Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Krisis Oksigen, RS Immanuel Bandung Minta Bantuan Pemkot dan Pemprov

Ilustrasi pekerja mengisi ulang tabung oksigen di Radix Gas Medical, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Ilustrasi pekerja mengisi ulang tabung oksigen di Radix Gas Medical, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Bandung, IDN Times - Rumah Sakit Immanuel Bandung tengah mengupayakan stok oksigen untuk pasien yang dirawat bisa terpenuhi. Saat ini ketersediaan oksigen di rumah sakit sudah hampir habis.

Legal RS Immanuel Gideon Dwi Pamungkas mengatakan, sebelumnya pihak rumah sakit memang sudah mengirimkan email kepada keluarga pasien yang tengah dirawat. Isi dalam surat yang dikirim sekitar pukul 17.30 WIB berisi bahwa ketersediaan oksigen di RS Immanuel hanya bertahan dua sampai tiga jam.

"Dari surat itu saat dikirim banyak pihak juga peduli pada kami dan menghubungi rumah sakit bahwa mereka punya tabung oksigen, apakah bisa ikut bantu," ujar Gideon saat dihubungi wartawan, Senin (19/7/2021) malam.

1. Permintaan bantuan sudah diajukan ke berbagai pihak

Ilustrasi Tabung Oksigen. (IDN Times/Debbie Sutrisno)
Ilustrasi Tabung Oksigen. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Saat ini pihak RS Immanuel sangat terbuka kepada siapapun yang ingin memberikan bantuan untuk ketersediaan oksigen. Sejauh ini pun sudah ada beberapa bantuan yang datang termasuk meminjamkan tabung gas oksigennya.

Saat ini yang masih kekurangan adalah oksigen liquid. Gideon berharap bantuan gas oksigen dari tabung bisa dipakai pasien hingga oksigen liquid tiba.

RS Immanuel pun sudah menghubungi vendor oksigen, dinas kesehatan kota dan provinsi, hingga sejumlah fasilitas kesehatan lainnya, untuk meminta bantuan suplai oksigen.

"Infonya bantuan dari pemerintah sudah ditanggapi dan ada yang mengirimkan. Memang belum (datang) tapi info dari kami terima ada dalam perjalanan akan hadir di Immanuel," paparnya.

2. Kondisi ini bukan keinginan kami

(Ilustrasi) ANTARA FOTO/Olha Mulalinda
(Ilustrasi) ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

Terkait dengan adanya surat melalui email yang berisi tulisan kekurangan oksigen adalah force majeur, Gideon menegaskan bahwa hal itu perlu disampaikan karena kondisi ini bukan keinginan pihak rumah sakit. Manajemen RS Immanuel masih coba mengupayakan sekuat tenaga agar ketersediaan oksigen mencukupi untuk seluruh pasien yang dirawat.

"Ini melampaui kekuatan kami. Hal sulit dihindari memang oksigen ini semuanya membutuhkan ya. Harapannya semua gotong royong mendoakan juga," kata dia.

3. Keluarga pasien berharap pemerintah segera penuhi kebutuhan oksigen

Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda barak IGD RSUP Dr Sardjito, Sleman. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)
Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda barak IGD RSUP Dr Sardjito, Sleman. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Sementara itu, salah satu keluarga pasien yang tengah dirawat di RS Immanuel, Septiani Lestari mengatakan. Apa yang disampaikan Babe Cabita memang benar. Dia menyebut bahwa pihak RS Immanuel sudah memberikan pesan melalui email bahwa stok oksigen di rumah sakit ini kritis.

"Ada surat itu memang benar isinya (kekurangan oksigen). Ibu saya sedang dirawat di sini dari Kamis (15/7/2021), dan tadi beres Magrib dapat informasi dari perawat pemberitahuan (lewan email)," ujar Septiani saat dihubungi IDN Times.

Dia mengatakan, dalam email tersebut disampaikan bahwa stok oksigen di RS Immanuel Bandung hanya cukup untuk dua sampai tiga jam ke depan. Atas kondisi ini dia pun meminta pemerintah daerah atau rumah sakit lain bisa mensuplai stok oksigen ke rumah sakit yang lebih membutuhkan. Khususnya bisa diberikan kepada pasien yang sedang ada di ruang ICU.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
Debbie Sutrisno
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us