Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kuota SPMB Jabar Ditambah, 68 Ribu Siswa Tetap Gagal Masuk SMA/SMK Negeri
Suasana SPMB SMKN 1 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Disdik Jabar menambah sekitar 12.000 kuota SMA dan SMK negeri tahap 2, menurunkan jumlah calon murid baru yang belum tertampung dari 80 ribu menjadi 68 ribu orang.
  • Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menyebut penambahan kuota sudah mendapat izin Kemendikdasmen dan memastikan siswa yang belum diterima bisa melanjutkan ke Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK).
  • Pemprov Jabar menyediakan bantuan biaya pendidikan Rp2,7 juta per siswa bagi peserta didik kurang mampu yang bersekolah di SSK serta memberi kebebasan memilih sekolah sesuai minat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
13 Juli 2026

Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menyampaikan bahwa Kemendikdasmen telah menyetujui penambahan kuota sekitar 12.000 kursi untuk SMA dan SMK negeri pada pelaksanaan SPMB tahap 2 di Jawa Barat.

kini

Jumlah calon murid baru yang belum tertampung di sekolah negeri menurun dari 80 ribu menjadi 68 ribu. Disdik Jabar mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan ke Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) dengan bantuan biaya dari Pemprov Jabar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menambah sekitar 12.000 kuota untuk SMA dan SMK negeri pada pelaksanaan SPMB tahap dua, sehingga jumlah calon murid baru yang belum tertampung menurun menjadi sekitar 68.000 orang.
  • Who?
    Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang memberikan persetujuan penambahan kuota sekolah negeri di wilayah provinsi tersebut.
  • Where?
    Kegiatan penerimaan murid baru ini berlangsung di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat, dengan laporan disampaikan dari Kota Bandung sebagai pusat koordinasi Disdik Jabar.
  • When?
    Pernyataan resmi disampaikan oleh Kepala Disdik Jabar pada Senin, 13 Juli 2026, bersamaan dengan pelaksanaan tahap kedua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
  • Why?
    Penambahan kuota dilakukan untuk mengakomodasi lebih banyak calon murid baru ke sekolah negeri setelah banyak peserta tidak tertampung pada tahap pertama penerimaan.
  • How?
    Kuota tambahan diberikan berdasarkan rekomendasi Kemendikdasmen; bagi siswa yang belum diterima di sekolah negeri, pemerintah menyediakan opsi Sekolah Swasta Kerja Sama dengan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp2.700.000 per siswa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak anak di Jawa Barat mau masuk SMA dan SMK negeri, tapi kursinya tidak cukup. Pemerintah tambah kursi sekitar dua belas ribu supaya lebih banyak yang bisa sekolah negeri. Sekarang masih ada enam puluh delapan ribu anak belum dapat tempat. Anak-anak itu boleh sekolah di sekolah swasta kerja sama dan akan dibantu biaya serta seragamnya oleh pemerintah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penambahan kuota sekitar 12.000 kursi pada tahap kedua SPMB Jabar menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan menengah. Langkah ini tidak hanya mengurangi jumlah calon murid yang belum tertampung di sekolah negeri, tetapi juga membuka peluang setara melalui program Sekolah Swasta Kerja Sama dengan dukungan biaya dan kebebasan memilih sekolah sesuai minat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat memberikan tambahan kuota sekitar 12.000 kursi untuk SMA dan SMK negeri dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahap 2. Hasilnya saat ini banyak para calon murid baru (CMB) yang masuk ke sekolah negeri dibandingkan ke Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK).

CMB yang mulanya tidak tertampung ke sekolah negeri melalui Pemetaa Calon Murid Baru (PCMB) sebanyak 80 ribu, kini mengalami penurunan menjadi 68.000. Kepala Disdik Jabar, Purwanto pun mengklaim penambahan kuota tersebut sudah berdasarkan persetujuan Kemendikdasmen.

"Kan kemarin ada penambahan kuota dari Kementerian (Kemendikdasmen) tuh, dikurasi oleh kementerian terus diperbolehkan untuk dikasih rekomendasi tambah, ada yang 46 ada yang 42 ada yang 40, ada yang 38 siswa (dari kuota sebelumnya per sekolah)" kata Purwanto, Senin (13/7/2026).

1. Tidak semua tertampung oleh sekolah negeri

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Kendati begitu, Purwanto menjelaskan, mereka yang masih belum tertampung oleh sekolah negeri masih bisa melanjutkan sekolah ke SSK yang mana nantinya akan ditanggung biaya pendidikan dan juga seragamnya.

"Nah itu setelah dibuka pendaftaran tahap dua, itu masih ada 68 ribuan yang tidak bisa diterima (di sekolah negeri)," ucapnya.

Dia menjamin, sekolah swasta masih berpeluang menerima CMB, baik dari hasil pemetaan maupun yang langsung mendaftarkan diri ke sekolah swasta.

"Kan ada juga lulusan yang tidak daftar ke negeri kan, yang langsung ke swasta, yang daftar swasta kan banyak. Ini yang daftar ke negeri saja yang tidak diterima itu sekitar 68.000," katanya.

2. Disarankan bersekolah ke SSK

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Purwanto menegaskan, para CMB yang tidak masuk ke sekolah negeri itu sudah diberikan peluang agar bersokolah ke SMA atau SMK swasta program SSK. Bahkan, dia pun menegaskan, banyak sekolah swasta yang lebih bagus dibanding negeri.

"Swasta banyak yang lebih bagus kok dari negeri, dan untuk yang berminat di Sekolah Swasta Kerjasama (SSK) silakan manfaatkan gitu," katanya.

Termasuk bagi calon murid yang memiliki keterbatasan ekonomi, Purwanto menyarankan kepada mereka untuk melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK).

Pemprov Jabar bakal memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp2.700.000,- per calon murid yang akan bersekolah di sekolah yang telah menjalin mitra melaui program SSK.

"Yang punya keterbatasan ekonomi silakan manfaatkan layanan dari pemerintah provinsi untuk sekolah di swasta," katanya.

3. Tidak semua sekolah negeri kualitasnya bagus

Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Purwanto menegaskan, Disdik Jabar pun membebaskan para CMB memilih SSK sendiri, tidak dipaksakan ke SMA atau SMK tertentu. Dia memastikan, saat ini sudah banyak sekolah bagus yang masuk SSK, tinggal murid menentukan mana pilihannya.

"Jika merasa bahwa 'Ah, saya ingin memilih sesuai dengan selera saya sekolahnya tidak masuk di swasta kerja sama', ya itu tentu kami persilakan juga karena banyak juga sekolah-sekolah swasta yang bagus," katanya.

"Kita harus realistis, bahwa pilihan ke negeri mungkin sebagai hak, tapi kalau tidak bisa tertampung di negeri, sekolah swasta juga banyak yang bisa mengembangkan atau melayani," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article