Tersangka Resbob dihadirkan dalam konferensi pers kasus penghinaan suku Sunda di Mapolda Jawa Barat. IDN Times/Debbie Sutrisno
Meski begitu, Fidelis mengharapkan tuntutan yang diberikan jaksa nantinya harus proporsional karena delik perkara ini tidak terungkap secara terang benderang.
"Ya harapannya saya tuntutannya proposional, kenapa? Selama persidangan, salah satu unsur delik tidak pernah terungkap di persidangan itu mengenai terjadinya kekerasan terhadap orang atau barang," ucapnya.
"Artinya secaara hukum ini tidak memenuhi untuk dijatuhkan vonis. Benar terdakwa sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya, artinya secara norma sosial bersalah, secara norma hukum itu lah yang harus diuji," kata Fidelis.
Mengenai sidang tuntutan sudah ditunda sebanyak dua kali, Fidelis menganggap hal tersebut tidak menjadi soal. Bisa jadi memang Jaksa Penuntut Umum menunggu perintah resmi dari atasannya.
"Kalo saya lihat murni berdasarkan prosedur. Prosedur internal Kejaksaan karena perhatian publik itu harus mendapat disposisi dari kejagung," kata dia.
Diketahui, Resbob diduga secara sadar melakukan ujaran kebencian kepada Viking (kelompok suporter Persib) dan Suku Sunda melalui platform media sosial. Dia didakwa hukuman penjara selama empat tahun.