi pekerjaan rumah PLN dalam waktu cukup lama. Ia berharap pengoperasian gardu tersebut dapat membuat sistem kelistrikan Kabupaten Sukabumi semakin andal.

"Yang diharapkan adalah dari energize GI Jampang Kulon ini seluruh kelistrikan daripada Kabupaten Sukabumi ini menjadi andal karena memang ada keluhan dari beberapa masyarakat kita bahwa tegangan drop terjadi di ujung-ujung jaringan kita," ujar Eka.

Eka mengatakan, PLN masih membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menjaga aset kelistrikan sekaligus memperluas jaringan hingga menjangkau masyarakat di ujung wilayah Kabupaten Sukabumi.

"Ini akan menjadi PR kita bersama ya untuk menjaga aset dan juga memperluas kelistrikan kita sampai dengan ke ujung," ujar Eka.

3. Dorong ekonomi hingga terangi pelosok Sukabumi

Re-energizing listrik PLN di Jampangkulo, Kabupaten Sukabumi. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengatakan, wilayah selatan Kabupaten Sukabumi memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama dari sektor kelautan. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur, termasuk ketersediaan energi listrik yang andal.

Kabupaten Sukabumi memiliki wilayah yang sangat luas dengan 47 kecamatan, 381 desa, dan lima kelurahan. Sementara itu, wilayah pesisir Sukabumi memiliki garis pantai yang panjang dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat.

"Ini menjadi harapan baru bagi mereka yang hari ini sebetulnya mereka menanti-nanti. Jadi wilayah kami yang panjang pantai 117 km, pastinya banyak juga yang usaha di laut," kata Andreas.

Ia menyebut bahwa keberadaan listrik yang lebih andal dapat mendukung aktivitas nelayan, penyediaan es batu, tambak udang, hingga industri kecil dan UMKM. Salah satu potensi ekonomi lokal yang diharapkan ikut berkembang yakni Sentra Opak di Jampang Kulon.

Andreas juga berharap re-energize GI Jampang Kulon tidak hanya memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, tetapi turut memperluas akses listrik dan penerangan bagi masyarakat di wilayah pelosok Sukabumi.

"Kami masyarakat di sini menanti-nanti kehadiran listrik yang memang betul-betul bisa sampai ke pelosok, itu mereka bisa terang. Nah, ini butuh daya besar memang, Pak," ujarnya.

Menurut Andreas, penerangan yang lebih baik juga dapat mendukung aspek keamanan masyarakat. Ia menilai kondisi wilayah yang minim penerangan pada malam hari berpotensi menimbulkan kerawanan.

"Karena gelap itu rawan dengan kejahatan, Pak. Nah, ini bisa menjawab keamanan juga," katanya.

Dengan beroperasinya kembali GI Jampang Kulon dan penguatan kapasitas kelistrikan 150 KVA, PLN berharap keandalan pasokan listrik di Sukabumi semakin meningkat. Infrastruktur tersebut juga diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan meningkatkan manfaat pembangunan bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.

Editorial Team

Related Article