Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ojol Bandung Wafat Akibat Jalan Nasional Rusak, KDM Desak Solusi Pusat
Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia)
  • Seorang pengemudi ojek online tewas di Jalan Dr Djunjunan, Bandung, setelah kehilangan kendali akibat jalan berlubang dan terlindas bus DAMRI pada Rabu, 17 Juni 2026.
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan banyak jalan nasional di Jabar rusak dan meminta pemerintah pusat menyerahkan pengelolaannya ke daerah agar bisa segera diperbaiki.
  • Dedi menyebut APBD daerah cukup untuk menangani perbaikan jalan jika kewenangan diserahkan, sementara lokasi kecelakaan Pasteur kini sedang diperbaiki oleh petugas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
16 Juni 2026

Seorang pesepeda bernama DPM tewas terlindas truk di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung sekitar pukul 08.24 WIB. Petugas melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

17 Juni 2026

Pengemudi ojek online tewas setelah terjatuh akibat jalan berlubang di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung sekitar pukul 14.20 WIB. Korban kehilangan kendali dan terlindas Bus DAMRI hingga meninggal dunia.

20 Juni 2026

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi kecelakaan tersebut dan menyatakan banyak jalan nasional di Jabar rusak. Ia mengungkapkan Pemprov Jabar telah mengirim surat ke Kementerian PU agar pengelolaan jalan nasional diserahkan ke daerah namun belum mendapat respons.

kini

Lokasi kecelakaan di Jalan Dr Djunjunan sedang diperbaiki oleh petugas. Pemerintah daerah mendesak pemerintah pusat segera merespons usulan penyerahan pengelolaan jalan nasional untuk mencegah kecelakaan serupa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang pengemudi ojek online meninggal dunia setelah terjatuh dan terlindas bus akibat jalan berlubang di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung.
  • Who?
    Korban adalah seorang pengemudi ojek online; peristiwa ditangani oleh Satlantas Polrestabes Bandung dan mendapat tanggapan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di Jalan Dr Djunjunan atau Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, yang merupakan jalan berstatus milik pemerintah pusat.
  • When?
    Peristiwa berlangsung pada Rabu, 17 Juni 2026 sekitar pukul 14.20 WIB; tanggapan resmi disampaikan pada Sabtu, 20 Juni 2026.
  • Why?
    Kecelakaan terjadi karena korban kehilangan kendali saat melintasi penutup gorong-gorong yang berlubang di jalan nasional tersebut.
  • How?
    Saat mencoba mendahului kendaraan lain, motor korban oleng akibat lubang jalan lalu jatuh ke kiri dan masuk ke kolong Bus DAMRI hingga terlindas dan meninggal dunia di tempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Seorang abang ojek di Bandung jatuh karena jalan berlubang dan dia meninggal, kasihan sekali. Jalannya di daerah Pasteur rusak dan bikin motor oleng lalu masuk ke bawah bus. Pak Gubernur Dedi bilang banyak jalan rusak dan minta pemerintah pusat kasih izin biar daerah bisa perbaiki. Sekarang petugas lagi betulin jalannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun insiden tragis terjadi, respons cepat pemerintah daerah menunjukkan kepedulian nyata terhadap keselamatan publik. Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan kesiapan Pemprov Jabar dan pemerintah kota untuk mengambil alih pengelolaan jalan nasional dengan dukungan APBD yang memadai, sementara petugas langsung memperbaiki lokasi kecelakaan di Pasteur sebagai langkah konkret perbaikan infrastruktur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Jalan berlubang milik pemerintah pusat berada di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, menyebabkan korban jiwa. Satu orang pengemudi ojek online (ojol) dinyatakan meninggal karena berupaya mendahului kendaraan namun kehilangan kendali karena kondisi jalan rusak.

Peristiwa tersebut terjadi, Rabu (17/6/2026), sekitar pukul 14.20 WIB. Setelah hilang kendali, korban kemudian jatuh ke arah kiri hingga masuk ke kolong Bus DAMRI. Dia pun terlindas hingga akhirnya meninggal dunia.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut merespons hal tersebut dan mengatakan jalan yang berstatus milik nasional yang tersebar di berbagai titik di Jabar dalam kondisi rusak.

