Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Tuntut Lapangan Kerja Warga Lokal
Pabrik BYD di Subang punya kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun (Dok. BYD)
  • Ormas mendatangi pabrik BYD di Subang untuk menuntut kesempatan kerja warga lokal; persoalan ini telah dibahas bersama BYD, Disnaker Subang, dan perwakilan ormas.

  • Pemprov Jawa Barat menyatakan warga Subang diprioritaskan dalam rekrutmen, dengan syarat sesuai posisi. BYD membuka sekitar 3.000 lowongan melalui Nyari Gawe dan menerima lebih dari 800 pekerja.

  • Pemprov Jabar meminta aspirasi ketenagakerjaan diselesaikan lewat dialog yang difasilitasi pemerintah daerah, bukan aksi mendatangi perusahaan, demi mencegah kegaduhan dan menjaga iklim investasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
28 Oktober 2026

Sejumlah ormas mendatangi pabrik BYD di Kabupaten Subang untuk menuntut kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

31 Oktober 2026

Adi Komar menyatakan pihak BYD, Disnaker Kabupaten Subang, dan perwakilan ormas telah bertemu untuk menindaklanjuti persoalan tersebut. Pemprov Jabar meminta aspirasi ketenagakerjaan diselesaikan melalui dialog, bukan aksi mendatangi perusahaan.

sekarang ini

BYD telah membuka sekitar 3.000 posisi kerja melalui aplikasi Nyari Gawe. Lebih dari 800 tenaga kerja telah diterima dan mulai bekerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sejumlah ormas mendatangi pabrik BYD di Kabupaten Subang untuk menuntut kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
  • Who?
    Ormas, BYD, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Subang, Pemerintah Kabupaten Subang, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terlibat dalam penanganan persoalan kesempatan kerja.
  • Where?
    Aksi berlangsung di pabrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
  • When?
    Aksi terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026. Pertemuan tindak lanjut dikonfirmasi Kepala Diskominfo Jawa Barat Adi Komar pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
  • Why?
    Ormas menagih peluang kerja bagi warga lokal. Pemprov Jawa Barat menyatakan warga Kabupaten Subang menjadi prioritas, dengan persyaratan rekrutmen tetap mengikuti kebutuhan posisi dan standar perusahaan.
  • How?
    BYD, Disnaker Subang, dan perwakilan ormas telah bertemu. BYD membuka sekitar 3.000 lowongan melalui aplikasi Nyari Gawe; lebih dari 800 pekerja telah diterima dan mulai bekerja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ormas datang ke pabrik BYD di Subang karena ingin warga setempat dapat kerja. Lalu BYD, dinas kerja, dan ormas bertemu untuk bicara. BYD sudah membuka sekitar 3.000 lowongan. Lebih dari 800 orang sudah bekerja. Pemerintah bilang warga Subang diutamakan, tapi pekerja harus punya kemampuan. Pemerintah juga minta masalah dibicarakan baik-baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pertemuan antara perusahaan, pemerintah daerah, dan perwakilan masyarakat menunjukkan bahwa aspirasi ketenagakerjaan dapat ditangani melalui komunikasi yang terbuka. Dengan sekitar 3.000 lowongan tersedia dan lebih dari 800 pekerja telah diterima, peluang kerja bagi warga, yang diprioritaskan dalam rekrutmen, tetap berjalan melalui proses profesional dan akses informasi yang lebih terarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Aksi sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang mendatangi pabrik BYD di Kabupaten Subang, Rabu (28/10/2026), turut menjadi sorotan publik. Mereka datang untuk menangih soal kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar mengatakan, persoalan tersebut telah ditindaklanjuti melalui pertemuan antara pihak BYD, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Subang, dan perwakilan ormas.

"Pada prinsipnya, pihak-pihak yang kemarin datang mengonfirmasi sudah bertemu. Dari Pemkab Subang, dalam hal ini Disnaker, dan ormas yang kebetulan kemarin hadir ke BYD juga sudah bertemu," kata Adi saat dihubungi, Sabtu (31/10/2026).

1. Sudah ada 800 lebih warga lokal yang diterima kerja

Kapasitas pabrik BYD sebulan hampir 10 ribu unit (Dok. BYD)

Menurutnya, masyarakat Kabupaten Subang menjadi prioritas dalam proses perekrutan. Meski begitu, perusahaan tetap menerapkan persyaratan sesuai kebutuhan masing-masing posisi.

Di sisi lain, Pemprov Jabar mencatat BYD telah membuka sekitar 3.000 posisi pekerjaan melalui aplikasi Nyari Gawe. Dari jumlah tersebut, lebih dari 800 tenaga kerja telah diterima dan mulai bekerja.

"BYD sekarang ini sudah membuka kurang lebih 3.000 posisi lowongan kerja dan sudah diterima sekitar 800 lebih warga yang sudah diterima dan sudah masuk," katanya.

2. Perusahaan harus merekrut secara profesional

ilustrasi. pabrik BYD di subang(instagram.com/byd_indonesia)

Adi menjelaskan, aplikasi Nyari Gawe menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengakses informasi lowongan pekerjaan dan mengikuti proses rekrutmen.

Namun, ia mengingatkan bahwa perusahaan memiliki standar produksi dan pengendalian kualitas yang harus dipenuhi. Karena itu, kemampuan pelamar menjadi salah satu pertimbangan dalam penerimaan tenaga kerja.

"Perusahaan juga harus merekrut secara profesional. Mereka punya standar produksi yang harus bagus dengan memenuhi quality control yang sangat ketat. Tentunya pegawai-pegawainya harus terampil dan bisa mengikuti SOP yang ada dalam pabrik tersebut," katanya.

3. Pemprov minta ormas tidak kembali geruduk perusahaan

Pelabuhan Patimban. (dok. Kemenhub)

Pemprov Jabar meminta persoalan kesempatan kerja tidak kembali diselesaikan melalui aksi mendatangi perusahaan. Adi menilai aspirasi masyarakat seharusnya bisa disampaikan melalui dialog dengan melibatkan pemerintah daerah.

Pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa dinilai dapat memfasilitasi komunikasi antara perusahaan dan kelompok masyarakat agar persoalan serupa tidak berkembang menjadi konflik.

"Pembangunan di Jawa Barat melalui keterbukaan kita terhadap pihak-pihak yang ingin berinvestasi memerlukan dukungan semua pihak. Jadi, hal kemarin seyogianya bisa dikomunikasikan antara perusahaan dengan kelompok masyarakat atau ormas, dengan difasilitasi pemerintah kabupaten, kecamatan, atau desa," tuturnya.

Ia berharap aksi mendatangi perusahaan secara beramai-ramai tidak terulang karena berpotensi menimbulkan kegaduhan dan mengganggu iklim investasi.

"Artinya tidak perlu ricuh, tidak perlu ramai-ramai menggeruduk. Seyogianya bisa dilakukan melalui diskusi dan konfirmasi dengan cara-cara yang baik serta dalam suasana kekeluargaan," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article