Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menkop Pastikan Soal Impor 105 Ribu Pikap dari India Sudah Clear
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Pemerintah memastikan rencana impor 105 ribu mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara sudah tuntas dibahas dan tetap memprioritaskan produksi otomotif dalam negeri.
  • Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan kebutuhan kendaraan untuk koperasi desa akan diutamakan dari industri nasional, namun impor dimungkinkan jika kapasitas lokal belum mencukupi.
  • Anggota DPR Herman Khaeron menyoroti rencana impor tersebut dan menilai pengadaan seharusnya menjadi peluang untuk memperkuat industri otomotif lokal sesuai arahan Presiden Prabowo.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
26 Februari 2026

Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyampaikan keberatan terhadap rencana impor 105 ribu mobil pikap dari India. Ia menegaskan belum pernah ada pembahasan resmi terkait pengadaan kendaraan tersebut dan meminta klarifikasi dari PT Agrinas Pangan Nusantara.

16 Maret 2026

Menteri Koperasi Ferry Juliantono memastikan persoalan impor mobil pikap dari India sudah selesai dibahas. Ia menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan industri otomotif dalam negeri dan telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian serta PT Agrinas Pangan Nusantara.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah memastikan rencana impor sekitar 105.000 mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih telah diselesaikan dan tetap memprioritaskan penggunaan kendaraan produksi dalam negeri.
  • Who?
    Menteri Koperasi Ferry Juliantono, PT Agrinas Pangan Nusantara, Kementerian Perindustrian, serta Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron terlibat dalam pembahasan dan penegasan kebijakan pengadaan kendaraan tersebut.
  • Where?
    Pernyataan Menteri Koperasi disampaikan di Gedung Sate, Bandung, sementara tanggapan DPR RI terkait isu ini berlangsung di Gedung DPR RI, Jakarta.
  • When?
    Pernyataan Menteri Koperasi disampaikan pada Senin, 16 Maret 2026, sedangkan tanggapan dari Anggota Komisi VI DPR RI diberikan pada Kamis, 26 Februari 2026.
  • Why?
    Kebijakan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional koperasi desa di berbagai daerah sambil tetap mendukung industri otomotif nasional agar memperoleh prioritas dalam pengadaan.
  • How?
    Pemerintah berkoordinasi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara dan Kementerian Perindustrian; sebagian kebutuhan akan dipenuhi dari produksi lokal dan sisanya dimungkinkan melalui impor jika kapasitas nasional belum
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada rencana beli banyak mobil pikap dari India buat bantu koperasi desa. Tapi Pak Menteri Ferry bilang semua sudah beres dan tetap mau pakai mobil buatan Indonesia dulu. Kalau mobil dari sini belum cukup, baru boleh beli dari luar. Sekarang pemerintah dan perusahaan lagi kerja bareng supaya semua kebutuhan bisa terpenuhi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan pemerintah mengenai rencana impor 105 ribu mobil pikap menunjukkan adanya koordinasi yang matang antara Kemenkop, Kementerian Perindustrian, dan pelaku industri otomotif nasional. Sikap ini mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan koperasi desa dan komitmen memperkuat industri dalam negeri melalui prioritas pada produksi lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Kementerian Koperasi Indonesia (Kemenkop) memastikan soal rencana PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor sekitar 105.000 mobil pikap dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa Merah Putih sudah beres. Pemerintah dipastikan tetap prioritaskan industri dalam negeri.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan, pemerintah tetap memprioritaskan pengadaan kendaraan dari industri otomotif dalam negeri. Hal itu dipastikannya sudah dikoordinasikan bersama pihak terkait lainnya.

"Itu tadi barusan kita juga dapat (informasi) dengan PT Agrinas Pangan Nusantara. Memang tetap kita akan lakukan ketersediaan barang-barang, kendaraan truk, pick up, dan lain sebagainya dari industri otomotif di dalam negeri," ujar Ferry di Gedung Sate, Bandung, Senin (16/3/2026).

1. Jika tidak terpenuhi bisa impor

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melakukan pertemuan dengan Menteri Pekerjaan Umum (MenPU) Dody Hanggodo membahas percepatan pembangunan infrastruktur Koperasi Merah Putih di Jakarta, Jumat (7/11). (Dok. Kemenkop)

Menurutnya, kebutuhan kendaraan untuk mendukung operasional koperasi desa di berbagai daerah memang cukup besar. Namun, pemerintah tetap akan mengutamakan ketersediaan dalam negeri.

Meskipun tidak menutup kemungkinan adanya pengadaan dari luar negeri jika kapasitas produksi industri nasional belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan yang ada.

"Tetapi yang tidak terpenuhi bisa dimungkinkan untuk kita adakan dari luar. Jadi, sudah enggak ada masalah lagi," katanya.

2. Sudah dipastikan tidak ada kendala lagi

Petani membawa pupuk UREA usai membelinya di Koperasi Merah Putih Desa Bentangan, Klaten. (IDN Times/Larasati Rey)

Ferry menambahkan, pembahasan mengenai rencana pengadaan kendaraan tersebut sebelumnya juga telah dilakukan bersama Kementerian Perindustrian Republik Indonesia serta pelaku industri otomotif nasional.

"Kemarin sudah ada pembicaraan dengan Kementerian Perindustrian dan dari industri otomotif nasional. Tadi kami juga berurusan dari PT Agrinas Pangan Nusantara untuk memastikan itu," jelasnya.

Persoalan impor mobil pikap dari India ini sempat disorot Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron. Dia menyatakan, pihaknya telah dua kali mengundang Agrinas untuk membahas Swasembada Pangan dan KDMP. Ia juga mengatakan, tidak pernah ada pembahasan terkait pengadaan sarana transportasi dari India untuk kebutuhan KDMP.

"Nah, yang kedua tentu ini sudah menjadi isu publik. Kalau sudah menjadi isu publik, Komisi VI wajib untuk memanggilnya dan meminta keterangan, minta penjelasan apa yang terjadi," kata Herman di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (26/2/2026).

3. DPR soroti rencana impor ini

Mahindra Scorpio yang menjadi kendaraan Koperasi Merah Putih (Dok. Istimewa)

Herman sepakat agar pengadaan ratusan ribu mobil India untuk KDMP dihentikan. Terlebih, dia mengatakan, kebijakan ini tidak selaras dengan semangat Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan kemampuan lokal.

Ia pun memandang kebutuhan 105 ribu unit mobil pikap ini seharusnya menjadi kesempatan untuk menggenjot industri manufaktur dalam negeri.

"Kita kan banyak mobil-mobil di kala sekarang sedang stagnan, penjualan mobil stagnan, kalau ada program yang kemudian ini bisa meningkatkan penjualan sekaligus ini akan meningkatkan putaran ekonomi, ada value added, ada nilai tambah nanti yang dapat diberikan dari stimulus anggaran negara yang diberikan dalam bentuk mobil pick-up," kata dia.

Editorial Team