Ini Daerah di Jabar yang Jadi Pusat Ledakan Trafik Data Selama Lebaran

- Kabupaten Garut mencatat lonjakan trafik data tertinggi di Jawa Barat selama Lebaran 2026, mencapai 56 persen, diikuti Cianjur dan Sukabumi yang juga mengalami peningkatan signifikan.
- Indosat Ooredoo Hutchison mengoptimalkan jaringan di 77 jalur mudik dengan pemantauan berbasis AI untuk mendeteksi kepadatan trafik lebih cepat dan menjaga kestabilan layanan.
- Aplikasi pesan instan, media sosial, dan video streaming jadi yang paling banyak digunakan, sementara jaringan tetap stabil berkat penambahan kapasitas serta ratusan mobile BTS di titik strategis.
Cirebon, IDN Times - Kabupaten Garut mencatat lonjakan trafik data tertinggi di kawasan Jakarta Raya selama periode Lebaran 2026. Pertumbuhan penggunaan data di wilayah tersebut mencapai 56 persen, melampaui daerah lain di Jawa Barat yang juga mengalami kenaikan signifikan.
Selain Garut, lonjakan trafik juga terjadi di Cianjur sebesar 51 persen dan Sukabumi sebesar 45 persen. Data ini menunjukkan peningkatan aktivitas digital masyarakat yang berkorelasi dengan pergerakan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Jakarta Raya.
Kenaikan tersebut terjadi di tengah peningkatan trafik data keseluruhan yang mencapai lebih dari 20 persen secara tahunan (year-on-year), seiring tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026.
1. Lonjakan trafik ikuti pola mobilitas pemudik

Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung mengatakan, pola peningkatan trafik tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah, tetapi mengikuti jalur pergerakan pemudik dari Jakarta menuju berbagai daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Peningkatan tertinggi tercatat pada rute Jakarta ke Jawa Barat dengan kenaikan lebih dari 22 persen, serta Jakarta ke Jawa Tengah yang menembus lebih dari 37 persen.
"Kondisi ini memperlihatkan bahwa penggunaan layanan digital meningkat seiring perjalanan masyarakat, mulai dari komunikasi pesan singkat, akses media sosial, hingga layanan video streaming. Aktivitas tersebut menjadi indikator utama konsumsi data selama periode libur panjang Lebaran," kata Desmond, Jumat (27/3/2026).
Di sisi lain, operator telekomunikasi juga mencatat penurunan gangguan layanan atau downtime sekitar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan stabilitas jaringan lebih baik di tengah lonjakan trafik.
2. Penguatan jaringan dan pemantauan realtime

Desmond menyatakan, pihaknya telah mengoptimalkan jaringan di 77 jalur mudik yang mencakup jalan tol, jalur nontol, hingga jalur kereta api dengan total panjang lebih dari 8.000 kilometer. Selain itu, perusahaan juga memantau 797 titik keramaian atau point of interest (POI) selama periode Lebaran.
Penguatan jaringan dilakukan melalui pemantauan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan deteksi potensi kepadatan trafik secara lebih cepat dan penyesuaian kapasitas secara otomatis. Sistem ini disebut mampu mengidentifikasi potensi lonjakan lebih dari 60 persen lebih cepat dibanding metode konvensional.
“Periode mudik dan arus balik Lebaran merupakan ujian sesungguhnya bagi ketangguhan jaringan kami. Kami bersyukur atas kepercayaan jutaan pelanggan yang mengandalkan jaringan Indosat selama momen penting ini,” kata Desmond.
3. Stabilitas layanan di tengah lonjakan digital

Selama periode Lebaran 2026, aplikasi yang paling banyak digunakan pelanggan meliputi layanan pesan instan, media sosial, serta platform video streaming seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok.
Lonjakan penggunaan ini mencerminkan perubahan perilaku digital masyarakat yang tetap aktif berkomunikasi meski dalam perjalanan.
Untuk menjaga kualitas layanan, kata Desmond, operator juga menambah kapasitas jaringan melalui ribuan site yang telah diperbarui serta pembangunan infrastruktur baru sejak tahun sebelumnya. Ratusan mobile BTS turut disiagakan di berbagai titik strategis, terutama di jalur mudik dan kawasan wisata.
"Meski terjadi lonjakan trafik yang signifikan, sistem jaringan dilaporkan tetap stabil dan mampu melayani jutaan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk kawasan padat pergerakan seperti Jakarta Raya dan Jawa Barat," tuturnya.


















