Kebakaran di Punclut Masuk Hari Ketiga, Masih Ada Satu Titik Api

- Kebakaran di kawasan Punclut, Kota Bandung, memasuki hari ketiga pada 16 September 2026; sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan.
- Petugas masih menangani satu titik api terakhir yang sulit dijangkau, lalu melakukan perapihan, pemantauan, dan penyemprotan massal untuk memastikan area dingin serta basah.
- Diskarmatan Bandung mengerahkan enam unit pancar, dua tangki, dan satu rescue; setelah penanganan selesai, lokasi akan diserahterimakan kepada lurah untuk pemantauan lanjutan.
Bandung, IDN Times - Proses penanganan kebakaran di kawasan Punclut, Kota Bandung, memasuki hari ketiga pada Rabu (16/9/2026). Petugas pemadam kebakaran kini memasuki tahap akhir penanganan setelah api di sebagian besar titik berhasil dikendalikan.
Kabid Pemadaman Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskarmatan) Kota Bandung, Leonard mengatakan bahwa petugas kini tinggal menangani satu titik terakhir yang lokasinya cukup sulit dijangkau.
"Jadi, izin melaporkan bahwa ini hari ketiga kami tanggal 16 September 2026 bahwa proses sudah finishing, sudah di titik utama yang terakhir, itu satu titik satu titik lagi. Posisinya agak sulit, tapi bisa kita selesaikan," ujar Leonard.
Dia mengatakan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi setelah titik api terakhir berhasil ditangani. Tim terlebih dahulu melakukan perapihan sekaligus pemantauan untuk memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api ataupun dampak lain setelah proses pemadaman selesai.
"Namun, kita sekarang sedang proses perapihan dulu, terus kita monitor kembali nanti sambil mengosongkan isi dari unit kami, kita lakukan penyemprotan secara massal," katanya.
Penyemprotan secara massal dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kejadian lanjutan setelah proses pemadaman. Leonard mengatakan petugas ingin memastikan kondisi di lokasi dalam keadaan dingin dan basah sebelum seluruh armada ditarik dari lokasi.
"Jadi, untuk mengantisipasi agar tidak ada kejadian lanjutan ataupun dampak setelah kita melakukan penanganan. Jadi, agar semua kondisinya lebih di posisi sedang dingin dan basah," ujarnya.
Untuk proses penanganan pada hari ketiga, Diskarmatan Kota Bandung mengerahkan sejumlah armada sejak malam sebelumnya. Total terdapat enam unit pancar, dua unit tangki, dan satu unit rescue yang disiagakan.
Leonard menyebut penanganan hari ketiga menjadi tahap terakhir sebelum lokasi diserahterimakan kepada aparat kewilayahan.
"Jadi, ini hari terakhir. Alhamdulillah sudah selesai. Nanti kita serah terimakan kepada Pak Lurah selaku aparat kewilayahan agar tindak lanjut berikutnya untuk tetap dimonitor, Pak Lurah, ya," katanya.













![[WANSUS] Tantangan HIlirisasi Nilam di Balik Industri Parfum](https://image.idntimes.com/post/20260915/whatsapp-image-2026-09-15-at-12_2b8d5aba-8503-4881-be6f-f66b31d42f09_watermarked_idntimes-2.jpeg)