Pemprov Jabar pun sudah membuat solusi mengusulkan jalan milik nasional ke Pemprov Jawa Barat atau pemerintah kabupaten dan kota. Surat usulan tersebut kata Dedi sudah diserahkan namun sampai saat ini tidak direspons.

"Jalan nasional di Jawa Barat saat ini banyak yang rusak. Dari sisi kebijakan, kami sudah berkirim surat ke Kementerian PU agar menyerahkan pengelolaannya ke provinsi atau ke pemerintah kota setempat. Kami tidak memperbaiki sebelum ada penyerahan resmi," kata Dedi dikutip Sabtu (20/6/2026).

1. Pemerintah pusat harus tanggung jawab

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti)

Selama surat tersebut belum direspons oleh pemerintah pusat, Dedi menegaskan, Pemprov Jabar tidak akan memberikan intervensi langsung ke jalan-jalan milik pemerintah pusat, karena kewenangan bukan ada di pemerintah provinsi.

Menurut Dedi, pemerintah pusat jangan khawatir mengenai pembiayaan jika nantinya pemerintah daerah mengelola penuh Jalan Nasional. Dia merasa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah daerah mampu untuk melakukan perbaikan dan kemantapan jalan.

Dia mencontohkan, seperti di Pemkot Bandung yang memiliki APBD sekitar Rp7,61 triliun. Angka itu sangat mampu menangani kerusakan jalan tersebut.

"Jadi saya harapkan jalan yang rusak yang tidak terbiayai serahin ke daerah. APBD Kota Bandung kan 7,61 triliun, itu sangat bisa untuk menangani. Provinsi juga sudah mengambil alih pengolahan sebagian jalan kota," kata dia.

2. Minta usulan pemerintah daerah ambil alih Jalan Nasional segera direspons

ilustrasi jalanan macet dengan kendaraan berdesakan (pexels.com/Jimmy Liao)

Dedi menilai opsi itu menjadi solusi penanganan lubang jalan yang mengancam nyawa pengendara dapat dieksekusi dengan dikelola oleh pemerintah provinsi dan kabupaten kota masing-masing.

Dengan begitu, ke depannya tidak ada lagi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa akibat jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota yang rusak.

Pantauan terkini di lapangan, lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa pengemudi ojol di Jalan Dr Djunjunan atau Pasteur ini sedang diperbaiki oleh sejumlah petugas.

3. Ojol tewas akibat jalan berlubang di Pasteur

Ilustrasi ojol. (IDN Times/Sukma Shakti)

Diketahui, seorang pengendara ojek online (ojol) tewas saat melintasi jalan berlubang di Jalan Pasteur, Kota Bandung, Rabu (17/6/2026) siang. Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana menyebut, pengendara motor terjatuh dan meninggal dunia saat melintasi tutup gorong-gorong yang berlubang.

"Informasi (kecelakaan) tunggal," kata dia.

Fiekry menuturkan, korban sedang melintasi jalan Pasteur, Kota Bandung dari arah barat ke timur kemudian jatuh karena penutup gorong-gorong jalan yang berlubang. Petugas saat ini masih melakukan evakuasi terhadap korban dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Gara-gara gorong-gorong jalan berlubang," kata dia.

Kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal sebelumnya juga terjadi di Jalan Soekarno-Hatta. DPM, seorang pesepeda berstatus pelajar tewas terlindas truk saat melintasi jalan tersebut di Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 08.24 WIB.

Saat itu korban DPM bersepeda dari arah barat ke timur di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (16/6/2026). Korban hendak berbelok dari jalur lambat ke jalur cepat.

"Pada saat berbelok tidak mengamati situasi arus lalu lintas dari arah depan dan samping kanan, sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas," ucap dia, Selasa (16/6/2026).

Ia menuturkan korban tertabrak truk tracktor yang datang dari arah barat menuju timur di jalur cepat. Akibat kejadian itu, pesepeda meninggal dunia di lokasi kejadian.

Setelah kejadian itu, ia mengatakan petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Kendaraan yang terlibat dalam keadaan laik jalan.

Editorial Team

Related Article