Lebaran 2026: 1,05 Juta Kendaraan Melintas di Pantura Cirebon

- Total 1,05 juta kendaraan melintas di jalur Pantura Cirebon selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran 2026, menunjukkan tingginya mobilitas pemudik di wilayah tersebut.
- Puncak arus mudik terjadi pada H-2 dengan 142 ribu kendaraan, sementara arus balik lebih merata antara H+3 dan H+4 sebelum menurun perlahan setelahnya.
- Banyak pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kemacetan ekstrem, sedangkan arus balik dilakukan bertahap agar perjalanan terasa lebih lancar.
Cirebon, IDN Times- Arus mudik dan balik Lebaran 2026 di jalur Pantura Kota Cirebon, Jawa Barat mencatat pergerakan kendaraan dalam jumlah besar. Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan, total kendaraan yang melintas sejak H-7 hingga H+7 mencapai 1.052.104 unit.
Lonjakan tertinggi terjadi dua hari menjelang Lebaran, menandai pola pergerakan pemudik yang semakin bergeser lebih awal.
1. Puncak terjadi di H-2, pemudik hindari H-1

Data menunjukkan puncak arus mudik terjadi pada H-2 atau 19 Maret 2026, dengan jumlah kendaraan mencapai 142.023 unit. Angka ini menjadi yang tertinggi selama periode pemantauan. Sementara itu, sehari sebelumnya atau H-3 (18 Maret 2026), tercatat 135.430 kendaraan melintas.
Menariknya, jumlah kendaraan justru turun signifikan pada H-1 (20 Maret 2026) menjadi 55.681 kendaraan, mengindikasikan mayoritas pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari kepadatan ekstrem.
Jika ditarik lebih jauh, tren kenaikan mulai terlihat sejak H-5 dan H-4, masing-masing di angka 66.098 kendaraan dan 79.413 kendaraan. Artinya, gelombang mudik sudah mulai terbentuk sejak lima hari sebelum Lebaran.
2. Hari lebaran cenderung landai

Pada H1 atau 21 Maret 2026, lalu lintas di jalur Pantura Kota Cirebon relatif landai dengan total 40.532 kendaraan. Kondisi ini mencerminkan aktivitas perjalanan yang menurun drastis saat hari raya, seiring masyarakat yang telah tiba di kampung halaman.
Namun, pergerakan kembali meningkat pada H+1 dan H+2. Pada H+2 (23 Maret 2026), jumlah kendaraan mencapai 63.024 unit, menjadi sinyal awal dimulainya arus balik.
Lonjakan arus balik tercatat terjadi pada H+3 (24 Maret 2026) dan H+4 (25 Maret 2026). Pada dua hari tersebut, jumlah kendaraan masing-masing mencapai 93.277 unit dan 92.824 unit.
Angka ini menunjukkan pola arus balik yang lebih merata dibanding arus mudik, dengan pemudik memilih kembali secara bertahap. Setelah itu, volume kendaraan perlahan menurun, tercatat 88.157 kendaraan pada H+5, sebelum turun drastis di H+6.
Secara keseluruhan, distribusi kendaraan menunjukkan bahwa jalur Pantura Cirebon tetap menjadi salah satu titik krusial pergerakan nasional selama periode Lebaran.
3. Pemudik pilih berangkat lebih Awal

Sebelumnya, sejumlah pemudik mengaku sengaja menghindari keberangkatan di waktu-waktu rawan padat. Abdul Junaedi , pemudik asal Bekasi tujuan Brebes, mengatakan dirinya berangkat pada H-3 demi menghindari kepadatan.
“Saya pilih berangkat lebih awal, biasanya H-1 itu sudah macet parah. Tahun ini terasa lebih lancar, walaupun tetap ramai,” ujarnya saat ditemui di jalur Pantura Cirebon.
Hal serupa disampaikan, Nasrudin pemudik tujuan Tegal, yang kembali ke Jakarta pada H+6. Menurutnya, arus balik cenderung lebih nyaman karena tidak menumpuk di satu hari.
“Kalau pulang saya sengaja ambil H+6, tidak terlalu padat dan perjalanan lebih santai. Memang ramai, tapi masih bergerak,” katanya.


















