Enam Juta Warga Jabar Diprediksi Mulai Mudik Lebaran Pekan Ini

Bandung, IDN Times - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat memprediksi, massa angkutan lebaran akan terjadi pada H-3 Idul Fitri atau Jumat 28 Maret 2025, akhir pekan ini. Total pemudik yang melakukan perjalanan di hari tersebut mencapai 6,02 juta orang.
Berdasarkan data dari Dishub Provinsi Jawa Barat, lebaran tahun ini diprediksi ada 28,2 juta orang yang akan melakukan perjalanan dengan 88,07 persen diantarnya bermaksud untuk mudik.
"Pada masa ini Kabupaten Bogor menjadi daerah asal terbanyak dengan jumlah mencapai 3,2 juta orang dan Kabupaten Bandung menjadi daerah tujuan terbanyak dengan 2,78 juta orang," katanya, Senin (24/3/2025).
1. Waktu mudik terjadi pada pagi hari

Berdasarkan hasil survei potensi perjalanan angkutan lebaran 2025, Dhani menjelaskan, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 28 Maret dan 1 April mendatang dan memilih waktu berangkat usai santap sahur.
"Puncak arus mudik lebaran H-3 Idul Fitri pada Jumat 28 Maret 2025 sebanyak 6,02 juta orang dan Selasa 1 April 2025 sebanyak 5,15 juta orang," ujarnya.
"Jam berangkat arus mudik diprediksi dilakukan setelah sahur dan subuh pukul 04.00-06.59 WIB sebanyak 54,05 persen atau 15,25 juta," sambungnya.
Sementara untuk arus balik, diprediksi akan terjadi selama tiga hari yakni H+2, H+4 dan H+5 Idul Fitri. Ia mengimbau agar masyarakat tetap menaati peraturan atau rambu-rambu lalu lintas yang sudah ada.
"Pemilihan waktu pulang H+2 Kamis 3 April 2025 4,81 juta, H+4 Sabtu 5 April 2025 8,26 juta dan H+5 Minggu 6 April 2025 4,56 juta," katanya.
2. Puncak arus mudik terjadi pada 28 Maret

Sebelumnya, Dhani mengatakan, puncak arus mudik H-3 lebaran ini diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan sejak beberapa waktu kemarin.
"Kami sudah mempersiapkan (arus mudik) jauh-jauh hari. Tapi tetap kalau misalkan dari kemarin kita survei, itu di H-3 tanggal 28 Maret karena tanggal terakhir kerja tanggal 27 Maret mendatang," kata Dhani, Kamis (20/3/2025).
Dhani mengungkapkan, ada beberapa titik yang rawan terjadinya kecelakaan, salah satunya di kilometer (KM) 70 Tol Cipularang. Bagi masyarakat yang melintasi jalur tersebut diharapakan untuk berhati-hati.
"Untuk rawan kecelakaan pertama di tol Cipularang di KM 70, karena titik lelah biasanya kalau yang berangkat dari Jakarta," ujar Dhani.
3. Personel gabungan disiagakan

Selain di jalan tol, jalan arteri juga memiliki banyak titik rawan kecelakaan seperti di kawasan Puncak Bogor, Sukabumi Selatan dan Cianjur. Kemudian, titik rawan di Bandung dan sekitarnya ada di antara jalan Cagak kemudian Lembang karena konturnya cukup ekstrem.
Di jalur selatan, kata dia, titik rawan kecelakaannya terletak di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Sama di daerah Pantura antara Indramayu dan Subang.
Sementara, 24.976 personel gabungan dari TNI dan Polri disiagakan untuk Operasi Ketupat Lodaya 2025 dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1446 H. Mereka nantinya akan menjaga keamanan baik saat mudik dan arus balik.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, Operasi Ketupat Lodaya dilaksanakan selama 17 hari sejak 23 Maret sampai 8 April 2025. Pasukan gabungan yang terlibat ada juga dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Dalam operasi ini kita mengerahkan ada kurang lebih 24.976 personil yang terdiri dari 15.549-nya personil Polri sendiri dan personil TNI serta instansi terkait ada kurang lebih 9.327," kata Jules usai apel gabungan di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (20/3/2025).
Selain itu, tim gabungan juga telah menyiapkan sebanyak 341 pos yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Kata Jules, pos tersebut berfungsi untuk membantu dan melayani masyarakat saat melakukan mudik maupun pengamanan menjelang Hari Lebaran.
"341 pos ini terdiri dari 253 pos pengamanan, kemudian 64 pos pelayanan, dan ada 24 pos terpadu. Pos terpadu itu kita bersama-sama dengan rekan-rekan kita tentunya dari Dinas Perhubungan, dari Jasa Raharja, Jasa Marga," kata dia.
Sementara, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, bulan ramadan saat ini masih berjalan dengan tenang dan tentram. Ia mengungkapkan, masyarakat memaknai bulan puasa secara mendalam sehingga tidak ada euforia atau pun kegiatan yang berlebihan.
Di sisi lain, Dedi memastikan infrastruktur jalur mudik dalam kondisi baik dan akan segera memperbaiki apabila ada kerusakan. Menurutnya, kerusakan jalur disebabkan karena intensitas hujan yang tinggi beberapa bulan terakhir.
"Kesiapan jalur secara umum jalur kan relatif baik ya, tetapi kan ada problem kemarin ketika hujan yang intensitasnya agak lumayan kan pasti ada jalan-jalan yang bolong," katanya.
"Dan Insya Allah untuk jalur-jalur provinsi kita antisipasi dan fokus kita bereskan. Kita ada beberapa jembatan juga yang kemarin ambruk lagi fokus untuk selesai Sukabumi, di Kerawang, selesai sebelum hari raya sudah bisa terpasang," jelasnya.



















