Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kerangka Wanita di Sukabumi Ternyata Dibunuh Pacar, Motif Utang Piutang
Polisi saat olah TKP penemuan mayat yang sudah jadi kerangka (IDN Times/dok polisi)
  • Polisi Sukabumi mengungkap identitas kerangka wanita di perkebunan jati sebagai EM, korban pembunuhan oleh kekasihnya sendiri berinisial H alias Delon.
  • Motif pembunuhan dipicu masalah utang piutang setelah korban menolak menjual motor untuk melunasi pinjaman kepada pelaku.
  • Setelah korban tewas, pelaku panik dan membuang jasad EM ke area perkebunan jati untuk menyembunyikan jejak kejahatannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sukabumi, IDN Times - Kasus penemuan kerangka manusia di area perkebunan jati PT Indah Bumi Plantasi (IBP), Kampung Cimahi, Desa Sagaranten, Sukabumi, akhirnya menemui titik terang. Korban berinisial EM (33 tahun) ternyata tewas dibunuh oleh kekasihnya sendiri, H alias Delon (42).

Berikut fakta-fakta di balik kasus yang sempat menggemparkan warga Sukabumi ini:

1. Masalah utang jadi pemicu

Polisi saat olah TKP penemuan mayat yang sudah jadi kerangka (IDN Times/dok polisi)

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan ini dipicu oleh masalah utang piutang. Keduanya diketahui telah menjalin hubungan asmara selama lima bulan. Selama masa pacaran, EM sempat meminjam uang kepada H.

"Pelaku dan korban ini sudah menjalin hubungan selama lima bulan. Saat pacaran, korban meminjam sejumlah uang kepada pelaku. Ketika ditagih pada malam 29 Juni 2026, korban mengaku belum punya uang," ujar Iptu Dudi Suharyana, Kamis (16/7/2026).

2. Berawal dari cekcok penagihan

Polisi saat olah TKP penemuan mayat yang sudah jadi kerangka (IDN Times/dok polisi)

H mendatangi EM untuk menagih utang pada 29 Juni 2026. H kemudian mendesak EM agar menjual sepeda motor miliknya sebagai solusi cepat melunasi utang tersebut. Namun, permintaan itu ditolak tegas oleh korban.

Penolakan EM membuat H naik pitam dan gelap mata. Ia tega melakukan kekerasan fisik terhadap kekasihnya sendiri hingga berakibat fatal.

"Karena korban menolak untuk menjual motornya, pelaku langsung gelap mata dan melakukan tindakan kekerasan secara fisik. Kekerasan tersebut berakibat fatal hingga menyebabkan korban meninggal dunia," kata Dudi.

3. Berupaya menghilangkan jejak

Polisi saat olah TKP penemuan mayat yang sudah jadi kerangka (IDN Times/dok polisi)

Setelah memastikan EM tak bernyawa, H panik dan langsung membawa jasad korban ke area perkebunan jati untuk dibuang.

"Jasad korban langsung dibuang oleh pelaku pada malam itu juga di area perkebunan. Pelaku sengaja memilih lokasi sepi tersebut untuk menyembunyikan aksi kejinya dan menghilangkan jejak," ujar Dudi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article