Re-energizing listrik PLN di Jampangkulo, Kabupaten Sukabumi. IDN Times/Debbie Sutrisno
Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengatakan, wilayah selatan Kabupaten Sukabumi memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama dari sektor kelautan. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur, termasuk ketersediaan energi listrik yang andal.
Kabupaten Sukabumi memiliki wilayah yang sangat luas dengan 47 kecamatan, 381 desa, dan lima kelurahan. Sementara itu, wilayah pesisir Sukabumi memiliki garis pantai yang panjang dan menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat.
"Ini menjadi harapan baru bagi mereka yang hari ini sebetulnya mereka menanti-nanti. Jadi wilayah kami yang panjang pantai 117 km, pastinya banyak juga yang usaha di laut," kata Andreas.
Ia menyebut bahwa keberadaan listrik yang lebih andal dapat mendukung aktivitas nelayan, penyediaan es batu, tambak udang, hingga industri kecil dan UMKM. Salah satu potensi ekonomi lokal yang diharapkan ikut berkembang yakni Sentra Opak di Jampang Kulon.
Andreas juga berharap re-energize GI Jampang Kulon tidak hanya memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, tetapi turut memperluas akses listrik dan penerangan bagi masyarakat di wilayah pelosok Sukabumi.
"Kami masyarakat di sini menanti-nanti kehadiran listrik yang memang betul-betul bisa sampai ke pelosok, itu mereka bisa terang. Nah, ini butuh daya besar memang, Pak," ujarnya.
Menurut Andreas, penerangan yang lebih baik juga dapat mendukung aspek keamanan masyarakat. Ia menilai kondisi wilayah yang minim penerangan pada malam hari berpotensi menimbulkan kerawanan.
"Karena gelap itu rawan dengan kejahatan, Pak. Nah, ini bisa menjawab keamanan juga," katanya.
Dengan beroperasinya kembali GI Jampang Kulon dan penguatan kapasitas kelistrikan 150 KVA, PLN berharap keandalan pasokan listrik di Sukabumi semakin meningkat. Infrastruktur tersebut juga diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan meningkatkan manfaat pembangunan bagi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.