Pemkot Bandung Targetkan Investasi Capai Rp11,363 Triliun pada 2026

- DPMPTSP Kota Bandung menargetkan investasi mencapai Rp11,363 triliun pada 2026
- Perkuat sistem pelayanan MPP untuk menjawab tantangan investasi
- Pemerintah Kota Bandung sudah tawarkan sebelas aset tanah kepada calon investor dan kinerja ASN harus ditingkatkan
Bandung, IDN Times - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung menyiapkan berbagai program untuk menarik investor dari dalam dan luar negeri tahun ini.
Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Erick Attauriq menuturkan, realisasi investasi Kota Bandung sepanjang 2025 menunjukkan tren sangat positif. Target investasi dalam RKPD 2025 sebesar Rp7 triliun berhasil dilampaui, dengan capaian hingga triwulan ketiga mencapai Rp10,162 triliun.
“Ini menjadi modal optimisme kita. Namun tantangan ke depan juga semakin besar,” ujar Erick.
Memasuki 2026, target investasi dalam RPJMD ditetapkan sebesar Rp11,363 triliun, seiring target pertumbuhan ekonomi daerah yang diproyeksikan mencapai 5,35 persen.
1. Perkuat sistem pelayanan MPP

Untuk menjawab tantangan tersebut, DPMPTSP mengusulkan penyesuaian sistem kerja serta penguatan struktur organisasi, termasuk pengembangan mal pelayanan publik (MPP) agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pelayanan dan investasi.
Erick juga memaparkan, sekitar 80 persen ASN di lingkungan DPMPTSP saat ini merupakan pejabat fungsional. Komposisi ini, menurutnya, justru menjadi kekuatan jika dikelola dengan sistem kerja yang tepat, kolaboratif, dan berbasis kinerja.
“Dengan sistem kerja yang baru, koordinasi kita sederhanakan tanpa mengurangi tanggung jawab jabatan fungsional. Prinsipnya, kerja tetap cepat, target tetap tercapai,” jelasnya.
2. Sudah tawarkan berbagai proyek ke investor

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung menawarkan sebelas aset tanah milik pemerintah daerah kepada calon investor dalam gelaran Bandung Investment Forum (BIF) 2025. Langkah ini dilakukan sebagai cara membuka peluang investasi baru dan mempercepat realisasi investasi di Kota Bandung.
Erik mengatakan, penawaran tersebut disampaikan kepada calon investor potensial dalam sesi diskusi yang digelar pada agenda BIF pada tahun ini.
“Kami menawarkan kurang lebih sebelas aset Pemerintah Kota Bandung yang kami coba rancang bersama para calon investor potensial. Kami jelaskan potensi asetnya, tata ruangnya, dan apa saja peluang pengembangannya,” kata Eric.
3. Kinerja ASN harus ditingkatkan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengingatkan pentingnya kebersamaan dan aksi nyata seluruh ASN dalam menghadapi tantangan pembangunan kota yang semakin kompleks. Ia menyebut Bandung sebagai kota yang dinamis, dengan keterbatasan wilayah namun memiliki potensi ekonomi dan investasi yang sangat besar.
“Bandung ini kota kecil secara wilayah, tapi target investasinya besar. Di sinilah tantangan kita. Bukan hanya DPMPTSP, tapi seluruh perangkat daerah harus saling mendukung,” ujar Iskandar.
Dia juga memberikan apresiasi atas perkembangan pesat Mal Pelayanan Publik Kota Bandung yang dinilainya semakin matang, inovatif, dan menjadi rujukan daerah lain. Menurutnya, MPP bukan hanya pusat layanan administratif, tetapi juga wajah pemerintah di mata masyarakat.
Salah satu inovasi yang disorot adalah layanan wali nikah yang terintegrasi di MPP Kota Bandung dan menjadi satu-satunya di Indonesia. Dalam kurun waktu tiga bulan, layanan tersebut telah melayani sekitar 200 pasangan.
“Ini bukti bahwa pelayanan publik bisa dibuat mudah, dekat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Hal-hal seperti inilah yang harus terus dikembangkan,” ucapnya.

















