Ilustrasi calon kepala daerah jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Sementara Plt Sekretaris DPW PPP Jabar, Zaini Shofari mengatakan, partainya masih belum menentukan sikap untuk menghadapi Pilgub Jabar. Dia juga menanggapi santai dan memaklumi soal munculnya poster Poros Santri itu.
"Jadi musimnya jadi wajar semua orang mengekspresikan cara-cara keinginan semua termasuk flyer seperti itu. Kami gak apa-apa silakan saja. Jadi siapapun, mau gimana, kami gak bisa larang-larang," ujar Zaini.
PPP sendiri masih menjalin komunikasi dengan berbagai partai politik termasuk dari PKB, dan PKS. Namun, Zaini memastikan partainya masih belum bergabung dengan koalisi manapun.
"Menanggapi hal itu tidak benar kalaupun ada itu mah dari mereka-mereka saja. Adapun komunikasi kami jalani terus temasuk PKB, PKS, by phone juga intensif dengan PKB," jelasnya.
Komunikasi paling intensif sendiri dilakukan bersama dengat PKB. Bahkan, sebelum mengusulkan Acep Adang sebagai Calon Wakil Gubernur, Zaini memastikan PPP sebelumnya sudah berkomunikasi dan mengusulkan untuk Acep diusung di Pilkada.
Menurutnya, PPP saat ini berada di tengah dan belum menentukan apakah akan membuat poros baru atau gabung bersama dengan KIM. Bicara Pilgub Jabar, partai berlambang kakbah ini tidak bisa dianggap enteng, terbukti dengan beberapa kadernya yang berhasil menang di Pilgub.
Seperti Mantan Gubernur Jabar ke 10, Nu'man Abdul Hakim, hungga Uu Ruzhanul Ulum mantan wakil dari Ridwan Kamil di periode 2018-2023. Selain itu, ada pula Deddy Mizwar yang saat itu mendampingi Ahmad Heryawan.
"Segala kemungkinan ada, memungkinkan kami buat poros sendiri atau dengan siapapun kami terbuka untuk bisa bersama," kata Zaini.