Lembaga Geofix Sebut Kondisi Orangutan di Bandung Mengkhawatirkan

- Jangan tergesa-gesa membuka fasilitas Bandung Zoo
- Ada hewan yang alami kebotakan hingga malnutrisi
- Kondisi stres hewan cerminkan kegagalan tata kelola
Bandung, IDN Times - Pengelola Bandung Zoo telah membuka fasilitas ini selama libur panjang akhir tahun lalu. Pembukaan tersebut dianggap kurang tepat karena tidak melalui proses persiapan, evaluasi, atau audit sama sekali.
Di sisi lain, keselamatan dan kesejahteraan satwa di Bandung Zoo terancam oleh persoalan internal yang tak berkesudahan. Organisasi konservasi, Geopix mendesak pengelola dan pemerintah memastikan satwa-satwa mendapat hak tersebut.
Dalam kunjungannya ke Bandung Zoo pada 14 Januari 2026, Geopix menemukan adanya beberapa satwa yang diduga mengalami stres. Kondisi ini disinyalir berkaitan dengan pengelolaan yang kurang layak.
"Temuan lapangan terkait dugaan kondisi stress Orangutan, Gajah dan Monyet Hitam, sangat mengkhawatirkan, memprihatinkan dan tidak boleh diabaikan," ujar Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati dalam keterangan tertulisnya, diterima Senin (19/1/2026).
1. Jangan tergesa-gesa membuka fasilitas ini

Menurutnya, pembukaan Bandung Zoo untuk pengunjung harus dilakukan dengan proses evaluasi pengelola dan pemerintah. Sebab, keselamatan dan kesejahteraan satwa harus menjadi prasyarat sebelum kebun binatang Bandung, kendati tengah dalam pusaran konflik internal.
"Kami mendesak lembaga pengelola Bandung Zoo, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan untuk tidak tergesa membuka kembali kebun binatang tanpa memastikan kondisi satwa dan standar pengelolaan benar-benar layak," katanya.
Namun Annisa menyebut, kelayakan tersebut tidak sekadar terpenuhinya kebutuhan pakan yang telah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan. Aspek-aspek lainnya yang mendukung pengelolaan juga harus diperhatikan.
"Bahkan kelayakan tersebut tidak sekedar terpenuhinya kebutuhan pakan yang telah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan, tetapi para pihak juga harus memastikan aspek-aspek pengelolaan lainnya telah siap secara utuh seperti kesejahteraan tenaga kerja serta yang lebih penting kesejahteraan satwa-satwanya," ujarnya.
2. Ada hewan yang alami kebotakan hingga malnutrisi

Sementara itu, Senior Biologist dan Wildlife Curator, Center for Orangutan Protection, Indira Nurul Qomariah menyebut bahwa hasil temuan terkait kondisi kesehatan beberapa satwa. Temuan ini menunjukkan adanya dugaan bawa satwa tersebut mengalami stres
"Pada primata termasuk orangutan dan monyet hitam, kebotakan di lengan dan kaki bawah dapat disebabkan oleh adanya penyakit kulit, malnutrisi, atau stres (akibat kebosanan atau kebiasaan kompulsif) yang memicu perilaku seperti overgrooming," ujarnya.
Dia menjelaskan, kebotakan juga dapat disebabkan oleh penyakit genetik seperti alopecia. Untuk memastikannya, ia bilang perlu dilakukan pemeriksaan medis dan observasi perilaku lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebotakan tersebut.
Salah satu satwa yang disoroti olehnya adalah gajah. Ia bilang, salah satu gajah di sana menunjukkan gejala stres yang serius. Hal ini disimpilkan berdasarkan pengamatan terhadap perilaku satwa tersebut.
"Gajah menunjukkan perilaku stereotip berupa swaying (gerakan berulang tanpa tujuan), yang termasuk indikator stres. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak mendukung kesejahteraan satwa, antara lain kurangnya pengayaan (enrichment) atau kebutuhan sosial seperti bersosialisasi dengan gajah lainnya" katanya.
3. Kondisi tres hewan cerminkan kegagalan tata kelola

Geopix menilai, pembukaan kebun binatang di tengah indikasi terjadinya gangguan kesejahteraan satwa berpotensi memperburuk kondisi satwa. Ini juga mencerminkan kegagalan tata kelola konservasi ex-situ di Indonesia.
Otoritas publik memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk memastikan seluruh lembaga konservasi mematuhi standar kesejahteraan satwa, transparansi pengelolaan, serta pengawasan yang ketat.
Karena itu, Geopix mendesak agar pengelola dan pemerintah melakukan sejumlah langkah-langkah sebelum pembukaan kembali Bandung Zoo untuk publik. Pertama, Geopix meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi satwa dan fasilitas kandang.
Kedua, audit independen oleh otoritas dan tenaga ahli kompeten. Ketiga, transparansi kepada publik terkait kondisi kesehatan dan perawatan satwa. Keempat, penundaan pembukaan hingga standar kesejahteraan satwa benar-benar terpenuhi.
Geopix menegaskan kondisi satwa, termasuk satwa liar yang dilindungi di Bandung Zoo, merupakan fenomena gunung es terkait Kesejahteraan satwa di kebun binatang dan lembaga konservasi di seluruh Indonesia.

















