Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Longsor Cisarua Bandung Barat: Delapan Orang Meninggal, 82 Hilang

IMG-20260124-WA0055.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya sih...
  • Longsor di Cisarua, Bandung Barat menewaskan 8 orang dan 82 orang masih hilang
  • Proses evakuasi terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi dengan kendala medan sulit
  • Bupati Bandung Barat meminta proses pencarian memperhatikan kondisi cuaca yang berpotensi hujan hingga Februari 2026
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Peristiwa longsor di Desa Pasirlangu, Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat menyebabkan delapan orang tewas dan 82 orang dinyatakan masih hilang diduga tertimbun material tanah. Proses evakuasi pun masih dilakukan oleh tim gabungan di lokasi.

"Menurut data terakhir, korban ada 113 jiwa, sekitar 34 KK. Yang selamat ada 23 orang, yang ditemukan meninggal sudah ada tujuh orang dan barusan terus bertambah menjadi delapan orang. Jadi, belum ditemukan sekitar 82," ujar Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail alias Jeje, Sabtu (24/1/2026).

1. Evakuasi terhambat medan

IMG-20260124-WA0054.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Jeje memastikan proses evakuasi masih terus berjalan dan tim gabungan dari berbagai pihak masih berada di lokasi. Meski begitu, ada beberapa kendala di lapangan yang dihadapi yaitu kondisi Medan di lokasi yang memang membutuhkan kehati-hatian.

"Memang karena medannya sangat sulit sekali, tanahnya juga labil. Ini tadi juga saya sempat terperosok. Jadi kami fokusnya tetap pencarian korban dan juga penyelamatan korban. Tentunya ini juga dibantu oleh TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, perangkat kecamatan dan seluruh relawan," ujarnya.

2. Evakuasi harus dengan hati-hati

IMG-20260124-WA0060.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Jeje pun meminta agar proses pencarian ini tetap memperhatikan kondisi cuaca, guna meminimalisir terjadinya peristiwa kecelakaan. Adapun kondisi hujan berdasarkan prediksi akan terjadi hingga Februari 2026.

"Iya, harusnya seperti itu. Tadi ini hujan jadi kami berhenti dulu, karena memang menurut BMKG kita potensi hujan ini masih sampai sekitar Februari. Jadi langkah ke depan mungkin kami akan melakukan koordinasi secara masif terhadap daerah-daerah yang rawan bencana khususnya yang di di tanah miring," katanya.

3. Pemkab pastikan evaluasi total

IMG-20260124-WA0058.jpg
(IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Atas peristiwa ini, Jeje memastikan akan melakukan evaluasi dan juga penguatan mitigasi ke depannya akan seperti apa menyusul kondisi cuaca yang berpotensi akan mengalami hujan selama sebulan ke depan.

"Di perbukitan nanti kami kumpulkan dinas-dinas terkait untuk melakukan mitigasi. Saat ini yang sudah dilakukan adalah kami menyiapkan posko dan beberapa bantuan untuk para korban. Saya juga mengucapkan turut berbela sungkawa untuk korban yang meninggal dunia," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Longsor Cisarua Telan Korban Jiwa, Bupati Jeje Tetapkan Status Darurat

24 Jan 2026, 18:59 WIBNews