Subang, IDN Times -
Wacana pemerintah memberikan stimulus kepada para produsen tempe-tahu dinilai tak akan efektif. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi meyakini stimulus itu tidak akan mempengaruhi harga tempe-tahu di pasaran.
Menurut pengamatan Dedi, peredaran tempe-tahu saat ini cukup langka di sejumlah daerah. Fenomena itu diduga akibat produsen yang mogok produksi untuk memprotes harga bahan baku kedelai yang mahal.
Stimulus pemerintah berupa bantuan permodalan, gas, listrik atau bangunan itu dikhawatirkan tidak akan merata. "Sering kali bantuan itu tidak semua akan mendapat bantuan. Kemudian, bantuan tidak bisa dibaca sebagai regulasi pasar," katanya, Sabtu (26/2/2022).
