Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Magang hingga Riset, Sany Gandeng ITB Dongkrak Industri di Karawang
Dari Magang hingga Riset, Sany Gandeng ITB di Karawang. IDN Times/Istimewa
  • PT Sany Heavy Industry dan ITB menandatangani MoU di Karawang untuk kolaborasi pendidikan, riset, pengembangan teknologi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
  • Kerja sama membuka program magang, work-integrated learning, peluang kerja, dan pengembangan kompetensi lintas disiplin agar mahasiswa serta lulusan memperoleh pengalaman sesuai kebutuhan industri.
  • Sany dan ITB juga menjajaki riset bersama, transfer teknologi, akses ekosistem R&D di Tiongkok, serta kunjungan delegasi ITB ke fasilitas manufaktur alat berat Karawang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sany dan ITB bekerja sama di Karawang. Mahasiswa bisa magang, belajar, dan mungkin bekerja di Sany. Mereka juga bisa meneliti teknologi bersama. Orang-orang ITB melihat pabrik alat berat Sany. Sekarang, Sany ingin lebih banyak orang Indonesia belajar dan berkembang di perusahaan itu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kolaborasi Sany dan ITB menghadirkan ruang yang lebih nyata bagi talenta Indonesia untuk menghubungkan pembelajaran dengan praktik industri, dari magang hingga riset bersama. Dengan mayoritas tenaga kerja Karawang berasal dari lokal, kemitraan ini mencerminkan perhatian pada penguatan kompetensi sekaligus membuka akses mahasiswa dan akademisi pada teknologi, fasilitas produksi, serta pertukaran pengetahuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karawang, IDN Times - Institut Teknologi Bandung (ITB) mendapat kesempatan dari PT Sany Heavy Industry untuk membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa dan akademisi terlibat langsung dalam dunia industri. Kerja sama ini mencakup pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di fasilitas PT Sany Industry Machinery, Kawasan Industri Mitra Karawang, Jawa Barat, Senin (24/8/2026). Kerja sama ini juga diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan industri dengan pengembangan talenta dan riset di perguruan tinggi.

Chairman of Sany Asia Pacific, Mr. Zhang Song, mengatakan pengembangan talenta lokal menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan perusanaan di Indonesia. Saat ini, sekitar 91 persen tenaga kerja di Karawang merupakan tenaga kerja lokal.

"Pengembangan talenta lokal merupakan bagian penting dari pertumbuhan Sany di Indonesia. Saat ini, sekitar 91 persen tenaga kerja di Karawang merupakan tenaga kerja lokal," kata Zhang melalui siaran pers diterima IDN Times, Jumat (28/8/2026).

1. Mahasiswa bisa dapat pengalaman langsung di industri

Dari Magang hingga Riset, Sany Gandeng ITB di Karawang. IDN Times/Istimewa

Kerja sama ini diharap membuka sejumlah program bagi mahasiswa dan lulusan. Bentuknya mulai dari program magang, work-integrated learning, kesempatan kerja, hingga peningkatan kompetensi.

Menurut Zhang, pihaknya ingin memberikan ruang yang lebih besar bagi talenta Indonesia untuk berkembang di dalam perusahaan. Pengalaman di fasilitas produksi juga diharapkan tidak berhenti pada pekerjaan teknis, tetapi dapat menjadi bagian dari perjalanan karier mereka.

"Ke depan, kami ingin memberikan ruang yang lebih besar bagi talenta Indonesia untuk tidak hanya bekerja di fasilitas produksi, tetapi juga berkembang menjadi tenaga profesional dan pemimpin di berbagai fungsi perusahaan," ujarnya.

Deputy General Manager/Director Government Relations Sany Indonesia, Saanjay Shamdasani, mengatakan kerja sama dengan ITB diharapkan membuat mahasiswa memperoleh pengalaman dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kolaborasi dengan ITB diharapkan memperluas kesempatan talenta Indonesia untuk memperoleh pengalaman dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus membuka peluang mengisi posisi strategis di masa depan," ujar Saanjay.

Kerja sama tersebut juga dirancang lintas disiplin dengan melibatkan berbagai bidang keilmuan di ITB sesuai kebutuhan dan perkembangan industri.

2. Buka peluang penelitian bersama

Ilustrasi penelitian terkait fenomena cowok yang bersikap cuek. (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kolaborasi kedua pihak tidak hanya berfokus pada penyiapan tenaga kerja. Sany dan ITB juga membuka peluang penelitian bersama, pertukaran pengetahuan dan teknologi, serta pemanfaatan fasilitas penelitian.

Talenta ITB juga berpeluang mendapatkan pengalaman dengan ekosistem research and development (R&D) Sany di Tiongkok. Hal ini membuka kemungkinan mahasiswa, akademisi, dan peneliti mengenal perkembangan teknologi industri secara lebih luas.

Zhang mengatakan kolaborasi perguruan tinggi dengan industri menjadi semakin penting seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri.

Sany sendiri tengah mengembangkan bisnisnya dengan fokus pada globalisasi, digitalisasi, dan dekarbonisasi. Karena itu, perusahaan melihat kerja sama dengan perguruan tinggi sebagai salah satu cara untuk mendorong R&D, transfer teknologi, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengatakan kolaborasi dengan SANY menjadi bagian dari upaya ITB memperluas jejaring dengan industri serta mitra akademik di Tiongkok.

Menurut Lavi, ITB sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam membangun kolaborasi yang mempertemukan perguruan tinggi Indonesia, perguruan tinggi Tiongkok, dan industri.

Kolaborasi tersebut bermula pada 2023 melalui kerja sama Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB dengan PT Green Eco-Manufacture (GEM). Kerja sama kemudian berkembang dengan melibatkan Central South University (CSU), Tiongkok. Salah satu hasilnya adalah pembangunan joint laboratory di ITB Kampus Jatinangor.

"Keberhasilan tersebut kemudian mendapat perhatian sebagai salah satu model kolaborasi internasional antara perguruan tinggi Indonesia, perguruan tinggi Tiongkok, dan industri. Kami ingin model kolaborasi seperti ini dapat diperluas, termasuk dengan Sany," kata Lavi.

3. Delegasi ITB lihat langsung produksi alat berat

Dari Magang hingga Riset, Sany Gandeng ITB di Karawang. IDN Times/Istimewa

Penandatanganan MoU juga dirangkaikan dengan kunjungan delegasi ITB ke fasilitas produksi di Karawang. Dalam kunjungan tersebut, mereka melihat secara langsung proses manufaktur alat berat. Delegasi ITB juga mendapat gambaran mengenai penerapan teknologi dalam proses produksi serta arah pengembangan industri.

Sany telah mengembangkan kegiatan manufaktur di Indonesia sejak 2021 melalui fasilitas produksi di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat. Sebelumnya, pada 2020, perusahaan mengembangkan Lighthouse Factory pertamanya di luar Tiongkok dengan menerapkan digitalisasi, otomatisasi, dan industrial internet dalam proses produksi.

Pengembangan fasilitas industri kemudian berlanjut pada 2023 melalui pembangunan kawasan industri tahap II untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mendukung kebutuhan sektor konstruksi serta pertambangan nasional.

Zhang mengatakan Indonesia menjadi salah satu negara penting dalam jaringan global. Menurutnya, Indonesia tidak hanya dilihat sebagai pasar, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan bisnis, teknologi, dan investasi perusahaan.

Melalui kerja sama dengan ITB, kedua pihak berharap hubungan antara perguruan tinggi dan industri dapat semakin terbuka. Mahasiswa, akademisi, dan peneliti pun diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk terlibat dalam pengembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Editorial Team

Related Article