Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemprov Jabar Dapat Lahan Hibah 80 Hektare dari Diaspora Amerika
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Wendy Ratnasari, diaspora asal Jabar di AS, menghibahkan lahan 80 hektare di Cimenyan kepada Pemprov Jabar untuk dijadikan kebun kopi berorientasi konservasi lingkungan.
  • Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan perubahan dari tanaman sayuran ke kopi dilakukan demi memperkuat struktur tanah dan menjaga ekologi kawasan dengan tetap melibatkan warga sebagai penggarap.
  • Pemprov Jabar menjamin penggarap mendapat upah rutin selama masa tanam, sementara lahan akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu mencakup wisata, edukasi, dan kesehatan lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
13 Maret 2026

Wendy Ratnasari menandatangani penyerahan hibah lahan seluas 80 hektare di Cimenyan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Gubernur Dedi Mulyadi di Gedung Pakuan, Bandung.

14 Maret 2026

Dedi Mulyadi menyampaikan keterangan resmi bahwa lahan hibah akan dikonversi menjadi kebun kopi dan tanaman tegakan untuk memperkuat fungsi ekologis kawasan.

kini

Wendy Ratnasari yang telah tinggal sekitar 30 tahun di Amerika Serikat tetap menunjukkan kepedulian terhadap ekonomi masyarakat Jawa Barat dan berharap kebun kopi dapat meningkatkan kesejahteraan warga Cimenyan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Lahan seluas 80 hektare di kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dihibahkan oleh seorang diaspora asal Jawa Barat kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk dijadikan kebun kopi dan kawasan konservasi lingkungan.
  • Who?
    Wendy Ratnasari, diaspora asal Jawa Barat yang tinggal di Amerika Serikat, menyerahkan lahan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan dukungan Dinas Perkebunan Jawa Barat dan warga penggarap setempat.
  • Where?
    Penandatanganan hibah dilakukan di Gedung Pakuan, Kota Bandung, sementara lokasi lahan berada di kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
  • When?
    Penyerahan hibah berlangsung pada Jumat, 13 Maret 2026, dan keterangan resmi disampaikan sehari setelahnya pada Sabtu, 14 Maret 2026.
  • Why?
    Lahan diubah menjadi kebun kopi karena tanaman sayuran dinilai tidak memiliki akar kuat untuk menjaga struktur tanah di wilayah berkontur miring serta untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan ekonomi warga.
  • How?
    Pemerintah provinsi akan mengonversi lahan menjadi perkebunan kopi dan tanaman keras dengan melibatkan warga sebagai penggarap yang menerima upah rutin selama masa penanaman hingga kebun mulai produktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada ibu namanya Wendy, dia tinggal di Amerika tapi punya tanah besar di Bandung. Tanahnya dikasih ke pemerintah Jawa Barat. Katanya mau dibuat kebun kopi supaya tanahnya kuat dan udara jadi bagus. Pak Gubernur Dedi bilang warga yang dulu nanam sayur tetap boleh kerja di sana dan dibayar tiap bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Hibah lahan seluas 80 hektare dari Wendy Ratnasari kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencerminkan sinergi positif antara kepedulian diaspora dan upaya pelestarian lingkungan. Konversi lahan sayuran menjadi kebun kopi tidak hanya memperkuat fungsi ekologis kawasan, tetapi juga menjamin keberlanjutan ekonomi warga melalui keterlibatan langsung dan dukungan pembiayaan selama masa tanam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Diaspora asal Jabar yang tinggal di Amerika Serikat, Wendy Ratnasari menghibahkan lahan seluas 80 hektare di kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Lahan hibah ini dipastikan akan menjadi area kebun kopi.

Kebun itu nantinya tetap dimanfaatkan sebagai kawasan konservasi lingkungan dan tetap melibatkan warga sebagai penggarap. Adapun penyerahan lahan perseorangan menjadi hibah provinsi ini dilakukan dengan penandatanganan langsung antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wendy Ratnasari, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (13/3/2026).

Dedi Mulyadi mengatakan, lahan yang selama ini ditanami sayuran oleh warga akan diubah menjadi kebun kopi dan tanaman tegakan yang memiliki fungsi ekologis lebih kuat, terutama untuk memperbaiki kondisi lingkungan di kawasan tersebut.

"Sehingga akan diubah jenis tanaman dari sayuran menjadi kebun kopi. Sebagian juga ditanami tanaman tegakan yang kuat agar bisa menghasilkan oksigen," kata Dedi dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (14/3/2026).

1. Penggarap nantinya merupakan warga sekitar

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Perubahan komoditas tanaman ini, kata Dedi dilakukan karena tanaman sayuran tidak memiliki akar yang cukup kuat untuk menjaga struktur tanah, terutama di wilayah dengan kemiringan lereng yang cukup tinggi.

