Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pesan KDM untuk Gen Z: Nikah Jangan Mewah yang Penting Beli Rumah
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Dedi Mulyadi mengimbau Gen Z agar bijak mengatur keuangan dan tidak menghamburkan uang untuk pesta pernikahan mewah demi prioritas membeli rumah.
  • Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir bahwa rumah adalah fondasi utama ketahanan keluarga, sejalan dengan filosofi Sunda tentang kebutuhan dasar manusia.
  • Dedi menyoroti dampak negatif gaya hidup konsumtif dan mendorong pasangan muda memilih pernikahan sederhana serta mulai mencicil rumah untuk stabilitas ekonomi jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
14 April 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan kepada Generasi Z agar tidak menghamburkan uang untuk pesta pernikahan mewah. Ia menekankan pentingnya mengalokasikan dana untuk membeli rumah sebagai fondasi ketahanan keluarga jangka panjang.

kini

Pesan Dedi Mulyadi menjadi ajakan bagi generasi muda untuk lebih bijak dalam perencanaan keuangan dan memprioritaskan kepemilikan rumah dibandingkan kemewahan pesta pernikahan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pesan kepada Generasi Z agar tidak menggelar pesta pernikahan mewah dan lebih memprioritaskan pembelian rumah sebagai langkah awal membangun keluarga yang stabil secara ekonomi.
  • Who?
    Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, memberikan imbauan langsung kepada generasi muda, khususnya Generasi Z, terkait pengelolaan keuangan dalam perencanaan pernikahan dan kepemilikan rumah.
  • Where?
    Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Pernyataan ini dikutip pada Selasa, 14 April 2026.
  • Why?
    Dedi menilai banyak pasangan muda kesulitan membeli rumah karena dana habis untuk pesta pernikahan mewah, sehingga perlu perubahan pola pikir agar fokus pada ketahanan ekonomi keluarga.
  • How?
    Dedi mendorong pasangan muda melangsungkan akad nikah sederhana di KUA dan mengalokasikan dana pesta untuk uang muka rumah guna menciptakan fondasi ekonomi keluarga yang kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Dedi bilang anak muda jangan bikin pesta nikah yang mahal. Katanya uangnya lebih baik dipakai buat beli rumah. Banyak orang susah beli rumah karena uangnya habis buat pesta. Pak Dedi mau anak muda hidup sederhana dan punya rumah sendiri. Sekarang dia ajak semua orang pikir bijak soal uang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pesan Dedi Mulyadi menghadirkan pandangan positif tentang kemandirian finansial generasi muda. Dengan menekankan pentingnya rumah sebagai fondasi keluarga, ia mendorong pergeseran nilai dari kemewahan menuju keberlanjutan hidup yang nyata. Seruannya untuk menyederhanakan pesta pernikahan mencerminkan kepedulian terhadap kesejahteraan jangka panjang dan ketahanan ekonomi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM memberikan pesan terhadap Generasi Z atau Gen Z agar melakukan perencanaan keuangan dengan bijak, dengan tidak menghamburkan uang untuk pesata semalaman termasuk pernikahan yang megah.

Menurut Dedi, generasi saat ini banyak yang tidak bijak dalam mengelola keuangan hingga akhirnya kesulitan dalam membeli rumah setelah nikah. Sementara, dalam segi pendapatan, beberapa di antaranya sudah mempuni.

Dedi menegaskan, pentingnya pergeseran pola pikir dalam membangun rumah tangga. Ia mendorong pasangan muda agar mengalokasikan dana untuk kepemilikan rumah sebagai fondasi ketahanan keluarga jangka panjang.

1. Rumah merupakan kebutuhan yang harus dibeli terlebih dahulu

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dia mengatakan, persoalan ini sebagai masalah mendasar yang berkaitan erat dengan ketahanan domestik masyarakat. Sementara, semua hal ini penyelesaianya ada dari leluhur Sunda dulu yang menyatakan rumah merupakan fondasi utama.

"Filosofi Sunda mengajarkan imah kudu pageuh, beuteung kudu seubeuh (rumah harus kokoh, perut harus kenyang). Ini merupakan penegasan bahwa rumah adalah kebutuhan primer yang tidak bisa ditawar," kata Dedi di Kabupaten Bandung, dikutip Selasa (14/4/2026).

2. Pernikahan cukup sederhana saja

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi menyoroti fenomena sosial di mana pasangan muda kerap terjebak dalam beban finansial akibat pesta pernikahan mewah. Ia menilai tradisi tersebut justru menjadi kontraproduktif, terutama jika dibiayai melalui pinjaman informal seperti 'bank emok'.

"Daripada dana tersebut habis untuk pesta yang hanya berlangsung semalam, jauh lebih bijaksana jika dialokasikan sebagai uang muka perumahan. Menjadi raja semalam di pelaminan tidak sebanding dengan kepastian memiliki tempat berteduh selamanya," tuturnya.

Berdasarkan pengamatannya, tekanan psikologis dan ekonomi akibat belum memiliki rumah jauh lebih berat dibandingkan menyederhanakan prosesi pernikahan.

Karena itu, Dedi mengajak generasi muda untuk tidak ragu melangsungkan akad nikah secara sederhana, termasuk di Kantor Urusan Agama (KUA).

3. Lebih baik uang untuk beli rumah dibandingkan pesta nikah megah

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Dedi menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga baru. Dengan memiliki aset properti sejak dini, meski melalui skema cicilan, pasangan muda dinilai akan memiliki stabilitas finansial yang lebih baik ke depan.

Dedi juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak gaya hidup semu yang mengedepankan gengsi, seperti penggunaan pengawalan (voorijder) atau dekorasi berlebihan, terlebih jika dibiayai utang.

"Lebih baik siang hari setelah akad langsung menempati rumah sendiri, meski masih mencicil, daripada menggelar pesta besar namun menyisakan beban hutang yang panjang. Ketahanan keluarga dimulai dari fondasi ekonomi yang sehat dan rumah yang layak," kata dia.

Editorial Team