Pengakuan Pengelola Rekalme Roboh di Simpang Empat Buahbatu

- Dua papan reklame roboh di simpang empat Buahbatu, Bandung, menimpa empat kendaraan saat hujan dan angin kencang tanpa menimbulkan korban jiwa.
- Pengelola reklame dari agensi Trikarsa, Sigit Satrio, menyatakan siap mengganti kerugian pemilik kendaraan dan mengakui kondisi reklame sudah berusia lebih dari 10 tahun.
- Pemkot Bandung melalui Satpol PP akan memperketat pengawasan serta koordinasi perizinan reklame setelah insiden ini untuk mencegah kejadian serupa.
Bandung, IDN Times - Peristiwa dua reklame roboh dalam kondisi hujan disertai angin kencang di simpang empat Jalan Soekarno-Hatta, Buahbatu, Kota Bandung, berdampak pada kerusakan terhadap empat buah kendaraan. Pengelola dipastikan siap melakukan ganti rugi terhadap para pemilik kendaraan.
Pengelola reklame dari agensi Trikarsa, Sigit Satrio mengatakan, reklame yang roboh ini pada dasarnya tengah disewa oleh agensi lain, meski begitu dia mengaku akan tetap bertanggung jawab, memperbaiki mobil yang rusak akibat tertimpa reklame tersebut.
"Ya, jadi ini reklame dikelola oleh saya, tapi sedang disewa oleh agensi lain. Terus terang saya turut prihatin dengan musibah ini dan saya selaku pengelola billboard, akan bertanggung jawab sepenuhnya, akan saya ganti full," ujar Sigit, Sabtu (28/3/2026).
1. Janji akan menanggung semua kerusakan kendaraan korban

Sigit menyampaikan, reklame tersebut selalu mendapatkan perawatan berkala, namun usianya yang sudah mencapai sepuluh tahun membuat kondisinya mengalami kerusakan hingga roboh diterjang hujan angin.
"Sebenarnya kalau maintenance ya kita selalu ada, mungkin ini sudah waktunya kali ya sudah cukup lama memang sih, sudah habis sepuluh tahun lebih ya. Harusnya secara teknis diganti semua, pasti mudah-mudahan ke depannya kita akan mengganti lebih tokoh lagi gitu ya," katanya.
Mengenai izinnya, Sigit mengaku belum mendapatkan yang terbaru dari Pemkot Bandung, karena sempat ada Perda baru yang mengatur izin reklame di Kota Bandung.
"Ini pernah berizin, tetapi karena kemarin ada Perda yang saling menarik-menarik antara Pemkot dan pengusaha reklame, ya sementara izinnya belum bisa keluar," ucapnya.
2. Dugaan sementara karena angin kencang

Sementara itu Kasi Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Bandung, Pardiman Hendri mengatakan, dugaan sementara dari peristiwa ini terjadi karena hujan disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Bandung dan sekitarnya. Namun, hal ini harus dipastikan lebih lanjut.
"Iya kalau saya belum bisa menduga juga, masih evakuasi. Untuk sementara karena cuaca ekstrem," kata Pardiman di lokasi.
Dari peristiwa ini empat buah kendaraan turut menjadi korban, Pemkot Bandung turut menangani reklame dengan dipotong beberapa bagian dengan las. Petugas gabungan melakukan pemindahan karena patahan papan reklame sudah menutup jalan.
"Untuk proses evakuasi sementara kita utamakan yang menutup akses jalan yang di jalan Buahbatu itu udah kita pindahkan dulu ke halaman cuci mobil, dan dilakukan penanganan," kata Pardiman.
Adapun insiden ini tidak membuat adanya korban jiwa ataupun korban luka. Namun seorang juru parkir nyaris tertimpa meski pada akhirnya berhasil selamat dari maut.
3. Pemkot Bandung pastikan tertibkan semua reklame di atas trotoar

Atas kejadian ini, Pemkot Bandung akan melakukan pemantauan ketat terhadap reklame-reklame yang ada di Kota Bandung. Ia mengklaim sebelumnya Satpol PP telah menertibkan papan reklame yang berdiri di atas trotoar.
"Untuk ke depan bahwa Satpol PP sudah mewanti-wanti bahwa kita adalah targetnya reklame yang ada di atas trotoar jalan pak, jadi yang kemarin pertama, alhamdulillah sampai sekarang sudah habis sekarang target kita adalah yang di atas trotoar jadi bersih," katanya.
Terkait perizinan reklame, ia bilang akan berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung.
"Masalah dia izin, nanti urusan dari DPMPTSP alhamdulillah sampai sekarang kita berikan adanya koordinasi dan komunikasi jadi beberapa urusan yang terkait reklame," ujarnya.
















