Bandung, IDN Times - Bank Indonesia (BI) Jawa Barat meminta pemerintah daerah lebih sigap dalam memproteksi kenaikan harga sembako, khususnya beras. Sebab kenaikan harga besar yang signifikan dan berlangsung lama bisa berdampak pada kenaikan nilai inflasi di akhir tahun.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jabar Bambang Pramono mengatakan, kenaikan beras saat ini berdasakan data Badan Pusat Statistik lebih 10 persen. Ketika harga beras tinggi maka akan terjadi kenaikan nilai inflasi cukup besar.
"Tenakan inflasinya ini bisa sekitar 0,27 atau rata-rata di angka 0,3 persen, makanya perlu diwaspadai," kata Bambang dalam kegiatan operasi pasar murah di Kota Bandung, Selasa (19/9/2023).
