Kuningan, IDN Times - Musim kemarau menekan keuntungan petani padi di Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Penurunan produksi yang dibarengi kenaikan biaya pengairan membuat keuntungan dari satu hektare lahan menyusut sekitar 33 persen.
Petani di wilayah tersebut kini harus mengeluarkan biaya produksi sekitar Rp10 juta per hektare, naik dari kondisi normal yang berada di kisaran Rp8 juta. Pada saat yang sama, hasil panen turun dari rata-rata 6 ton menjadi sekitar 4,8 ton gabah per hektare.
Dengan asumsi harga gabah Rp6.000 per kilogram, penerimaan petani turun dari sekitar Rp36 juta menjadi Rp28,8 juta per hektare. Setelah dikurangi biaya produksi, keuntungan yang sebelumnya sekitar Rp28 juta menyusut menjadi Rp18,8 juta.