Meski dilakukan perubahan fungsi tanaman, rencananya warga yang selama ini menggarap lahan tersebut tetap akan dilibatkan dalam pengelolaannya agar tidak kehilangan sumber penghasilan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan pembiayaan atau upah rutin kepada para penggarap selama proses penanaman hingga tanaman kopi mulai menghasilkan.

"Penggarapnya tetap mendapat alokasi pembiayaan setiap bulan. Daripada jadi kuli panggul Rp30.000 per hari, lebih baik menanam dan mendapat upah dari pemerintah provinsi," ucapnya.

2. Konservasi harus tetap diutamakan

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi menambahkan, ke depannya kawasan tersebut tidak hanya difungsikan sebagai kebun kopi, tetapi juga berpotensi dikembangkan secara terintegrasi dengan berbagai fungsi lain seperti pariwisata, kesehatan lingkungan, hingga pendidikan.

"Kalau saya itu melihat sesuatu secara holistik. Kawasan ini nanti punya fungsi wisata, fungsi kesehatan lingkungan, ekologi, sekaligus edukasi," kata Dedi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yudniarsa menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya gubernur untuk menangani lahan kritis di Jawa Barat, khususnya di kawasan Bandung Utara.

Menurut Gandjar, kawasan Cimenyan menjadi perhatian karena sebagian besar lahannya ditanami sayuran di area dengan kemiringan sekitar 30 derajat, kondisi yang sebenarnya lebih cocok untuk tanaman tahunan yang memiliki akar kuat.

"Kalau sayuran dia tidak punya akar kuat, tidak menyimpan air dan tidak memperkuat tanah. Sementara kemiringan 30 derajat itu disarankan untuk tanaman yang punya fungsi mengikat tanah," ujarnya.

3. Warga sudah lama menggarap lahan tanpa dipungut sewa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Dinas Perkebunan kemudian melakukan pemetaan dan survei lapangan untuk mengidentifikasi kepemilikan lahan di kawasan tersebut. Dari hasil survei itu ditemukan bahwa terdapat satu pemilik lahan dengan luasan mencapai 80 hektare, yakni Wendy Ratnasari.

"Akhirnya ketemu dengan Ibu Wendy. Beliau memiliki lahan sekitar 80 hektare dan ketika kita komunikasi ternyata memiliki kepedulian yang sama terhadap keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat," kata Gandjar.

Selama ini, lahan milik Wendy tersebut memang telah digarap warga sekitar tanpa biaya sewa, dengan kesepakatan warga tetap menjaga kondisi lahan.

Dalam diskusi dengan pemerintah daerah, Wendy menyatakan kesediaannya untuk mengonversi lahan tersebut menjadi perkebunan kopi dan tanaman keras, dengan tetap memperhatikan keberlanjutan ekonomi para penggarap.

"Di lahan itu warga memang sudah lama menggarap tanpa biaya apa pun. Jadi ketika kami diskusi untuk konversi ke komoditas kopi serta tanaman keras, beliau mendukung dan penggarap tetap kita perhatikan," katanya.

Gandjar menjelaskan, kopi merupakan tanaman tahunan yang membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun sebelum menghasilkan panen. Karena itu, pemerintah menyiapkan skema program rehabilitasi dan konservasi lahan selama masa tanam tersebut.

Dalam program tersebut, warga yang selama ini menggarap lahan akan tetap mendapatkan upah harian untuk kegiatan penanaman dan pemeliharaan tanaman hingga kebun kopi mulai produktif.

"Nanti pada saatnya tujuan konservasi lahan terpenuhi, pemilik lahan tidak dirugikan, lahannya tetap terpelihara, dan ekonomi penggarap juga tetap diperhatikan," ujarnya.

4. Wendy serahkan lahan kepada Pemprov Jabar

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara itu, Wendy Ratnasari mengatakan hibah lahan tersebut dilandasi keinginannya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan Cimenyan.

Perempuan yang telah tinggal di Amerika Serikat selama sekitar 30 tahun itu berharap pengelolaan lahan tersebut dapat mendorong kemandirian ekonomi warga.

"Saya ingin menggerakkan ekonomi mereka supaya bisa mandiri. Kalau nanti hasilnya dikelola dengan baik, misalnya bisa sampai ekspor, hasilnya juga bisa kembali untuk kesejahteraan mereka," katanya.

Wendy diketahui telah menetap di Amerika Serikat sejak usia 20 tahun untuk menempuh pendidikan dan bekerja. Kini pada usia 55 tahun, ia tetap memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat di kampung halamannya di Jawa Barat.

Editorial Team