Lebaran 2025, Pemprov Jabar Mulai Alokasilan Anggaran Hasil Realokasi

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan telah mulai menyalurkan beberapa anggaran hasil realoksi APBD perubahan. Salah satunya untuk biaya kompensasi pemberhentian sementara moda transportasi tradisional, yaitu andong, becak, dan beberapa transportasi lainnya selama angkutan lebaran 2025.
Berdasarkan data yang didapatkan IDN Times, total realoksi APBD Pemerintah Provinsi Jabar mencapai Rp5,1 triliun yang telah disepakati. Angka tersebut juga sudah mendapat persetujuan dari DPRD.
Hasil dari realoksi ini nanti pemerintah fokus ke infrastruktur jalan dan jembatan, sumber daya air, pendidikan terutama pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan Unit Sekolah Baru (USB), kesehatan terutama sarana dan prasarananya, elektrifikasi, serta perumahan dan permukiman.
1. Diklaim lebih efisien dan efektif

Meski begitu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, anggaran hasil realoksi ini sudah mulai digunakan salah satunya untuk memberikan kompensasi terhadap masyarakat yang berprofesi di sektor angkutan tradisional. Adapun per orangnya diberikan uang kompensasi Rp3 juta.
"Saya kasih Rp3 juta (per orang), tapi anggaran jalannya naik, dari Rp600 menjadi Rp2,4 triliun. Anggaran bangunan sekolahnya naik, dari Rp50 miliar menjadi Rp1,3 triliun. Artinya belanja barang dan jasa, belanja modalnya meningkat. Ini hasil dari realokasi anggaran," ujar Dedi, diikutip Rabu (26/3/2025).
2. Uang diberikan langsung ke sopir angkot dan tukang becak

Menurutnya, langkah yang diambilnya saat ini tidak menjadi pemborosan. Bahkan, menurut dia lebih efisien dibandingkan untuk pengalokasian ke penanganan kemacetan lainnya yang belum tentu dapat mengurangi kemacetan.
Dengan memberikan kompensasi sebesar Rp3 juta dengan meminta agar para sopir kendaraan tradisional bisa berhenti beroperasi selam H-7 dan H+7 lebaran 2025, menurut Dedi lebih efektif mengurangi kemacetan. Apalagi anggarannya hasil belanja yang bersifat lebih banyak jalan-jalannya.
"Jadi uang yang dibagikan terhadap sopir angkot, tukang beca, delman, dan sejenisnya itu adalah uang hasil pemotongan dari belanja perjalanan dinas para pegawai provinsi," katanya.
"Biasanya dipakai jalan-jalan oleh pegawai provinsi, hari ini dikasihin ke Mang Oding. Jadi satu, dari realokasi Anda," ucap Dedi.
3. Uang dicairkan secara bertahap

Pemberian kompensasi ini sudah dilakukan oleh Dedi Mulyadi bersama dengan perangkat daerah dan juga Polda Jabar di Kabupaten Garut, pada Kamis (20/3/2025). Dedi memastikan, pemberian kompensasi ini dilakukan secara bertahap kepda para penerima. Adapun total penerima mencapai 1.105 orang.
"Kami menyampaikan stimulus upah kerja bagi tukang becak, kusir andong, sopir angkot, tukang ojek. Satu orang mendapat stimulus Rp3 juta. Dua kali sebelum lebaran masuk Rp1,5 juta dan setelah Lebaran Rp1,5 juta bagi (Mereka) yang di jalur mudik Garut, Tasikmalaya, Kuningan, Cirebon. Total 1.105 orang," katanya.
Dengan demikian, Dedi memastikan semua persiapan Pemprov Jabar dalam menghadapi lebaran 2025 sudah tergolong baik. Angkutan tradisional pun sudah diminta berhenti beroperasi.
"Persiapan sudah siap, relatif baik. Akan kami dorong terus agar dipastikan jalan dalam keadaan mantap. Perbaikan (jalan) dalam pekan ini harus selesai, sebelum arus mudik. Kami siagakan seluruh petugas," kata dia.


















