Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Liburan Berujung Duka, Dua Remaja Terseret Arus di Pangandaran

Liburan Berujung Duka, Dua Remaja Terseret Arus di Pangandaran
ilustrasi tenggelam di laut (unsplash.com/Stormseeker)
Intinya Sih
  • Dua remaja terseret arus saat berenang di Pantai Timur Pangandaran, satu di antaranya masih hilang meski upaya penyelamatan sempat dilakukan saksi.
  • Tim SAR Bandung menerima laporan sekitar pukul 08.30 WIB dan segera mengirim tim rescue dari Pos SAR Pangandaran menuju lokasi kejadian.
  • Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dengan berbagai peralatan penyelamatan, dilakukan secara hati-hati sambil memantau kondisi cuaca demi keselamatan personel.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pengandaran, IDN Times - Seorang remaja dilaporkan hilang setelah terseret arus di kawasan Pantai Timur Pangandaran, tepatnya di Jalan Pantai Bulak Setra, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung. Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue dari Pos SAR Pangandaran segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, berdasarkan keterangan saksi saat kejadian terdapat tiga orang di lokasi, yakni Yahdi serta dua korban, Muhamad Luthfi Padilah (14) dan Muhamad Harian Azam (11). Kedua korban diketahui sedang berenang di sekitar area breakwater, sementara saksi berada di atas struktur tersebut.

"Tiba-tiba, keduanya terseret arus ke tengah laut. Saksi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus dan hantaman ombak membuat salah satu korban terlepas. Azam berhasil diselamatkan ke tepi pantai, sedangkan Luthfi hilang dan hingga kini masih dalam pencarian," kata Ade.

Tim SAR diperkirakan tiba di lokasi sekitar pukul 11.15 WIB setelah menempuh jarak kurang lebih 15,2 kilometer menggunakan kendaraan rescue double cabin.

Dalam operasi ini, tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya satu unit rescue car, rescue trail, waverunner, perlengkapan SAR air, alat komunikasi, peralatan medis, serta alat pelindung diri (APD).

Ade mengatakan proses pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan dengan melibatkan tim SAR gabungan.

“Operasi pencarian terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan kondisi cuaca di lapangan,” ujar Ade.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More