Kuningan, IDN Times - Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menghadapi ancaman berbagai bencana hidrometeorologi seiring memasuki musim hujan 2026/2027. Banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, hingga angin puting beliung menjadi sejumlah potensi bencana yang perlu diwaspadai.
Ancaman tersebut bukan tanpa catatan. Angin puting beliung sebelumnya merusak puluhan rumah warga di Desa Mekarsari dan Buniasih, Kecamatan Maleber. Kejadian serupa juga melanda 10 desa yang tersebar di Kecamatan Luragung dan Cidahu.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, kondisi geografis, geologis, hidrologis, klimatologis, dan demografis wilayahnya memiliki tingkat kerawanan terhadap sejumlah jenis bencana.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Kuningan mulai memasuki periode musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
“Kami berharap mudah-mudahan tidak terjadi, tetapi melalui langkah-langkah antisipatif seperti apel kesiapsiagaan ini, korban maupun dampak bencana yang ditimbulkan bisa kita minimalisir,” kata Dian, Kamis (5/11/2026).