Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Meminimalisir Konflik, KDM Dorong Pilkades Digital di Seluruh Jabar
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Dok. IDN Times-Azzis Zulkhairil
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong pilkades e-voting di seluruh desa untuk mempercepat penghitungan suara, menekan biaya, dan meningkatkan efisiensi tata kelola keuangan.

  • Saat meninjau Pilkades ElDigi di Cibeureum Wetan, Sumedang, Dedi menyebut sistem tanpa kertas memungkinkan pemenang diketahui segera setelah bilik suara ditutup.

  • Pada 2026, pilkades digital dijadwalkan berlangsung di 565 desa pada enam kabupaten Jawa Barat, termasuk 93 desa di Sumedang dan 165 desa di Subang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Pilkades digital dijadwalkan berlangsung di 565 desa di enam kabupaten di Jawa Barat.

28 Oktober 2026

Dedi Mulyadi meninjau Pilkades Elektronik Digital di Desa Cibeureum Wetan, Sumedang. Sebanyak 93 desa di Sumedang dijadwalkan mengikuti pilkades serentak.

22 November 2026

Kabupaten Karawang dijadwalkan menggelar pencoblosan pilkades digital di 67 desa.

6 Desember 2026

Kabupaten Subang dijadwalkan menggelar pilkades yang diikuti 165 desa.

13 Desember 2026

Kabupaten Ciamis dijadwalkan menggelar pilkades di 40 desa.

14 Desember 2026

Pelantikan kepala desa terpilih di Kabupaten Karawang direncanakan berlangsung.

Saat ini

Persiapan dan sosialisasi sistem digital untuk pilkades di Ciamis terus dioptimalkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gubernur Jawa Barat mendorong penerapan pemilihan kepala desa berbasis elektronik atau e-voting di seluruh desa Jawa Barat.
  • Who?
    Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten, dan warga desa di wilayah pelaksanaan pilkades digital terlibat dalam agenda ini.
  • Where?
    Peninjauan berlangsung di TPS 01 Kantor Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang; pilkades digital dijadwalkan di enam kabupaten Jawa Barat.
  • When?
    Dedi Mulyadi menyampaikan dorongan itu pada Rabu, 28 Oktober 2026, saat Sumedang menjadwalkan pilkades serentak di 93 desa.
  • Why?
    Sistem e-voting didorong untuk mempercepat penghitungan suara, menekan biaya penyelenggaraan, meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan daerah, dan mendorong desa sebagai basis pembangunan.
  • How?
    Pemilih menggunakan sistem elektronik tanpa surat suara kertas; setelah bilik suara ditutup, hasil dapat terlihat lebih cepat. Pada 2026, 565 desa di enam kabupaten dijadwalkan menerapkan pilkades digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melihat pemilihan kepala desa pakai komputer di Sumedang. Ia ingin semua desa di Jawa Barat memakai cara ini. Tidak ada kertas suara. Hasilnya bisa cepat terlihat saat tempat memilih ditutup. Tahun 2026, ada 565 desa di enam kabupaten yang akan memilih dengan cara digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penerapan pilkades digital di Jawa Barat membuka ruang bagi proses demokrasi desa yang lebih efisien, dengan hasil penghitungan yang dapat diketahui segera setelah pemungutan suara berakhir serta pengurangan penggunaan kertas. Persiapan di ratusan desa, termasuk sosialisasi dan sistem keamanan terenkripsi, menunjukkan perhatian pada kelancaran pelaksanaannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandung, IDN Times - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong penerapan pemilihan kepala desa (pilkades) berbasis elektronik di seluruh desa di Jabar. Sistem ini dinilai bisa memangkas waktu penghitungan suara sekaligus menekan biaya penyelenggaraan pemilihan.

Dorongan tersebut disampaikan KDM saat meninjau pelaksanaan Pilkades Elektronik Digital (ElDigi) di TPS 01, Kantor Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Rabu (28/10/2026).

Menurut KDM, penggunaan sistem elektronik memungkinkan hasil pemilihan diketahui lebih cepat setelah proses pemungutan suara selesai. Dengan begitu, penghitungan suara tidak lagi membutuhkan waktu lama seperti dalam metode konvensional.

"Hari ini Pemprov Jabar mewujudkan demokrasi yang cepat, demokrasi yang murah, demokrasi yang melahirkan efisiensi dalam tata kelola keuangan daerah dengan menyelenggarakan pemilihan kepala desa melalui e-voting," kata KDM.

1. Hasil penghitungan suara bisa diketahui lebih cepat

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai melantik Asep Surya jadi Bupati Bekasi. Dok Istimewa

KDM mengatakan, salah satu keunggulan pilkades digital adalah proses penghitungan suara yang lebih singkat. Sistem tersebut tidak lagi menggunakan surat suara berbahan kertas seperti pemilihan konvensional.

"Pilkadesnya e-voting tanpa kertas suara, tanpa perlu lama-lama menunggu penghitungan suara. Begitu bilik suaranya ditutup, hasilnya sudah bisa terlihat siapa yang menjadi pemenang, menjadi kepala desa," kata dia.

2. KDM ingin pilkades digital diterapkan di seluruh desa

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

KDM berharap penggunaan sistem e-voting tidak berhenti di desa-desa yang melaksanakan pilkades digital pada 2026. Ia ingin metode tersebut diterapkan secara lebih luas di seluruh wilayah Jawa Barat.

"Semua desa yang ada di Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan pilkadesnya dengan metodologi e-voting," katanya.

Ia juga menyebut digitalisasi sebagai bagian dari upaya mendorong desa menjadi basis pembangunan yang lebih maju.

"Desa tumbuh menjadi basis pembangunan yang berkemajuan," tuturnya.

3. Sebanyak 565 desa gelar pilkades digital pada 2026

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Untuk diketahui, pilkades digital tahun 2026 ini dijadwalkan berlangsung di 565 desa yang tersebar di enam kabupaten di Jawa Barat. Keenam daerah tersebut yakni Kabupaten Bekasi, Cianjur, Sumedang, Karawang, Subang, dan Ciamis.

Adapun Kabupaten Sumedang akan menggelar pencoblosan pada 28 Oktober 2026. Sebanyak 93 desa dijadwalkan mengikuti Pilkades serentak. Masa jabatan kepala desa terpilih akan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Untuk Kabupaten Karawang, pelaksanaan pencoblosan dijadwalkan pada 22 November 2026, sedangkan pelantikan kepala desa terpilih direncanakan pada 14 Desember 2026. Pilkades akan mencakup 67 desa di 25 kecamatan dengan persiapan sebanyak 438 tempat pemungutan suara (TPS) digital yang dilengkapi sistem keamanan terenkripsi.

Kabupaten Subang dijadwalkan menggelar Pilkades pada 6 Desember 2026. Sebanyak 165 desa akan mengikuti pesta demokrasi tersebut. Selain mempersiapkan penerapan metode digital di sejumlah titik percontohan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus terhadap netralitas aparatur desa.

Adapun Kabupaten Ciamis menjadwalkan pelaksanaan Pilkades pada 13 Desember 2026. Sebanyak 40 desa akan mengikuti pemilihan. Saat ini, tahapan persiapan dan sosialisasi sistem digital terus dioptimalkan agar masyarakat memahami mekanisme pemilihan yang akan diterapkan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article